Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
I find you…


__ADS_3

***


Jam istirahat kantor, Aphrodite di minta untuk bertemu dengan Jordan di restoran tempat biasa ia makan siang bersama Fransisco. Karena Fransisco memiliki pertemuan dengan koleganya di luar kantor, jadi Aphrodite mengiyakan permintaan Jordan dan bertemu dengannya di sana. Dalam restoran mereka terduduk di salah satu meja yang terletak di pojokan, meja berdekatan dengan jendela yang menghadap ke arah jalan.


"Tolong berikan ini padanya." Jordan menyodorkan paper bag kecil yang kemarin dibelinya saat ia ke mall atas permintaan Aphrodite agar dirinya bisa kembali dekat dengan Laura.


"Akan aku berikan ini padanya." Aphrodite meraihnya.


"Aku juga membelikan satu untukmu."


"Huh?" Aphrodite membuka isi paper bag yang baru saja diberikan Jordan padanya. Ada dua gelang di dalam sana. "Maaf, tapi aku tidak bisa menerima ini." Aphrodite mengeluarkan satu gelang lalu memberikannya lagi pada Jordan.


"Kenapa? Kau tidak menyukainya?" Tanya Jordan dengan raut wajah bingung.


"Aku sudah menikah. Jadi tidak mungkin aku memakai gelang pemberian dari orang lain."


"Ah… ya, aku mengerti." Jordan mengambil kembali gelang tersebut dan memasukkannya ke dalam kantongnya.


"Akan aku pastikan ini sampai pada Laura dengan selamat."


"Terima kasih."


"Bukan masalah," sahut Aphrodite yang kemudian kembali fokus pada hidangan makan siang yang tengah dinikmati olehnya.


*


Pulang kantor, Aphrodite meminta Fransisco mengantarkannya ke tempat dimana ia akan bertemu dengan Laura untuk memberikan gelang yang di berikan Jordan untuknya.


"Ada apa kau mintaku bertemu di sini?" Tanya Laura begitu ia tiba di hadapan Aphrodite yang tiba-tiba menelponnya dan meminta untuk mereka bertemu di persimpangan jalan untuk membicarakan sesuatu.


"Kemarin aku lupa kalau ada yang harus aku berikan padamu, maka dari itu aku memintamu untuk bertemu di sini."


"Ada yang lupa kau berikan?" Laura mengulang kalimatnya dengan raut wajah bingung. Aphrodite menyodorkan paper bag di tangannya pada Laura. "Apa ini?" Laura membuka dan mengecek isinya.


"Gelang yang aku pilihkan untukmu."


"Tapi 'kan aku sudah punya? Kenapa kau repot-repot belikan?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin saja. Lagipula saat kembali dari toilet, kemarin. Aku melihat gelang ini bagus dan akan sangat cocok kalau kau yang menggunakannya. Maka dari itu aku membelinya untukmu."


"Oh…"


"Diterima ya?"


"Ng. Terima kasih." Laura tersenyum simpul.


"Kalau begitu, aku harus pulang dulu. Kasihan Frans menungguku di mobil."


"Aku juga akan kembali."


"Sampai jumpa." Aphrodite melangkah pergi menuju mobil Fransisco yang sejak tadi menunggunya.


"Sudah selesai?" Tanya Fransisco saat Aphrodite tiba di dalam mobil.


"Iya, sekarang ayo kita pulang."


Fransisco menjalankan mesin mobilnya dan melakukannya pergi dari tempatnya. Laura melambaikan tangannya saat melihat mobil yang mereka tumpangi itu terus melaju hingga pada akhirnya menghilang dari pandangan mereka.


"Entah kenapa, tapi gelang ini mirip dengan gelang yang dia berikan padaku." Laura membandingkan gelang yang di pakainya dengan yang baru di dapatnya.


*


Waktu berlalu, sudah beberapa kali Aphrodite membantu Jordan untuk bisa bertemu dan dekat dengan Laura lagi. Setelah cukup berproses, akhirnya Laura sudah mulai menampakkan perubahan secara perlahan-lahan, dia sudah tidak lagi terus melarikan diri setiap kali bertemu dengan Jordan.


"Ini sudah waktunya makan siang, bagaimana kalau kita cari restoran dekat sini dan makan siang bersama?" Ujar Jordan pada yang lainnya setara menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya sekilas.


"Baik pak, biar saya cari salah satu restoran di dekat sini," ujar sekretarisnya yang kemudian mengecek layar tablet yang di genggamnya.


"Kalau boleh saya sarankan, saya tahu salah satu restoran tak jauh dari sini. Hidangannya enak dan tempatnya juga cukup nyaman." Aphrodite angkat bicara membuat yang lain menoleh ke arahnya.


"Kau tahu restoran di dekat sini?"


"Iya." Aphrodite menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu tunjukkan tempatnya pada kami," ucap Jordan.

__ADS_1


"Dengan senang hati." Aphrodite tersenyum simpul, ia lantas berjalan memimpin di depan dengan di temani Jordan di sampingnya dan teman-teman kantor lainnya di belakang. "Kau pasti terkejut melihat siapa yang ada di sana," gumam Aphrodite dengan suara pelan seraya melirik ke arah Jordan.


"Kenapa?" Jordan menaikkan sebelah alisnya bingung.


"Kau akan tahu setelah kita tiba."


Aphrodite dan yang lainnya terus melangkah hingga tiba di tempat yang Aphrodite maksud.


*


"Selamat menikmati." Laura tersenyum simpul pada sepasang pelanggan yang baru saja tiba di restoran tempatnya bekerja. Ia lantas beranjak pergi untuk menyiapkan hidangan lainnya.


Restoran hari ini benar-benar ramai, entah kenapa tapi hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya saat restoran tidak terlalu ramai.


Aphrodite tiba bersama dengan teman kantornya yang lain. Mereka terdiam saat mendapati restoran itu yang tampak sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang yang tengah menikmati makan siang mereka.


"Astaga, ini ramai sekali. Baru kali ini aku melihat restoran seperti ini dalam keadaan sangat ramai." Satu rekannya berucap, ia tak henti menoleh ke sekeliling.


"Coba kau lihat di sana." Aphrodite berbisik pada Jordan seraya menunjuk ke arah Laura yang sedang sibuk membuat pesanan untuk salah satu pengunjung restoran yang datang. Jordan diam terpaku di tempatnya, ia menatap Laura tak berkata-kata.


Fokusnya beralih pada Aphrodite lalu kembali menatap Laura yang sibuk di dapur. "Jadi…" Jordan menggantungkan kalimatnya, ia speechless bukan main saat Aphrodite kini menuntunnya menemukan keberadaan Laura selama ini.


"Ng, di sinilah dia bekerja selama ini." Aphrodite mengangguk pelan sambil tersenyum.


"Baiklah ayo kita cari tempat duduk." Kata sekretarisnya.


Mereka beranjak dari tempatnya saat ini dan pergi menghampiri meja kosong yang ada. Mereka duduk terpisah di dua meja berbeda yang saling bersebelahan karena meja yang ada di sana hanya terdapat beberapa kursi saja.


Laura yang melihat Aphrodite tiba lalu menghampirinya untuk menyapanya, ia juga bertemu dengan Jordan di meja sebelah tapi berusaha untuk bersikap biasa dan terus fokus bekerja.


Jordan hanya diam dan terus menatapnya nyaris tanpa berkedip saat Laura datang untuk menuliskan pesanan mereka. "Akhirnya aku menemukanmu…" batinnya sembari menatapnya intens.


Aphrodite yang menyadari Jordan terus menatap Laura, lalu mengirimkan pesan padanya; memintanya agar tidak membuat Laura merasa tidak nyaman. Karena itu akan membuat usaha mereka selama ini jadi hancur berantakan.


Jordan mengikuti ucapannya dan berusaha untuk bersikap biasa. Tak lama, Laura kembali ke posisinya untuk membuatkan makanan untuk mereka. Wanita itu mulai di sibukkan memasak di dapur terbuka.


***

__ADS_1


__ADS_2