Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Snacks


__ADS_3

...***...


Aphrodite membuka kedua matanya perlahan. Ia terdiam sejenak menatap langit-langit kamarnya yang kini tampak sangat amat tenang.


"Eh?" Aphrodite mengerutkan keningnya saat ia terbangun di tempat yang tidak seharusnya. Ia bangun, terduduk di atas ranjang tidur tempatnya berada saat ini.


Aphrodite mengucek kedua matanya secara perlahan, berusaha untuk memperjelas penglihatannya sekaligus mengumpulkan seluruh kesadarannya yang masih tertinggal di alam bawah sadarnya. Detik berikutnya ia baru sadar dimana ia berada saat ini.


"Aku di kamar? Tapi bagaimana bisa? Bukankah tadi aku sedang berada di perjalanan pulang menuju rumah?" Aphrodite bergumam, ia mengerutkan keningnya berusaha untuk mengingat-ingat kembali kejadian terakhir sebelum ia tertidur dan tiba-tiba terbangun di dalam kamarnya.


"Benar, aku memang tidak salah. Aku terakhir kali tertidur di dalam mobil, tapi setelah itu… kenapa aku di sini? Siapa yang membawaku kemari? Apakah Frans?"


"Ah, jam berapa ini? Aku lupa kalau hari ini aku ingin meminta bantuan Bertha untuk mengajariku memasak." Aphrodite mendongak menatap jam yang tergantung di dinding kamarnya. Namun jam itu kini telah menunjukkan pukul dua lebih sepuluh menit. Entah berapa lama ia tertidur, tapi yang pasti waktu telah banyak terbuang hanya karena ia tertidur karena kelelahan.


"Aku harus cari Bertha," gumamnya. Aphrodite beranjak bangun dari ranjang tidurnya. Melangkah menghampiri pintu keluar, lalu pergi menuruni tangga agar bisa tiba di lantai bawah. Begitu tiba di bawah, ia segera pergi menuju ruang dapur untuk menemui Bertha. Tapi belum sempat ia tiba di ruang dapur, ia sudah lebih dulu di pertemukan dengan Cammy dan Giza yang tengah membereskan ruangan tersebut.


"Mademoiselle," panggil Giza seraya berjalan menghampirinya bersamaan dengan Cammy di sampingnya. Aphrodite terdiam, ia menatap Giza dengan raut wajah bingung. Entah apa arti dari kata yang baru saja di ucapkan oleh wanita itu.


"Nona," sapa Cammy seraya tersenyum, Aphrodite menoleh ke arahnya. Dari senyuman wanita itu, ia sedikit mengerti dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Giza, dan Cammy yang bisa berbahasa Inggris berusaha membantunya memahami perkataan Giza.


"Oh, halo," sapa Aphrodite balik seraya balas tersenyum.


"Anda mau pergi kemana nona?" Tanya Cammy dalam bahasa Inggris.


"Ng, aku ingin pergi ke dapur untuk menemui Bertha. Apakah dia ada di sana?"


"Madame Bertha sedang pergi keluar, ada beberapa hal yang harus beliau lakukan. Kalau anda memerlukan apa-apa, anda bisa meminta bantuan pada kami," ujar Cammy seraya menawarkan diri. Menoleh ke arah Giza yang di angguki oleh wanita itu seraya tersenyum simpul.


"A-ah… itu, aku ingin menemui Bertha untuk memintanya mengajarkan aku memasak."

__ADS_1


"Oh, mengenai itu… tuan muda sendiri telah meminta agar madame Bertha membatalkan pelajaran pertama memasaknya. Karena tuan bilang bahwa beliau tidak ingin membuat nona yang sedang tidur jadi terganggu tidurnya."


"Di batalkan?"


"Benar nona."


"O-oh begitu ya… sangat di sayangkan." Aphrodite menundukkan kepalanya, sekarang ia bingung harus bagaimana. Pasalnya tidak ada kegiatan lain yang dapat ia lakukan.


"Ah, omong-omong dimana Fransisco saat ini? Apakah dia masih bermain golf di luar?"


"Tuan sedang ada keperluan juga di luar, mungkin sebentar lagi beliau pulang."


"Keperluan?"


"Iya."


"Tapi Frans tidak bilang apa-apa padaku, memangnya kemana dia pergi?"


"Oh, lalu dengan siapa dia pergi? Apakah dia pergi dengan Bertha? Atau… sendirian?"


"Tidak. Tuan tidak pergi bersama madame Bertha, beliau juga tidak pergi sendiri karena Adrien mengantarkan beliau."


"Begitu ya."


"Mungkin sebentar lagi beliau pulang."


"Baiklah, terima kasih telah memberitahuku."


"Sama-sama nona. Oh, omong-omong madame Bertha meminta kami untuk membuatkan anda makan siang kalau-kalau anda bangun. Apakah anda mau makan sekarang?"

__ADS_1


"Makan siang ya?" Aphrodite terdiam sejenak, ia menatap jam yang tergantung di dinding ruangan itu. "Ini sudah lewat. Tapi sebagai gantinya aku ingin makan camilan saja, bisakah kalian membuatkan aku makanan yang enak?"


"Oh tentu, mari saya buatkan. Ikuti kami." Cammy berbalik bersamaan dengan Giza di sampingnya, berjalan menuju arah dapur dengan di ikuti oleh Aphrodite di belakang mereka.


Tiba di ruang dapur, Aphrodite duduk di salah satu kursi yang ada. Sementara ia menunggu, Giza dan Cammy mulai di sibukkan mengeluarkan makanan yang di inginkan oleh Aphrodite ke arah meja. Menaruh semuanya di atas meja dan menghidangkan semuanya dengan sangat rapi.


"Selamat menikmati nona," tutur Cammy.


"Terima kasih." Aphrodite tersenyum. Ia meraih sendok kecil di sana kemudian mulai di sibukkan untuk menyantap makanan di hadapannya.


...*...


"Terima kasih telah menemaniku," tutur Fransisco pada Adrien yang kini duduk di depan kemudi sementara dirinya duduk tenang di jok belakang seraya tersenyum dengan gembira menatap ke arah layar ponselnya yang kini menyala. Fransisco amat senang dengan kejutan yang telah di buatnya hari ini. Ia sudah tidak sabar untuk mengajak Aphrodite ke tempat yang telah ia rancang sedemikian rupa untuk menjadi sebuah kejutan untuk Aphrodite.


Saat ini dirinya tengah berada di perjalanan pulang kembali ke mansion. Ia baru saja selesai melakukan apa yang telah ia rencanakan dengan di temani oleh Adrien yang senantiasa dengan senang hati membantunya mengerjakan banyak hal.


"Anda tidak perlu berterima kasih tuan, sudah menjadi tugas saya melayani anda dan mengikuti setiap permintaan anda," sahut Adrien seraya terus fokus pada jalanan yang tengah di lalui olehnya.


"Ya, tetap saja. Kau sangat banyak membantu hari ini, dan itu sangat berarti. Oh ya, setelah ini kita langsung pulang saja. Aku ingin bersiap sebelum waktunya tiba."


"Baik tuan."


Adrien kembali fokus pada jalanan yang di laluinya. Sementara itu beda halnya dengan Fransisco yang kini memilih fokus pada ponselnya, mengubek-ubek isi ponselnya. Memandangi setiap gambar yang sempat di ambilnya bersama Aphrodite.


"Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk segera menunjukkan semua yang telah aku rencanakan seharian ini," gumamnya pelan seraya memandangi satu persatu gambar di sana sembari tersenyum mengagumi kecantikan wanita yang kini telah berstatus sebagai istrinya itu.


Adrien terus fokus mengendarai mobilnya hingga mereka tiba di mansion tempat mereka tinggal. Tiba di depan gerbang, penjaga segera membukakan pintu gerbang agar mobil mereka bisa masuk.


Adrien menghentikan mobilnya tepat di depan tangga. Di sana mereka mendapati Bertha yang tampaknya baru saja kembali setelah pergi entah kemana. Adrien beranjak keluar bersamaan dengan Fransisco. Sementara Bertha yang menyadari kedatangan mereka lantas seketika menghentikan langkah kakinya di tempat.

__ADS_1


...***...


__ADS_2