Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Night


__ADS_3

...***...


TAKK!


Aphrodite menaruh cangkir berisi kopi ke atas meja yang kini di tempati oleh Fransisco. Pria itu mendongak menatap Aphrodite yang baru saja tiba di ruang kerjanya.


"Aku membuatkan kopi agar kau kuat mengerjakan semua pekerjaanmu," tutur Aphrodite.


"Wah, terima kasih. Kau benar-benar perhatian." Fransisco meraih cangkir kopi itu lalu meneguknya perlahan. "Rasanya enak, manisnya pas. Bagaimana kau tahu seleraku padahal aku tidak pernah meminta di buatkan kopi olehmu?"


"Benarkah kau menyukainya? Aku membuat kopinya sesuai dengan yang biasa aku buat ketika aku masih bekerja dan sering bekerja lembur."


"Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk bersama, buktinya saja kita memiliki selera yang sama." Fransisco menaruh kembali cangkir di tangannya ke atas meja.


"Haha… kau itu ada-ada saja. Sudahlah, lebih baik sekarang kau fokus bekerja agar bisa cepat selesai dan kau bisa istirahat."


"Kalau begitu kau istirahat duluan saja. Tidak usah menungguku."


"Tidak. Aku akan menemanimu di sini hingga semua pekerjaanmu selesai."


"Nanti kau bisa sakit."


"Tidak akan, tenang saja."


"Baiklah kalau kau memaksa, aku akan mengizinkanmu untuk menemaniku bekerja."


"Terima kasih."


Aphrodite berbalik, berjalan menghampiri sofa. Duduk sembari bersandar pada sandarannya.

__ADS_1


...*...


Jordan menutup pintu kamarnya, melangkah menghampiri ranjang tidurnya. Melempar tasnya ke arah sofa bersamaan dengan jas yang melekat di tubuhnya lalu berbaring sejenak di atas ranjang tidurnya. Kepalanya menengadah menatap langit-langit kamarnya yang kini diterangi oleh cahaya lampu yang begitu terang, bersinar indah menghiasi seisi kamarnya.


Rasa lelah menggelayuti tubuhnya, dan badannya kini di penuhi dengan peluh yang bercucuran dari kening hingga tubuhnya.


"Hari ini pikiranku benar-benar jadi kacau," gumamnya pelan seraya memandangi langit-langit kamarnya lekat. Detik berikutnya Jordan beranjak bangun dari tempatnya, terduduk sejenak di atas ranjang sebelum akhirnya memutuskan untuk mandi dan berganti baju agar setelah itu ia bisa istirahat serta mengumpulkan seluruh tenaganya untuk kembali bekerja besok.


...*...


Jam terus berdetak di dinding, tidak ada sepatah kata pun yang terdengar mengisi ruangan itu. Hanya ada suara keyboard komputer dan suara gumaman pelan dari Fransisco yang sibuk dengan semua pekerjaan kantor yang di bawanya pulang. Sesekali terdengar suara kertas yang di bolak-balikkan seiring dengan dirinya yang mengecek ulang isi berkas di tangannya.


Jam telah menunjukkan pukul sepuluh lebih dua puluh menit, sudah berjam-jam Fransisco terduduk di depan komputernya yang menyala, mengerjakan seluruh pekerjaan kantornya.


Fransisco mengucek kedua matanya perlahan, matanya terasa lelah akibat terlalu lama menatap layar komputernya. Sejenak ia mengalihkan pandangannya pada hal lain. Ia melirik jam yang tergantung di dinding dan mendapati hari yang sudah malam.


"Ternyata sudah semalam ini, aku sampai tidak sadar," gumam Fransisco pelan. Atensinya beralih pada Aphrodite yang kini terbaring di atas sofa. "Dite?" Panggilnya tapi tak ada respon ataupun jawaban dari wanita yang kini berstatus istrinya itu.


"Astaga, pantas saja aku panggil kau tidak menjawab. Ternyata kau tidur." Fransisco tersenyum memandangi wajah tenang Aphrodite.


"Tampaknya kau begitu kelelahan." Fransisco memonolog, ia bergerak menggendong tubuh Aphrodite membawanya menuju kamar tidurnya lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang tidur yang ada serta tak lupa menyelimuti tubuhnya dengan selimut di sana guna menghalau udara dinginnya malam.


"Tidurlah yang nyenyak, dan semoga kau mimpi indah." Fransisco mendaratkan sebuah kecupan di keningnya.


Sejurus kemudian ia pergi dan kembali ke ruang kerjanya, hanya tinggal beberapa hal lain maka pekerjaannya selesai. Setelah itu ia bisa tidur dan mengumpulkan seluruh tenaganya untuk kembali bekerja besok.


Tiba di ruang kerjanya, Fransisco meraih cangkir miliknya dan membawanya ke dapur lalu menggantinya dengan gelas yang kemudian ia isi dengan air putih. Selesai itu ia baru kembali untuk bekerja dan menyelesaikan tugas kantornya.


...*...

__ADS_1


Waktu berlalu, rasa haus yang tiba-tiba datang menghampiri tenggorokannya membuat Aphrodite bangun dari tidurnya.


Aphrodite membuka kedua matanya, dan ia begitu terkejut saat secara tiba-tiba mendapati dirinya berada di kamarnya dan bukan berada di ruang kerjanya Fransisco lagi.


"Astaga, kenapa aku di sini? Seingatku aku masih berada di ruang kerjanya Frans dan menemaninya bekerja, tapi kenapa aku tiba-tiba ada di sini?" Aphrodite mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Fransisco tidak ada di sampingnya.


"Frans masih bekerja, ya?" Gumam Aphrodite. Ia menatap jam di dinding yang kini menunjukkan pukul dua dini hari.


"Ini sudah sangat larut, apakah Frans masih bekerja? Aku harus mengeceknya." Aphrodite keluar dari kamarnya, melangkah menuju ruang kerja Fransisco untuk mengecek keadaannya. Namun langkahnya terhenti begitu rasa haus lebih menyita perhatiannya.


"Aku sepertinya lebih baik minum dulu setelah itu mengecek Frans."


Aphrodite pergi ke ruang dapur untuk mengambil minum sebelum akhirnya ke ruang kerja Fransisco guna mengecek suaminya.


Aphrodite meletakkan gelas di tangannya ke atas meja. Sejurus berikutnya ia melangkah menuju ruang kerja Fransisco untuk mengeceknya.


"Frans?" Panggilnya pelan seraya mendorong pintu itu ke arah dalam, tapi begitu pintu itu terbuka dan dirinya berdiri di ambang pintu masuk. Aphrodite mendapati Fransisco yang kini terduduk di kursinya dalam keadaan tertidur pulas, bertengger pada meja kerjanya dengan lengan sebagai alas pengganti bantal.


"Aku kira dia masih terjaga, tapi ternyata dia ketiduran di sini."


Aphrodite menghampiri Fransisco, menatap wajah tampannya yang tampak begitu tenang. Aphrodite mengguncang pelan bahu Fransisco berusaha membangunkannya dan memintanya untuk pindah tidur di kamar.


"Frans…" panggilnya kembali mengguncang bahu Fransisco tapi pria itu masih tertidur lelap, bahkan sama sekali tidak terusik dengan suara Aphrodite sama sekali.


"Kau pasti sangat lelah karena baru saja masuk sudah banyak sekali pekerjaan yang harus kau urus." Aphrodite bergumam pelan.


"Aku tidak mungkin bisa memindahkan mu ke kamar seperti kau memindahkan ku." Aphrodite tersenyum tipis. Ia lantas keluar sebentar, mengambil selimut yang ada di kamarnya guna menyelimuti Fransisco. Menurunkan sedikit suhu AC agar Fransisco lebih nyaman. Setelah itu Aphrodite kembali ke kamarnya, ia tidak ingin mengganggu tidur Fransisco yang pulas.


Ia memutuskan untuk tidur agar besok ia bisa bangun pagi dan kembali beraktivitas, menyiapkan segala keperluan Fransisco sebelum berangkat kerja besok pagi.

__ADS_1


"Aku harus tidur dan memulihkan seluruh energi ku untuk besok. Aku harus bangun pagi-pagi sekali agar Frans tidak terlambat pergi bekerja," gumamnya pelan seraya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lalu berusaha tidur.


...***...


__ADS_2