
...***...
Fransisco memarkirkan mobilnya di salah satu lahan kosong yang terdapat di sana. Aphrodite mengerutkan keningnya, ia bingung kenapa Fransisco tiba-tiba menghentikan mobilnya di tempat seperti saat ini.
"Kita sudah sampai?" Tanya Aphrodite pada Fransisco yang kini sibuk melepaskan seat belt yang mengikat tubuhnya. Fransisco yang duduk di sana hanya tersenyum ke arahnya. Tanpa menjawab pria itu melangkah keluar dari dalam mobil, berjalan mengitari bagian depan mobil kemudian membukakan pintu untuknya.
Aphrodite terdiam menatapnya penuh tanya, apalagi saat pria itu kini tiba di hadapannya. Tepat di depan pintu keluarnya. Pria itu mengulurkan sebelah tangannya, berusaha membantunya keluar. Aphrodite meraih tangannya dan turun dari dalam mobil, ia menaruh sejenak semua pertanyaan dalam benaknya untuk saat ini.
Fransisco menutup pintu mobilnya, dan memastikan benda itu benar-benar dalam keadaan yang aman sebelum mereka pergi dari sana.
"Kita akan kemana?" Tanya Aphrodite lagi, setelah Fransisco memastikan mobilnya aman.
"Kau akan tahu nanti, sekarang ayo ikut aku," tuturnya. Pria itu kembali mengulurkan tangannya, memberikan isyarat pada Aphrodite untuk menggenggam tangannya. Aphrodite terdiam sesaat memandangi telapak tangannya, sebelum kemudian ia menggenggam tangan Fransisco.
Fransisco melangkah pergi dari sana dengan menggandeng tangan Aphrodite, membawanya menuju suatu tempat yang letaknya cukup jauh dari tempat mobil mereka terparkir.
Fransisco dan Aphrodite bergerak menyusuri jalanan sepanjang sungai Seine yang kini tampak di hiasi oleh beberapa orang pejalan kaki yang tengah menikmati indahnya sore hari di kota Paris yang indah.
Fokus Aphrodite tersita saat ia menangkap beberapa orang pejalan kaki yang melangkah menaiki sebuah kapal yang dalam keadaan terapung di atas permukaan sungai Seine.
"Kau ingat? Kemarin aku bilang kalau aku akan mengajakmu berkeliling menyusuri sungai Seine," tutur Fransisco sembari menghentikan langkah kakinya. Aphrodite menoleh ke arahnya, mengingat-ingat kembali perkataan Fransisco kemarin.
"Oh, ya. Aku ingat. Lalu?"
"Ya, kita kemari karena aku ingin mewujudkan perkataan ku."
"Ah, aku mengerti. Jadi maksudmu kita akan naik kapal itu dan jalan-jalan menyusuri sungai Seine, begitu?"
__ADS_1
"Benar."
"Kedengarannya menyenangkan." Aphrodite tersenyum simpul.
"Tentu saja. Sekarang ayo kita naik." Fransisco menuntun Aphrodite menghampiri salah satu kapal di sana. Kapal yang mereka tumpangi perlahan mulai bergerak melaju meninggalkan tempat pemberhentian awal mereka.
"Kenapa begitu sepi? Padahal tadi aku jelas-jelas melihat ada banyak orang yang masuk ke dalam kapal ini," gumam Aphrodite kebingungan. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kapal. Ia ingat betul bahwa tadi ada banyak orang yang masuk ke dalam kapal tersebut. Tapi nyatanya hanya ada mereka berdua.
"Tidak, di sini hanya ada kita berdua dan nahkoda kapal serta beberapa awak kapal yang menjalankan kapal ini."
"Maksudmu? Lalu dimana penumpang yang lain?"
"Maksudmu mereka?" Fransisco menunjuk ke arah satu kapal lain yang diisi dengan beberapa orang penumpang yang di lihatnya. Kapal itu bergerak di belakang kapal yang mereka tumpangi.
"Eh?" Aphrodite mengerutkan keningnya.
"Huh? Benarkah?"
"Ya, dan aku sengaja menyewa satu kapal ini, agar tidak ada yang mengganggu kita."
"Begitu ya," Aphrodite terdiam.
"Sudahlah, sekarang lebih baik kita nikmati pemandangan indah ini." Fransisco merangkul pundak Aphrodite, membawanya menuju pagar dan berdiri di sana seraya menatap ke arah pemandangan indah yang kini tersaji tepat di hadapan mereka. Pemandangan indah yang sangat sayang untuk dilewatkan. Kapal yang mereka tumpangi melewati jembatan Pont des arts, bergerak di bawahnya. Kemudian terus bergerak hingga sunset tiba. Mereka menghabiskan sepanjang sorenya di atas kapal yang berlayar menyusuri sungai Seine.
Waktu berlalu, dan malam pun tiba. Setelah cukup lama mereka menghabiskan waktu di atas kapal menyusuri sungai Seine, Fransisco lantas mengajak Aphrodite untuk pergi ke tempat lain.
Fransisco mengajak Aphrodite ke Eiffel tower yang kini tampak bersinar menghiasi kota Paris di malam hari yang tampak sangat cantik berhiaskan gemerlap cahaya lampu dari berbagai gedung di sekitarnya. Walaupun malam telah tiba, namun Eiffel tower tak kunjung kehabisan pengunjung yang datang untuk menikmati suasana di bawah Eiffel tower dan pesonanya yang selalu mampu memikat pengunjung untuk datang.
__ADS_1
Aphrodite terduduk di salah satu kursi yang ada di sana. Fokusnya tertuju pada Eiffel tower yang ada di hadapannya. Indah. Sangat-sangat indah sampai-sampai ia tidak mampu berkata-kata untuk menggambarkan keindahan bangunan yang telah berdiri sejak berpuluh-puluh tahun lamanya itu.
Kedua sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman yang tampak membuat wajahnya semakin cantik.
"Menara Eiffel tampak lebih cantik ketika di lihat malam hari ya," gumam Aphrodite seraya tersenyum simpul memandangi menara Eiffel.
"Ya, tentu saja," sahut Fransisco yang kini berdiri di sampingnya. Pria itu sekarang di sibukkan melepaskan mantel hangat yang ia kenakan. Ia lantas memasangkannya pada tubuh Aphrodite yang sedang terduduk di sampingnya. Aphrodite tertegun, ia spontan menoleh ke arah Fransisco yang sekarang terduduk di sampingnya seraya tersenyum ke arahnya.
"Udara malamnya dingin. Aku tidak ingin sampai kau sakit," tutur Fransisco.
"Terima kasih," gumam Aphrodite pelan.
"Oh ya, sebentar." Fransisco beranjak bangun dari tempat duduknya.
"Kau mau kemana?"
"Aku hanya sebentar, nanti aku kembali lagi. Kau tunggu saja di sini, aku janji tidak akan lama," tutur Fransisco yang kemudian melangkah meninggalkan Aphrodite seorang diri di sana.
"Sebenarnya dia mau kemana?" Aphrodite bergumam, kedua matanya menelisik mengikuti kemana arah Fransisco melangkah. Namun sosok pria yang di ikuti arah geraknya justru menghilang, bercampur dengan beberapa orang pengunjung yang menghalangi pandangannya. Aphrodite sampai tidak dapat melihat kemana Fransisco pergi.
"Huft~ aku harap dia memang tidak lama." Aphrodite memonolog. Detik berikutnya Aphrodite mulai di sibukkan memandangi menara Eiffel. Ia mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen-momen nya saat ini. Mengambil gambar menara Eiffel di malam hari untuk di simpannya sebagai kenang-kenangan, dan pertanda bahwa dirinya pernah melewati sebuah malam indah di depan menara tinggi yang menjadi icon negara Prancis itu.
"Bagus sekali," gumamnya seraya menatap hasil jepretan ponselnya. Ia tersenyum simpul, gambar yang ia dapat benar-benar membuatnya puas.
"Ini." Tiba-tiba Fransisco menyodorkan minuman ke arahnya. Ia terkejut saat secara tiba-tiba pria itu datang nyaris tanpa suara.
Aphrodite mendongak menatap Fransisco yang kini menyodorkan minuman kearahnya. Entah kopi atau apa minuman yang disodorkannya, tapi yang pasti minuman itu adalah minuman hangat.
__ADS_1
...***...