Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Giza


__ADS_3

...***...


"Aphrodite?!" Teriak Fransisco yang bergegas berlari menghampirinya yang saat ini tengah di serang oleh seorang wanita yang entah siapa.


Fransisco menghampirinya, berusaha menghentikan wanita itu yang terus menyerang Aphrodite. Tapi bukannya berhenti, wanita itu malah semakin gencar menyerangnya.


Fransisco memeluk Aphrodite untuk melindunginya, membuat wanita itu beralih menyerangnya.


BUGH! BUGH! BUGH!


Roti itu terus menghantam tubuhnya keras. Wanita itu tak berhenti menyerang mereka.


"Voleur!!" Pekiknya keras sembari terus menyerangnya.


...*...


"Avez-vous entendu que?" Ucap Bertha pada Cammy dan maid lainnya yang saat ini tengah duduk di paviliun seraya menikmati jam istirahat mereka.


(Avez-vous entendu que?/ Apakah kalian mendengar itu?)


"Quoi?" Tanya Cammy dengan raut wajah bingung.


(Quoi?/ Apa?)


Bertha terdiam sementara kedua telinganya berusaha untuk memperjelas suara yang didengarnya. Cammy dan yang lainnya ikut terdiam berusaha untuk menangkap suara yang di dengar oleh Bertha, dan begitu mereka mendengar suaranya mereka seketika membulatkan matanya.


"N'est-ce pas la voix de Giza?" Gumam Cammy pada yang lainnya.


(N'est-ce pas la voix de Giza?/ Bukankah itu suara Giza?)


Mendengar ucapan Cammy, teman-temannya yang lain menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Huft~" Bertha menghela napasnya kasar. Bergegas ia bangun dari tempat duduknya. Berjalan menuju mansion utama dengan di ikuti oleh Cammy dan yang lainnya dari arah belakang. Mereka penasaran dengan apa yang tengah terjadi.


Di sisi lain, wanita itu—Giza. Yang semula menyerang Aphrodite terus memukul tubuh Fransisco yang berusaha melindunginya. Wanita itu menghantam nya berulang kali dengan menggunakan roti di tangannya. Bahkan akibat ulahnya, tekstur roti itu berubah yang awalnya keras menjadi lembek.

__ADS_1


BUGH! BUGH! BUGH!


Giza terus menghajarnya. Ia terus berteriak menganggap mereka adalah maling yang menyusup masuk ke mansion yang di tempati nya.


"GIZA!" Pekik Bertha begitu tiba di sana. Wanita itu menoleh ke arah Bertha.


"Uh, madame? Mereka adalah pencuri yang menyusup masuk kemari! Cepat bantu aku menangkapnya!" Teriaknya dengan menggunakan bahasa Prancis. Tangannya tak berhenti menghantam tubuh Fransisco.


"Astaga! Apa yang kau lakukan! Hentikan!" Pekik Bertha seraya merebut paksa roti di tangannya. Giza yang malah di marahi itu lantas menatap Bertha dengan raut wajah terkejut.


"H-huh? Apa yang anda lakukan madame? Mereka adalah pencuri yang menyusup masuk hendak mengambil barang-barang di sini!" Tukas Giza.


"Berani sekali kau menuduh seperti itu! Beliau adalah tuan muda dan nona yang aku beritahukan akan datang kemari untuk berbulan madu!" Bentaknya kesal.


"E-eh?" Giza tertegun. Ia menatap ke arah Bertha dengan raut wajah terkejut. Berikutnya ia beralih pandang pada Fransisco dan Aphrodite yang baru saja di serangnya. Giza memperhatikan mereka dari atas sampai bawah.


"Oh astaga, aku membuat kesalahan besar," gumam nya seraya menutup mulutnya dengan mata terbelalak.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Fransisco pada Aphrodite yang kini di peluknya. Aphrodite mendongak menatapnya. Wajah mereka berada pada posisi yang sangat berdekatan satu sama lain.


"I-iya, aku baik-baik saja," gumam Aphrodite seraya mengangguk kan kepalanya pelan. Ia lantas memalingkan wajahnya ke arah lain, enggan untuk bertatap langsung dengan Fransisco. Rasanya masih amat canggung baginya harus bertatapan seperti saat ini dengannya.


"Bertha, siapa wanita ini?" Tanya Fransisco dengan raut wajah kesal mendelik ke arah Giza kemudian menatap Bertha meminta penjelasan.


"Maafkan saya tuan, saya benar-benar tidak tahu bahwa anda adalah tuan muda yang akan datang kemari." Giza membungkukkan tubuhnya, wajahnya memerah. Ia benar-benar malu karena telah menyerang pria yang seharusnya ia sambut dengan penuh kehangatan itu.


Fransisco meliriknya sekilas, tanpa melontarkan sepatah katapun, ia beralih memandang Bertha meminta penjelasan.


"Maaf tuan, dia adalah maid baru. Dia baru bekerja selama sebulan di sini, dan dia ini cukup ceroboh," tutur Bertha menjelaskan.


"B-benar. Saya benar-benar minta maaf atas kecerobohan saya tuan." Giza masih membungkukkan tubuhnya.


"Kau baru saja datang dan langsung menyerang istriku dengan sangat brutal, lalu kau menuduh istriku sebagai pencuri?! Oh astaga, kau benar-benar—"


"Sudahlah, tidak apa-apa Frans." Aphrodite memotong, membuat fokus Fransisco beralih padanya. "Jangan marahi dia, lagipula tampaknya dia hanya bersikap siaga agar tidak ada orang yang berani menyelusup ke dalam mansion ini. Seharusnya kau senang mendapatkan pegawai seperti dia," gumam Aphrodite.

__ADS_1


Fransisco melongo mendengar nya. "Apa kau bilang? Aku harus senang? Oh yang benar saja. Aphrodite, dia baru saja menyerang mu. Seharusnya kau marah padanya. Bagaimana kalau tadi kau terluka akibat ulahnya?"


"Tidak akan, lagipula siapa yang akan terluka kalau hanya di pukul dengan roti?" Tanya Aphrodite seraya tersenyum simpul menatap roti di tangan Bertha yang kini menjadi tidak berbentuk. Roti itu terbelah menjadi dua. Dan lantai yang semula bersih, kini di penuhi dengan remahan roti.


"Apakah kau tidak kesal padanya?"


"Tidak, tampaknya dia gadis yang baik. Jadi aku harap kau juga mau berhenti memarahinya dan maafkan dia."


"Huft~ oke, aku akan memaafkannya. Tapi aku melakukan ini karena kau yang memintanya ya? Aku masih kesal atas kecerobohan nya!"


"Iya," tutur Aphrodite seraya tersenyum tipis.


Fransisco menoleh pada Giza yang kini masih dalam posisi yang sama.


"Oke. Aku akan memaafkan mu untuk kali ini," tuturnya pada wanita itu.


"Eh?" Giza mendongak dengan raut wajah bingung menatap Fransisco.


"Maaf tuan, tapi dia tidak bisa berbahasa Inggris," ujar Bertha memberitahu.


"Aku akan memaafkan mu untuk kali ini!" Ulang Fransisco dalam bahasa Prancis berusaha membuat wanita itu mengerti.


"A-ah, terima kasih tuan." Giza berbicara dalam bahasa Prancis sembari tersenyum senang mendengar Fransisco yang telah memaafkan dirinya.


"Sekarang kau boleh pergi!" Tutur Fransisco padanya.


"Oh, baiklah." Giza berbalik. Berjalan menghampiri kantong plastik yang semula ditaruhnya di sana. Ia lalu meraih keduanya dan membawa kantong itu masuk ke rumah.


"Jangan lupa kau bereskan semua kekacauan ini!" Tegasnya membuat Giza terdiam sejenak dan menoleh kearah Fransisco yang baru saja berucap.


"Baik tuan," tuturnya seraya menganggukkan kepalanya. Giza beranjak pergi meninggalkan Fransisco bersama yang lainnya.


"Kalian sedang apa di sini? Cepat kembali!" Bertha mengusir Cammy dan semua crew nya yang lain.


"O-oh, baik madame." Cammy menyahut. Ia lantas berbalik dan pergi bersama dengan yang lainnya. Menyisakan Aphrodite, Fransisco, dan Bertha bertiga disana.

__ADS_1


"Kalian tidak apa-apa?"


...***...


__ADS_2