Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Sleeping


__ADS_3

...***...


"Baiklah, tampaknya sudah semuanya?" Bertha melirik pada keranjang belanja yang di pegang oleh Giza. Keranjang itu kini sudah sangat penuh di isi oleh barang-barang yang mereka butuh kan. Dan mereka kini hanya perlu pergi menuju kasir untuk membayar.


"Ya, sudah semua madame," tutur Giza dalam bahasa Prancis.


"Kalau begitu, ayo kita pulang."


"Baik," jawab Aphrodite. Ia lantas melangkah bersama dengan Bertha dan Giza. Berjalan meninggalkan tempat mereka berada saat ini, melangkah menuju meja kasir untuk membayar semua bahan-bahan makanan yang mereka beli.


Tiba di meja kasir, Aphrodite, Bertha, dan Giza di sibukkan menunggu antrean nya berkurang.


"Setelah ini kita pulang?" Tanya Aphrodite.


"Ya, nona. Setelah ini kita pulang."


"Aku sudah tidak sabar untuk belajar memasak," ujar Aphrodite antusias.


"Saya ikut senang kalau nona senang," tutur Bertha. Giza hanya tersenyum menanggapi mereka.


Selesai mengantre dan membayar semua yang mereka beli, mereka lantas beranjak pergi menuju tempat parkir. Menemui supir di sana yang tengah menunggu mereka sejak tadi.


Aphrodite menghampiri mobilnya, duduk bersama Giza sementara barang-barang belanjaan mereka, mereka tahun di bagasi. Setelah semuanya duduk dengan tenang di dalam mobil, sang supir lantas melajukan mobil yang mereka tumpangi, bergerak meninggalkan tempat semula mobil tersebut terparkir.


Sepanjang perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang terlontar dari bibir masing-masing. Hanya ada keheningan yang menyelimuti mereka. Aphrodite sibuk memandang ke luar jendela, menatap bangunan pencakar langit yang saling berlarian mengikuti laju gerak mobil mereka. Sementara itu, Bertha sibuk mengobrol dengan supir yang duduk bersebelahan dengannya. Dan Giza, wanita itu saat ini tengah terpejam di samping Aphrodite. Bersandar pada jok mobil yang tengah di duduki olehnya.


...*...


Perlahan mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di dekat air mancur depan mansion.


"Kita sudah sampai, ayo ki—" belum sempat Bertha melanjutkan kalimatnya, ia sudah lebih dulu di suguhi pemandangan Aphrodite dan Giza yang kini terpejam di jok belakang, saling bertengger satu sama lain pada kepala masing-masing.


Bertha mengulum senyum, "tampaknya nona sangat kelelahan," gumamnya pelan. Bertha beranjak keluar dari dalam mobilnya. Membuka pintu bagasi mobil dan membawa semua barang belanjaan yang baru saja di belinya. Dengan di bantu sang supir, Bertha melangkah pergi memasuki mansion. Membawa semua barang belanjaan yang ada di tangannya itu ke dapur.

__ADS_1


Tiba di dapur, Bertha sudah menangkap sosok Fransisco yang kini terduduk seraya menikmati teh manisnya.


"Tuan muda ternyata di sini," gumam Bertha membuat fokus pria itu beralih padanya.


"Ng, kebetulan sekali kau sudah pulang. Dimana Aphrodite?"


"Nona?"


"Iya, dimana dia?" Tanyanya.


"Nona masih berada di dalam mobil, beliau ketiduran dan saya tidak tega mengganggu tidurnya," jelas Bertha.


"Aphrodite ketiduran?"


"Tampaknya nona sangat kelelahan."


"Biar aku gendong dia ke kamar." Fransisco beranjak bangun dari tempat duduknya. Berjalan menghampiri pintu depan agar bisa tiba di tempat mobil yang di maksud itu terparkir.


"Kau ini, katanya ingin belajar memasak tapi kau malah tidur, haha…" Fransisco terkekeh menanggapinya. Ia segera meraih tubuh Aphrodite, menggendongnya dalam dekapannya. Ia lantas membawa Aphrodite masuk ke dalam rumah untuk menidurkan nya di kamar.


Sementara itu, Giza di bangunkan oleh si supir dan di mintanya agar keluar dari dalam mobil. Sang supir hendak memasukkan kembali mobilnya ke garasi.


Fransisco terus melangkah menaiki tangga menuju lantai dua. Tiba di depan pintu kamarnya ia segera membuka pintu dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang tidur yang ada di sana.


"Tidurmu begitu nyenyak," gumam Fransisco seraya tersenyum menatap Aphrodite yang kini terpejam di hadapannya. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh Aphrodite kemudian meninggalkan satu kecupan di keningnya.


Fransisco beranjak pergi dari dalam sana, menutup pintu kamarnya rapat dan membiarkan Aphrodite tidur dengan nyenyak di dalam sana.


...*...


BLAM!


Pintu kamarnya itu di tutup pelan agar Aphrodite yang tertidur tidak terganggu oleh suaranya.

__ADS_1


Fransisco beranjak menuju arah lantai bawah hendak menemui Bertha dan memberitahu nya bahwa pelajaran memasak hari ini harus di batalkan.


"Bagaimana nona?" Tanya Bertha begitu Fransisco tiba di ruang dapur.


"Dia tertidur pulas, sepertinya kau harus batalkan pelajaran memasaknya.


"Oh, begitu rupanya. Baiklah mungkin lain kali saya akan membantunya belajar memasak. Tidak apa-apa beliau ketiduran karena sepertinya beliau sangat kelelahan. Kami pergi cukup lama ke supermarket karena ada banyak hal yang harus kami beli," jelas Bertha.


"Ya, terima kasih karena sudah menyenangkan istriku."


"Tidak perlu berterima kasih tuan. Oh, kalau begitu saya permisi. Saya harus membereskan semua belanjaan ke dalam kulkas sekaligus saya juga harus mempersiapkan bahan-bahan makanan untuk siang ini."


"Baiklah, kalau begitu selamat bekerja."


"Baik tuan." Bertha beranjak pergi dari sana meninggalkan Fransisco seorang diri yang kini tengah berkutat dengan ponselnya. Ia hendak melakukan reservasi meja untuk rencana makan malamnya yang telah ia rencanakan sejak awal.


Fransisco beranjak pergi dari tempatnya. Melangkah menuju keluar agar bisa lebih tenang melakukan pembicaraan pribadinya dengan orang yang di maksud olehnya. Selesai melakukan reservasi, Francisco mulai di sibukkan dengan hal yang lain.


"Sekarang aku hanya perlu pergi ke sana dan memastikan semuanya berjalan sesuai keinginan ku," gumamnya. Fransisco beranjak pergi mencari Adrien untuk mengantarkan dirinya ke suatu tempat. Begitu menemukan pria yang di carinya itu, Fransisco segera memintanya mengantarkan ia ke tempat yang hendak ia kunjungi.


"Baiklah kalau begitu biar saya siapkan mobilnya dulu tuan," tutur Adrien pada Fransisco yang baru saja meminta untuk mengantarkannya ke tempat yang di maksud.


"Oke. Kalau begitu, aku akan mengganti pakaian ku dulu setelah itu pergi. Kau tunggu di depan ya."


"Baik tuan." Adrien melenggang pergi menuju pintu depan, hendak mempersiapkan mobil untuk mengantarkan Fransisco. Sementara itu, Fransisco berjalan menuju lantai dua untuk berganti pakaian.


Tiba di dalam kamarnya, Fransisco segera menghampiri lemari. Membuka benda itu dan mulai mencari pakaian yang cocok untuk di pakainya sekarang. Setelah menemukan pakaian yang dirasa cocok, Fransisco segera berjalan menghampiri pintu keluar.


Langkah kakinya terhenti saat ia sekilas melihat Aphrodite yang tertidur di ranjangnya. Fransisco tersenyum simpul memandanginya.


"Kau begitu tenang," gumamnya. Detik berikutnya Fransisco melangkah keluar dari dalam kamarnya. Menuruni tangga agar bisa tiba di lantai bawah dan segera berjalan menuju pintu depan untuk menemukan Adrien yang kini menunggunya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2