Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Let's go to the supermarket


__ADS_3

...***...


"Baiklah, jadi darimana kita harus mulai?" Tanya Aphrodite pada Bertha yang kini hendak membantunya untuk belajar memasak. Saat ini mereka berdua sedang ada di dapur, tengah bersiap untuk memulai pelajaran pertama. Sementara Aphrodite sibuk di dapur, beda halnya dengan Fransisco yang kini sedang asyik bermain golf di lapangan depan rumah bersama dengan Adrien dan beberapa pelayan pria yang lain, ada juga beberapa maid yang senantiasa membantu dan menuruti perintahnya.


"Tampaknya saya harus pergi ke supermarket lebih dulu, nona. Karena persediaan di kulkas tidak terlalu lengkap. Di tambah lagi, tuan meminta saya untuk membuatkan makan siang yang mewah dengan bahan dan cara masak yang cukup rumit."


"Oh, begitu ya. Tapi kau jadi, kan mengajariku memasak?"


"Tentu nona, tapi sebelum itu… saya harus pergi ke supermarket lebih dulu untuk membeli bahan-bahannya. Oh, nona ingin membuat masakan apa untuk pelajaran pertama ini? Biar saya belikan bahan-bahannya."


"Ng… aku rasa itu kurang bagus. Bagaimana kalau aku ikut denganmu?"


"Ikut, nona?"


"Ya. Aku akan ikut denganmu."


"Tidak-tidak. Nanti tuan muda bisa marah pada saya. Apalagi tuan hanya memberikan izin pada saya untuk mengajari anda memasak saja, bukan keluar."


"Oh ayolah… lagipula, kita kan ke supermarket untuk belanja bahan-bahannya. Kita kan tidak pergi jalan-jalan. Jadi, boleh ya?"


"Bagaimana kalau tuan marah?"


"Tidak akan. Dan lagi… aku juga, kan harus tahu bagaimana bahan makanan yang bagus dan yang tidak. Jadi bagaimana aku bisa mulai memasak kalau aku sendiri tidak tahu bahan yang baik untuk makanan yang akan aku buat?"


"Ah… ada benarnya juga apa yang dibicarakan oleh nona," gumam Bertha membenarkan ucapannya. Aphrodite tersenyum senang menanggapi Bertha yang satu pemikiran dengannya.


"Bagaimana? Boleh ya?"

__ADS_1


"Tapi tetap saja, nona harus meminta izin lebih dulu pada tuan."


"Kau tenang saja, nanti aku minta izin padanya."


"Baiklah kalau begitu, mari pergi."


"Oh, tunggu sebentar. Aku akan mengganti pakaianku dulu sebelum pergi. Kau tunggu dulu di sini, ya?"


"Baiklah, kalau begitu," sahut Bertha yang kemudian duduk di kursi kosong yang ada disana setelah Aphrodite memintanya untuk duduk sementara ia pergi dan mengganti pakaian nya.


Aphrodite beranjak pergi dari tempatnya saat ini. Melangkah menuju lantai dua tempat dimana kamarnya berada. Aphrodite membuka pintu dan segera mencari pakaian untuk ia kenakan sebelum ia pergi bersama dengan Bertha menuju supermarket. Begitu menemukan pakaian yang cocok, Aphrodite kemudian keluar dari dalam kamarnya dan turun kembali ke lantai bawah untuk menemui Bertha.


"Ayo," tutur Aphrodite begitu tiba tepat di hadapannya. Ia sudah siap dengan pakaian yang baru saja di gantinya.


"Baiklah, mari," kata Bertha sembari bangun dari tempat duduknya. Melangkah menuju pintu keluar.


"Madame!" Tiba-tiba seorang wanita berteriak, membuat fokus Aphrodite dan Bertha beralih ke arah datangnya suara. Dan di sana mereka mendapati Giza yang kini berjalan menghampiri dirinya.


"Giza? Oh, quelle coïncidence vous êtes ici. Je veux demander votre aide," tutur Bertha begitu Giza berada tepat di hadapannya.


(Giza? Oh, quelle coïncidence vous êtes ici. Je veux demander votre aide,/ Giza? Oh, kebetulan sekali kau ada di sini. Aku ingin meminta bantuan mu)


"Aider, madame?" Ulang Giza yang menatap Bertha memastikan bahwa apa yang di dengarnya itu benar.


(Aider, madame?/ Bantuan, nyonya?)


"Oui," sahut Bertha mengiyakan.

__ADS_1


(Oui/ iya—dalam bahasa Prancis)


"Comment puis-je aider, madame?" Tanya Giza yang tampak tak keberatan di mintai tolong oleh Bertha. Sementara keduanya berbincang, beda halnya dengan Aphrodite yang hanya bisa diam dan menyimak pembicaraan mereka tanpa mengerti sama sekali apa yang tengah mereka bicarakan.


(Comment puis-je aider, madame?/ Apa yang bisa saya bantu, nyonya?)


"Nous allons au supermarché, pouvez-vous nous accompagner et nous aider à porter les choses que nous avons achetées?" Tanya Bertha. Giza yang mendengarnya kemudian tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. Ia kemudian menjawab "oui" sebagai pertanda bahwa ia menyetujui permintaan tolong nya.


(Nous allons au supermarché, pouvez-vous nous accompagner et nous aider à porter les choses que nous avons achetées?/ Kita pergi ke supermarket, bisakah kamu ikut dengan kami dan membantu kami membawa barang-barang yang kami beli?)


"Oke, kalau begitu mari kita berangkat, nona," ucap Bertha yang kemudian mengalihkan pandangannya pada Aphrodite yang kini berdiri tepat di sampingnya.


"Baiklah, ayo," sahutnya. Aphrodite, Bertha, dan Giza kemudian berjalan menghampiri mobil. Mereka duduk bersama di dalam sana. Bertha duduk bersama sang supir sementara Aphrodite duduk dengan Giza di jok belakang. Sebelum pergi, Aphrodite meminta pada salah satu maid yang tidak sengaja lewat di sana untuk meminta menyampaikan pesannya pada Fransisco yang tengah asyik bermain golf. Baru setelahnya mereka berangkat menuju supermarket untuk berbelanja.


Aphrodite terdiam. Jujur ia tidak nyaman berada dalam posisi seperti saat ini. Bukannya apa-apa, tapi sejak mobilnya melaju keluar dari dalam gerbang mansion, wanita di sampingnya terus menatapnya lekat.


Ya… siapa lagi kalau bukan Giza? Wanita itu kini memandanginya lekat, Aphrodite benar-benar merasa tidak nyaman dibuatnya.


Aphrodite memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia ingin protes dan memintanya untuk berhenti menatapnya, tapi ia berada dalam posisi yang serba sulit. Aphrodite tidak bisa berbahasa Prancis, begitu pula dengan Giza yang tidak bisa berbahasa Inggris. Walaupun Aphrodite memintanya untuk berhenti menatapnya, wanita itu tak akan mampu mengerti apa yang tengah ia coba sampaikan. Sementara itu, Aphrodite enggan membuat Giza merasa tidak nyaman kalau ia meminta Bertha menerjemahkan kalimatnya ke dalam bahasa Prancis. Hal itu pasti akan membuat Giza merasa tidak enak dan akan sungkan untuk berdekatan dengannya lagi.


Bertha yang tadi fokus pada jalanan di hadapannya kemudian melirik sekilas pada Aphrodite dan Giza di belakang sana lewat kaca spion tengahnya. Tapi ia seketika kembali menoleh ke arah belakang saat menyadari Aphrodite yang tampak kurang nyaman dengan tatapan salah satu pegawai nya itu.


"Giza!" Panggil Bertha.


"Oh? Oui madame? Qu'est-ce que c'est?" Tanya Giza yang seketika mengalihkan perhatiannya pada Bertha yang baru saja menyerukan namanya. Giza menatap penuh tanya pada Bertha.


(Oh? Oui madame? Qu'est-ce que c'est?/ Oh? Ya, nyonya? Ada apa?)

__ADS_1


...***...


__ADS_2