
...***...
"Ma-mama?" Beo Aphrodite terbata. Ia tak menyangka jika wanita yang di lihatnya itu adalah mama dari seorang Fransisco Shankara.
Fanny Ghassani, atau yang dulu di sebut Fanny Shankara. Adalah ibu dari Fransisco. Bekerja sebagai seorang aktris sejak sebelum menikah dengan Antonio yang notabene nya adalah seorang salah satu pengusaha ternama yang sukses di usia yang masih muda.
Fanny adalah seorang ibu yang baik hati, penyayang, dan perhatian terhadap putranya. Hanya saja kesibukannya sebagai seorang aktris membuat ia sering kali lupa akan Fransisco yang mana merupakan putra semata wayangnya. Fanny terkadang terlalu sibuk mengurus pekerjaan nya, apalagi setelah perceraian nya dengan Antonio, membuatnya semakin jarang memperhatikan Fransisco.
Fanny memiliki tubuh yang tinggi dengan kulit putih bersih yang mulus. Wajahnya di hiasi dengan kerutan pertanda bahwa ia sudah tidak lagi muda.
Sejak perceraian nya dengan Antonio, Fanny belum lagi menikah dan memutuskan untuk melajang dan menikmati kehidupan nya sebagai seorang selebritis yang lebih banyak menghabiskan waktu bekerja nya di luar negeri.
Tiba di sana, Fransisco segara memeluk mama nya. Melayangkan kecupan di pipi kiri dan kanan nya.
"Halo sayang, lama tidak jumpa. Bagaimana kabarmu huh?" Wanita itu memeluk putranya erat. Ia benar-benar rindu pada pria yang berstatus putra semata wayangnya itu.
"Aku juga merindukan mama," sahut Fransisco tepat di telinga Fanny yang berhiaskan anting-anting mahal seharga ratusan juta dollar.
"Bagaimana keadaan mu?" Ia melerai pelukannya dan menatap Fransisco lekat.
"Aku sehat. Bagaimana dengan mama?"
"Mama juga sehat. Mama segera datang begitu mendengar jika kau akan menikah, apakah itu benar?"
"Iya. Aku akan menikah."
"Tapi kenapa kau tega sekali pada mama? Kenapa kau tidak memberitahu mama lebih dulu? Huh?"
"Itu karena mama terlalu sibuk dengan pekerjaan mama. Dan di tambah lagi, papa yang melarang ku untuk menghubungi mama lebih dulu. Kata nya biar papa saja yang memberitahukan ini pada mama sendiri."
"Ah dasar si tua bangka itu. Ia tetap saja menyebalkan," gerutu nya kesal.
"Bagaimana pun, papa dan mama pernah bersama kan?"
__ADS_1
"Ah ya. Kau benar sayang. Tapi mama tidak habis pikir, kenapa mama dulu mau menikah dengan orang menyebalkan seperti dia yang hanya bisa mengurusi pekerjaan nya saja."
"Haha."
"Sudahlah. Jangan bahas tentang papamu."
"Ya. Oh omong-omong kapan mama tiba?"
"Kemarin malam sebenarnya mama sudah tiba. Hanya saja karena sudah larut malam mama sengaja tidak menghubungi mu atau papamu karena mama tahu, kalian pasti sibuk bekerja. Karena kalian itu ayah dan anak sama-sama gila kerja."
"Mama juga sama seperti aku dan papa. Sama-sama gila kerja. Bahkan mama jarang sekali menghubungi ku," kata Fransisco tersaya tersenyum menyindirnya.
"A-ah ya. Kau benar. Tapi mama tidak bisa menghubungimu karena akhir-akhir ini banyak sekali tawaran bermain film yang kebanyakan di lakukan di tempat-tempat yang kurang mendukung signal. Jadi sulit untuk bisa berkomunikasi. Apalagi denganmu yang tinggal di luar negeri sayang."
"Ya sudahlah. Ayo masuk, papa pasti sudah menunggu kedatangan mama sejak tadi."
"Mana mungkin si tua bangka menyebalkan itu menunggu mama. Dia saat ini pasti sedang duduk tenang di dalam ruangannya. Duduk sambil ongkang-ongkang kaki dan membaca koran dengan di temani dengan secangkir kopi."
"Hahaha, mama tahu saja."
"Oh ya, biar aku kenalkan mama pada calon istriku. Ayo!" Fransisco berjalan memimpin di depan, sedang kan Fanny berjalan mengekor di belakang nya dengan di temani oleh manajer nya.
Mereka melangkah menghampiri pintu masuk di sana, dan berhenti tepat di depan Aphrodite yang sejak tadi hanya diam terpaku seraya menatap ke arah mereka disana.
Aphrodite sebelumnya tidak pernah bertemu dengan Fanny karena yang ia tahu, sejak awal pertemuannya dengan Fransisco. Pria itu sejak dulu hanya tinggal berdua dengan Antonio. Tanpa pernah bertanya mengenai mama dari seorang Fransisco.
"Ah, ma. Kenalkan, ini adalah Aphrodite. Dia adalah calon istriku yang sebentar lagi akan menjadi menantumu," tutur Fransisco memperkenalkan.
Fanny terdiam sesaat memperhatikan Aphrodite dari atas sampai bawah. Ia lantas mengangguk-angguk kan kepala nya menanggapi penampilan nya.
"Oh, dan Aphrodite. Ini adalah mama ku yang sebentar lagi akan menjadi ibu mertua mu," Fransisco beralih pandang ke arah Aphrodite di sana.
"A-ah, salam kenal nyonya Shankara," Aphrodite tersenyum ke arahnya seraya menyodorkan tangannya ke arah Fanny.
__ADS_1
"Oh. Haha, jangan panggil begitu. Panggil aku mama, dan… tanpa Shankara! Aku bukan lagi bagian dari keluarga Shankara. Statusku hanya ibu dari Fransisco dan bukan lagi istri dari Antonio," Fanny menjabat tangan Aphrodite seraya terkekeh pelan saat mendengar ucapan Aphrodite yang cukup menggelitik baginya.
"Oh baiklah, aku mengerti," tutur Aphrodite seraya tersenyum.
"Omong-omong kau cantik, dan… cocok untuk Fransisco ku yang tampan," puji Fanny sembari beralih pandang ke arah Fransisco yang kini tersenyum menanggapi ucapan dari Fanny.
"Kalau begitu ayo masuk. Kita bicara di dalam," kata Fanny.
"Iya," sahut Aphrodite.
Mereka lantas beranjak menuju arah pintu masuk di sana.
Tiba di dalam, Fanny langsung di sambut oleh mantan kepala maid nya. Wanita itu masih ramah dan hangat terhadap dirinya walaupun dia sudah tidak lagi berstatus sebagai nyonya di rumah tempatnya bekerja.
Kepala maid nya itu membawa mereka menuju tempat dimana Antonio berada. Ia membawa mereka ke ruang tamu yang letaknya tak jauh dari pintu masuk itu berada.
Tiba di ruang tamu, mereka mendapati seorang pria yang tengah duduk seraya menyesap kopi nya dengan di temani oleh seorang wanita dan remaja pria yang duduk di salah satu sofa kosong lain di sana.
"Kalau begitu saya permisi. Saya akan membuatkan minuman untuk semuanya," tutur maid yang telah mengantar nya menuju ruangan itu.
"Baik. Terima kasih telah mengantarkan ku sampai di sini," Fanny tersenyum senang ke arahnya.
"Bukan masalah nyonya. Kalau begitu saya permisi," pamitnya seraya beranjak pergi dari sana.
Mendapati mantan istri nya yang tiba di sana, seketika membuat atensi Antonio yang tengah duduk bersama dengan Helen dan Erland di sana dalam seketika beralih menatap ke arahnya.
"Huh? Kalian sudah tiba?" Ucap Antonio seraya menatap nya.
"Lama tak jumpa mantan suamiku," sapa Fanny pada Antonio disana.
"Ya, sudah lama semenjak kunjungan mu terakhir," Antonio menanggapi.
Fanny, Aphrodite dan Fransisco kemudian beranjak menghampiri sofa kosong disana. Fransisco dan Aphrodite duduk bersebelahan dengan Helen.
__ADS_1
...***...