
...***...
"Bagus sekali," gumamnya seraya menatap hasil jepretan ponselnya. Ia tersenyum simpul, gambar yang ia dapat benar-benar membuatnya puas.
"Ini." Tiba-tiba Fransisco menyodorkan minuman ke arahnya. Ia terkejut saat secara tiba-tiba pria itu datang nyaris tanpa suara.
Aphrodite mendongak menatap Fransisco yang kini menyodorkan minuman kearahnya. Entah kopi atau apa minuman yang disodorkannya, tapi yang pasti minuman itu adalah minuman hangat.
"Terima kasih," tutur Aphrodite seraya meraih minuman yang baru saja disodorkan oleh Fransisco padanya.
"Ini adalah hot chocolate yang akan membuatmu merasa lebih hangat," tutur Fransisco. Ia lantas duduk di samping Aphrodite yang kini menggenggam cup berisi minuman yang baru saja di belikan oleh Fransisco untuknya.
Aphrodite lantas meneguk minumannya perlahan setelah meniup sedikit guna menghilangkan panas yang kini masih menampakkan dengan jelas kepulan asap dari dalamnya.
"Ini benar-benar enak," ujar Aphrodite seraya tersenyum ke arahnya.
"Ya, memang benar. Ini enak."
"Tubuhku juga sekarang terasa lebih hangat." Aphrodite kembali mengalihkan pandangannya pada layar ponselnya yang kini menampilkan gambar menara Eiffel yang baru saja di ambilnya. Setelah menjadikan gambar itu sebagai wallpaper di ponselnya, Aphrodite kemudian mengalihkan pandangannya pada menara Eiffel yang sesungguhnya yang kini berada di hadapannya.
Fransisco di sampingnya hanya tersenyum memandangi Aphrodite. Entah mengapa Fransisco merasa kalau Aphrodite perlahan mulai berubah, sikapnya bisa di bilang sedikit. Ya, setidaknya sedikit lebih luluh di bandingkan sebelumnya, sedikit lebih hangat dibandingkan sebelum mereka menjadi suami istri.
"Oh, aku hampir lupa," inner-nya. Fokus Fransisco beralih pada jam yang kini melingkar di pergelangan tangannya. Jam itu kini menunjukkan pukul tujuh tepat, ini sudah saatnya untuk mereka pergi ke tempat berikutnya.
__ADS_1
"Sudah hampir waktunya makan malam, bagaimana kalau kita pergi sekarang?" Ujarnya tiba-tiba membuat Aphrodite beralih pandang pada dirinya.
"Huh? Benarkah?" Aphrodite melirik jam pada ponselnya, dan ternyata memang benar. "Oh, kau benar. Ini sudah hampir waktunya makan malam."
"Kalau begitu ayo pergi." Fransisco meraih tangan Aphrodite, menuntunnya pergi menuju sebuah tempat.
"Kita akan kemana?" Aphrodite menatap dengan raut wajah bingung. Ia terus melangkah di samping Fransisco yang kini menuntun langkahnya dengan sebelah tangan Fransisco menggenggam tangannya.
"Tentu saja kita akan menikmati makan malam yang enak." Fransisco tersenyum simpul ke arahnya. Mereka terus melangkah semakin dekat ke arah Eiffel tower, membuat Aphrodite dapat dengan jelas melihat seberapa tinggi dan besarnya menara itu. Aphrodite mendongak menatap Eiffel tower di hadapannya. Tinggi. Benar-benar tinggi, ia tidak bisa membayangkan seberapa indahnya pemandangan kota Paris kalau di lihat dari atas sana. Pasti sangat-sangat indah dan sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata.
"Kita sampai," ujar Fransisco seraya menghentikan langkah kakinya di depan sebuah tempat yang kini di datangi oleh beberapa orang yang melangkah masuk ke dalam. Aphrodite mengerutkan keningnya, ia baru sadar kalau ada bagian Eiffel tower yang seperti ini.
"Tempat apa ini?" Tanya Aphrodite seraya menoleh ke arahnya. Di depan pintu masuk, tepat di atasnya. Terdapat tulisan Le Jules Verne.
"Ini adalah restoran."
"Iya. Dan kita akan makan di sini, untuk malam ini."
"Ooh…" Aphrodite menanggapi.
"Sekarang ayo masuk." Fransisco menarik tangan Aphrodite melangkah masuk ke dalam Le Jules Verne, yang mana merupakan sebuah restoran kelas atas yang terletak di lantai kedua dari Menara Eiffel di arondisemen ke-7 di Paris, Perancis.
Sejak 2019, masakan Le Jule Verne dipimpin oleh chef Frédéric Anton, yang menggantikan Louis Grondard (1983), Alain Reix (1992) dan Alain Ducasse (2007). Semua koki ini dianugerahi bintang Panduan Michelin di restoran.
__ADS_1
Frédéric Anton, lahir pada 15 Oktober 1964 adalah koki Prancis, Meilleur Ouvrier de France dan bintang tiga di Guide Michelin sejak 2007. Dia adalah koki restoran Le Pré Catelan di Paris. Dan sekarang menjadi koki di restoran Le Jules Verne yang terletak di Menara Eiffel.
Frédéric Anton lahir di Nancy, Prancis. Tetapi ia dibesarkan di Contrexéville di departemen Vosges. Memulai kursus pelatihannya di sekolah menengah Gérardmer di departemen yang sama. Karirnya dimulai pada tahun 1984 dengan Gérard Veissiere di Capucin Gourmand, sebuah restoran terkenal yang terletak di Nancy, dan kemudian pada tahun 1986 di Lille, di mana ia bekerja dengan Robert Bardot. Dia kemudian bekerja dengan koki Gérard Boyer di Château des Crayères di Reims.
Dari 1988 hingga 1996, ia bekerja selama 7 tahun dengan koki Joël Robuchon di Jamin dan avenue Raymond Poincaré di arondisemen ke-16 Paris, dimana ia menjadi koki.
Pada tahun 1997, grup Lenôtre memberinya akses ke restoran Le Pré Catelan, sebuah restoran bergaya Napoleon III yang dimiliki oleh koki pastry terkenal Gaston Lenôtre dengan ruang makan bergaya Belle poque. Restoran ini terletak route de Suresnes di Bois de Boulogne.
Pada tahun 1999, ia memperoleh dua bintang Michelin dan menjadi Meilleur Ouvrier de France pada tahun 2000. Pada tahun 2007, pada usianya yang ke 43; ia menerima bintang Michelin ketiganya. Kemudian, sejak 2010, ia menjadi anggota juri di MasterChef versi Prancis bersama chef Yves Camdeborde, jurnalis Sébastien Demorand, dan Amandine Chaignot sejak 2013.
Louis Vaudable, yang dulunya adalah pemilik Le Jules Verne, sekarang memiliki Maxim's di arondisemen ke-8. Interior Le Jules Verne dirancang oleh seorang arsitek wanita yaitu Aline Asmar d'Amman.
Pada 13 Juli 2017, Le Jules Verne pernah dikunjungi oleh pasangan presiden Prancis-Amerika, Brigitte dan Emmanuel Macron; Melania dan Donald Trump untuk makan malam.
Tiba di dalam, Fransisco segera menghampiri meja reservasi untuk mengantarkan mereka menuju meja makan yang telah di pesannya. Satu pegawai itu kemudian mengantarkan mereka menuju mejanya.
Fransisco dan Aphrodite duduk di salah satu meja di dekat jendela kaca besar yang menampakkan pemandangan Champ de Mars yang tampak lebih indah di malam hari, berhiaskan gemerlap lampu-lampu jalanan yang menghiasi sepanjang jalan dan indahnya pemandangan hijau yang menghiasi halaman Eiffel tower.
"Woah…" Aphrodite berdecak kagum melihat pemandangan indah di luar sana. Fransisco di sampingnya beralih pandang pada Aphrodite di hadapannya, wanita yang kini berstatus sebagai istrinya itu tampak sangat amat kagum dengan apa yang di lihatnya. Fransisco mengulum senyum menanggapinya.
"Apakah kau menyukai pemandangannya?"
"Iya," sahut Aphrodite seraya menganggukkan kepalanya. "Pemandangannya benar-benar indah, dan aku benar-benar suka. Aku tidak menyangka kalau pemandangannya akan seindah ini kalau dilihat dari atas sini."
__ADS_1
"Aku senang kalau kau menyukainya. Tunggu sampai kau mencoba makanannya."
...***...