Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Twins 11 - Give me a chance


__ADS_3

"Kau ingin tahu, apa kekuranganmu?"


"Apa?"


"Kau terlalu sempurna," tukasnya penuh penekanan. Aphrodite berlalu meninggalkan Frans yang terdiam tak bisa berkata-kata.


"Terlalu sempurna adalah kekuranganku? Aku tidak mengerti." Frans mengerutkan kening.



...*...


"Aku mohon, tidak bisakah paman berikan aku sedikit waktu lagi untuk mengumpulkan uang agar bisa melunasi semua utangku?" Aphrodite memohon dengan sangat pada lelaki yang duduk terhenyak di sofa berlengan dihadapannya.


Tatapan matanya datar, nyaris tanpa kata ekspresi. Ia hanya diam tanpa suara menatap Aphrodite yang memohon dihadapannya.


Antonio Shankara, meraih cangkir kopi miliknya lalu diseruputnya pelan. Ia tampak begitu menikmati minumannya.

__ADS_1


Tukk!


Ditaruhnya cangkir itu ke atas meja kaca yang ada dihadapannya. "Aku sudah memberikanmu banyak kesempatan untuk melunasi semua utang yang kau miliki. Aku juga sudah memberikanmu banyak waktu, tapi apa yang kau lakukan justru malah menyia-nyiakan semua kesempatan yang telah aku berikan. Kau sudah membuat kesabaranku habis, dan sesuai perjanjian. Sebagai separuh bayaran atas utangmu, aku mengambil rumahmu. Setelah itu kau hanya perlu membayar separuhnya lagi."


Antonio menolehkan wajahnya pada Aphrodite. Setiap kata yang terlontar keluar dari mulutnya bernada dingin, dan penuh penekanan.


"Tapi…"


"Sudah cukup aku bersikap lembut pada kau dan keluargamu! Sekarang aku muak. Lunasi semua utang kalian hari ini juga!"


"Aku mohon, berikan aku waktu, paman. Aku janji akan melunasi semua utangnya."


"Tidak! Aku tidak akan pergi sebelum paman mau memberikanku waktu."


"Kau pikir, kau siapa berani menentang ucapanku?! Bawa dia pergi dari rumah ini!" Lelaki itu memerintahkan anak buahnya menyeret Aphrodite keluar dari rumah.


Dua orang pria menghampiri Aphrodite dan menariknya keluar dari ruangannya. Aphrodite meronta, ia berusaha membebaskan dirinya walau tubuhnya terus terseret.

__ADS_1


"Aku mohon, berikan aku kesempatan untuk… argh…" Aphrodite meringis kesakitan saat perutnya mendadak terasa sakit. Kedua pria itu spontan berhenti dan melepaskan Aphrodite yang kini terduduk di lantai sambil memegangi perutnya. Ia meringis menahan sakit yang mendadak datang tanpa aba-aba.


Antonio bangun dari duduknya. Berdiri di hadapan Aphrodite dengan seringai jahat di wajahnya.


"Kau pikir aku akan merasa kasihan dan luluh dengan kau berpura-pura kesakitan seperti ini? Itu tidak bekerja untukku." Ia berlalu, menendang sedikit tubuh Aphrodite yang dilewatinya.


Aphrodite meringis, tapi ia tak menyerah. Segera ia bergerak menahan langkah Antonio.


"Aku mohon, berikan aku sedikit waktu lagi. Aku janji, akan secepatnya melunasi semua utang yang papa miliki." Aphrodite menangis, tangannya meremat celana panjang yang di pakai Antonio.


Lelaki itu berhenti, ia menunduk menatap Aphrodite yang wajahnya berlinang air mata.


"Aku mohon." Kalimat itu kembali terucap dari bibirnya dengan suara bergetar.


Antonio menghela napas kasar. Ia sebenarnya lelah dengan janji-janji dari Aphrodite yang semuanya hanya omong kosong. Tapi yang membuatnya lebih lelah adalah bertengkar dengan wanita keras kepala yang satu ini.


Antonio tidak akan bisa tenang kalau Aphrodite masih ada di sini, Aphrodite adalah wanita yang gigih dan tidak mudah menyerah. Kalaupun gagal, ia akan terus mencoba.

__ADS_1


...***...


__ADS_2