
...***...
CEKLEK!
Fransisco mendorong pintunya ke arah dalam membuatnya dapat dengan mudah masuk ke dalam mansion.
Perlahan ia melangkahkan kakinya melewati ruang tamu setelah ia menutup rapat pintu keluar. Ia berjalan menuju lantai dua, hendak mengecek Aphrodite dan memastikan apakah dia telah bangun atau belum. Tapi belum sempat dirinya tiba di anak tangga, seorang maid sudah lebih dulu menyapa dirinya.
"Tuan muda," sapa wanita yang tampaknya baru saja selesai melakukan tugasnya itu. Ia sedikit membungkuk memberi hormat padanya.
"Ah, kebetulan aku bertemu denganmu. Aku ingin bertanya, apakah Aphrodite sudah bangun atau belum?"
"Nona, sudah bangun tuan. Saat ini beliau tengah berada di ruang makan bersama dengan Cammy dan Giza."
"Benarkah?"
"Iya tuan."
"Sejak kapan dia bangun, apakah sudah sejak tadi?"
"Nona baru saja bangun, mungkin sekitar lima atau sepuluh menit yang lalu."
"Ooh, begitu. Kalau begitu terima kasih telah memberitahuku."
"Baiklah tuan. Kalau begitu saya permisi."
"Iya." Fransisco berbalik. Ia lantas melangkah mengganti arah yang di tujunya menunju ruang dapur. Hendak menemui Aphrodite yang katanya baru saja bangun dan saat ini tengah berada di ruang dapur dengan di temani oleh Cammy dan Giza.
"Aphrodite?" Panggil Fransisco seraya melangkah menuju ruang dapur. Fokus Aphrodite yang tengah terduduk di meja makan di ruang dapur seketika tersita oleh suaranya yang berteriak memanggil namanya, menginterupsi gendang telinganya membuat perhatiannya tersita pada dirinya yang baru saja tiba di ruang dapur dengan raut wajah yang tampak amat ceria.
Fransisco berjalan menghampiri Aphrodite yang kini terduduk di meja makan dengan hidangan yang begitu banyak di hadapannya.
"Kau sudah pulang?" Gumam Aphrodite seraya menoleh ke arahnya.
"Iya. Aku baru saja tiba. Ternyata kau memang sudah bangun, ya." Fransisco mengambil duduk tepat di salah satu kursi kosong yang tersedia di sana.
"Ya, seperti yang kau lihat," sahut Aphrodite yang kembali memasukkan makanan di tangannya ke dalam mulut.
"Kau sedang menikmati hidangan pengganti makan siang mu?"
"Begitulah. Kau mau?" Tanyanya Aphrodite.
"Tidak, terima kasih. Omong-omong bagaimana tidur siang mu? Apakah nyenyak?"
__ADS_1
"Begitulah. Eh, kau sebenarnya baru pulang darimana? Kenapa kau tampak sangat senang? Apakah ada sesuatu yang membuatmu senang?"
"Oh itu. Kau ingin tahu?"
"Aku hanya bertanya saja karena itu sedikit aneh bagiku. Tadi pagi kau tidak seceria ini."
"Aku baru saja menyiapkan sebuah kejutan untuk mu."
"Kejutan?"
"Ng." Fransisco menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.
"Kejutan apa?" Aphrodite mengerutkan keningnya.
"Bukan kejutan namanya kalau aku memberitahukan semuanya sekarang."
"A-ah… kau benar juga," gumam Aphrodite membenarkan ucapan Fransisco.
"Oh ya. Omong-omong kau tidak lupa dengan janji kita hari ini kan?"
"Maksudmu rencanamu yang ingin mengajakku keluar jam tiga sore ini?"
"Ternyata kau masih ingat."
"Ya, aku pikir kau akan lupa akan rencana kita begitu kau bangun tidur."
"Tidak mungkin. Lagipula aku ini tidur bukan bangun dari koma."
"Haha, aku benar juga. Kalau begitu setelah ini segera bersiaplah, ya? Kita pergi setelah kau selesai."
"Setelah selesai makan semua ini?" Aphrodite memperjelas kalimat Fransisco.
"Iya. Setelah kau menyelesaikan acara makan mu, kita langsung berangkat."
"Baiklah."
"Kalau begitu aku akan bersiap lebih dulu. Kau habiskan semuanya saja dulu, ya?"
"Iya."
"Aku ke kamar duluan." Pamitnya. Detik berikutnya Fransisco beranjak bangun dari tempat duduknya, melangkah pergi dari ruang dapur. Meninggalkan Aphrodite bersama dengan Giza dan Cammy yang sejak tadi menunggunya hingga selesai makan.
Sepeninggalan Fransisco, Aphrodite termenung sejenak. "Apa sebenarnya yang telah di siapkan Frans untukku?" Gumamnya pelan. Aphrodite mengerutkan keningnya, ia penasaran dengan apa sebenarnya yang telah di persiapan oleh Fransisco untuk dirinya.
__ADS_1
...*...
"Ugh!" Aphrodite geram dibuatnya. Entah sudah berapa menit dirinya di sibukkan berkutat dengan resleting dress up belakang yang di kenakan olehnya. Ia baru saja selesai mandi dan saat ini tengah bersiap untuk pergi. Aphrodite saat ini tengah mengenakan dress up berwarna hitam yang kini resletingnya tengah sangat sulit untuk ia naikkan.
CEKLEK!
Pintu kamarnya tiba-tiba di buka dari arah luar, membuat Aphrodite tersentak dan spontan menoleh ke arah datangnya suara. Di ambang pintu sana dirinya mendapati Fransisco yang kini berdiri seraya memandang ke arahnya.
"Aku hanya ingin membawa ponselku," jelas Fransisco.
"Oh, ya. Silahkan," sahut Aphrodite.
"Jangan hiraukan aku," ujar Fransisco yang kemudian menghampiri nakas kecil dekat ranjang tidurnya, meraih ponselnya yang tergeletak di atas sana. Sementara itu, Aphrodite kembali di sibukkan menaikkan resleting gaunnya. Sialnya ia masih tidak bisa menaikkan resletingnya yang macet. Fokus matanya menatap ke arah pantulan dirinya di cermin.
Fransisco bersiap untuk melangkah pergi, keluar dari dalam sana. Tapi perhatiannya tersita begitu mendapati Aphrodite yang tampak kesulitan menaikkan resleting gaunnya.
Tanpa banyak bicara, Fransisco kemudian menghampiri Aphrodite. Berdiri tepat di belakangnya dan membantunya menaikkan resleting nya yang macet. Aphrodite tersentak di buatnya. Ia menoleh menatap Fransisco yang kini tampak tenang dan masih fokus membantunya.
"Sudah," tuturnya seraya memegangi kedua pundak Aphrodite. Menatap wajah wanita itu lewat pantulan cermin yang ada di hadapannya. Aphrodite tertegun, ia diam tak bisa berkata-kata. Sementara itu, kedua matanya menatap balik Fransisco yang kini masih berdiri di belakangnya seraya tersenyum simpul padanya. "Lain kali, kalau kau membutuhkan bantuan, bilang saja padaku. Jangan sungkan, karena sekarang aku bukan lagi orang lain bagimu. Sekarang aku sudah menjadi suamimu," gumam Fransisco.
"Kau mengerti?" Tanya Fransisco memastikan, Aphrodite tersentak dibuatnya. Ia seketika tersadar dari lamunannya.
"Eh? Ah, ya… terima kasih," tuturnya.
"Kalau begitu kau lanjutkan persiapan mu. Aku akan menunggu di luar."
"Ya."
Fransisco beranjak pergi dari sana, melangkah menuju pintu keluar. Meninggalkan Aphrodite yang kini masih terdiam di tempatnya seraya menatap Fransisco dari arah belakang. Memperhatikan punggung pria itu hingga sosoknya benar-benar hilang di balik pintu keluar.
"Frans… kau benar-benar orang yang baik." Aphrodite membatin.
Detik berikutnya fokus Aphrodite beralih pada kegiatannya. Ia kembali fokus pada persiapannya. Setelah selesai bersiap, Aphrodite lantas beranjak pergi dari kamarnya. Melangkah keluar, hendak menemui Fransisco yang sejak tadi tengah menunggunya di lantai bawah.
"Kau sudah siap?"
"Ya. Maaf kalau aku membuatmu menunggu lama."
"Tidak masalah. Sekarang ayo kita berangkat."
"Ayo."
Fransisco meraih tangan Aphrodite, menggandengnya menuju pintu keluar. Tiba di luar, Fransisco dan Aphrodite segera memasuki mobil yang sejak tadi sudah terparkir di dekat tangga. Fransisco lalu melajukan mobilnya.
__ADS_1
...***...