Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Good day


__ADS_3

...***...


"Kau tahu? Hari ini adalah hari paling menyenangkan yang pernah aku alami sepanjang hidupku," tutur Fransisco di sana.


Aphrodite yang semula sibuk dengan makanan di hadapannya lantas beralih pandang pada dirinya.


"Huh? Kenapa?" Tanyanya dengan raut wajah bingung.


"Karena aku bisa menghabiskan waktu bersama denganmu seharian penuh, hanya berdua. Dan lagi, karena aku bisa cukup mengenalmu lebih dalam serta melihat kau tertawa lepas. Semuanya benar-benar membuatku bahagia." Fransisco tersenyum di sana menatap Aphrodite di hadapannya.


Saat ini dirinya tengah berada di dalam salah satu restoran lain. Mereka berdua sedang menikmati waktu makan malam mereka bersama-sama sebelum pulang ke rumah.


"Aku juga senang bisa menghabiskan waktu bersama denganmu, dan jalan-jalan di luar," sahut Aphrodite dengan suara pelan. Perkataannya itu berhasil membuat Fransisco semakin merekahkan senyumnya di sana.


"Benarkah?" Ucapnya sumringah.


"Iya. Tapi… kau jangan terlalu senang dulu. Karena bukan berarti aku akan menerima perasaanmu setelah ini," Aphrodite mengingatkan. Kali ini air muka Fransisco berubah murung.


"Ya, aku mengerti," sahut Fransisco dengan suara pelan. "Lagipula begini saja sudah cukup membuatku senang," Fransisco mendongak menatap Aphrodite di sana.


Aphrodite yang di pandangannya kini sibuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Oh, benar. Lalu… bagaimana dengan janjimu?" Tanyanya memastikan.


"Huh? Janji?" Fransisco mengerutkan keningnya. "Janji apa?" Tanyanya bingung.


"Kau lupa? Sebelum kita berangkat kau pernah berjanji jika kau tidak akan mengganggu aku lagi setelah ini kan?"


"A-ah ternyata… soal janji yang itu."


"Kau akan menepatinya kan?"


"Eh?"


"Kau akan menepatinya kan, jika kau tidak akan menggangguku lagi setelah ini? Kau kan sudah janji! Tidak mungkin kau ingkar kan?"


"A-ah ya, kau benar."


"Jadi kau akan menepatinya kan?"

__ADS_1


"Y-ya…" Fransisco tampak ragu di sana. Tapi bagaimana pun ia harus membuat Aphrodite yakin jika dirinya tidak akan pernah lagi mengganggunya. "Ya… aku tidak akan mengganggumu lagi," gumamnya pelan tapi dapat di dengar dengan sangat amat jelas oleh Aphrodite di sana.


"Bagus! Aku tahu, kau memang seorang pria sejati yang selalu menepati janjinya," Aphrodite mengulum senyum.


"Haha," Fransisco tertawa hambar di sana.


"Oh, ya. Ayo makan lagi," Aphrodite mengalihkan pembicaraan. Mereka lantas mulai disibukkan dengan makanan yang sejak awal sudah tersaji tepat di hadapan mereka. Keduanya menikmati waktu makan malamnya dengan perasaan aneh yang tiba-tiba muncul di antara mereka. Perasaan yang membuat mereka saling canggung satu sama lain.


...*...


Perlahan Fransisco memasukkan mobilnya ke dalam gerbang rumah Aphrodite. Ia mematikan mesin mobilnya begitu mereka tiba di depan pekarangan rumah nya.


Fransisco keluar bersamaan dengan Aphrodite di sana. Ia lantas berjalan menghampiri Aphrodite yang baru saja selesai menutup pintu mobilnya.


Sebelum beranjak masuk, Aphrodite berdiri di sana sebentar untuk mengucapkan terima kasih. Di tangannya, ia memegang beberapa paper bag berisi barang-barang yang semula di belikan oleh Fransisco untuk dirinya dan keluarga.


"Sekali lagi terima kasih karena kau sudah membawaku jalan-jalan, dan sekarang perasaan ku menjadi sedikit lebih baik," kata Aphrodite seraya menatap ke arahnya.


"Ya, sama-sama. Terima kasih juga karena kau sudah mau menerima ajakan dariku. Hari ini benar-benar berarti untukku," Fransisco tersenyum.


"Hm. Dan tampaknya mulai besok aku sudah bisa kembali bekerja."


"Iya, tentu saja. Karena aku tidak boleh libur terlalu lama, apalagi utang-utang keluarga ku pada keluarga mu masih sangat banyak dan sisa waktu ku juga tidak terlalu banyak. Jadi aku harus lebih giat lagi untuk bekerja agar aku bisa segera melunasi semuanya."


"Kalau begitu bagaimana jika besok aku mengantar mu ke kantor?"


"Tidak! Kau sudah berjanji jika kau tidak akan mengganggu aku lagi setelah hari ini. Jadi besok aku akan berangkat sendiri dan, ya… aku harap kita tidak bertemu lagi. Kalau begitu sampai jumpa," Aphrodite menepuk pelan lengan pria itu. Berbalik lantas melenggang pergi memasuki rumahnya.


Fransisco memutar tubuhnya, menghadap ke arah dimana wanita itu melangkah pergi meninggalkannya.


"Dite!" Panggilnya, membuat langkah kaki Aphrodite terhenti tepat di depan pintu masuk.


Aphrodite menoleh ke arah Fransisco yang baru saja memanggilnya. Untuk sejenak mereka beradu pandang.


"Selamat malam, semoga kau mimpi indah," ucap Fransisco lembut.


"Ya, kau juga," sahut Aphrodite datar. Ia lantas mendorong pintu masuk di sana. Tapi begitu pintu di hadapannya terbuka seketika ia di buat terkejut akan kehadiran Helen yang berdiri tepat di depan pintu masuk.


"Kau sudah pulang?!" Ucapnya dengan sedikit keras membuat Aphrodite terkejut.

__ADS_1


"Astaga! Mama!" Aphrodite memegangi dadanya, jantungnya sampai berdebar gara-gara terkejut.


Helen tak mengindahkan reaksi Aphrodite, ia melangkah ke luar. Melongok ke arah dimana mobil Fransisco terparkir di pekarangan rumahnya.


"Mama sedang apa di sini? Mama belum tidur?" Tanya Aphrodite seraya melirik mamanya. Helen beralih menatap Aphrodite di sana.


"Belum. Kau baru pulang?" Tanyanya ulang.


"I-iya," tutur Aphrodite dengan suara pelan.


"Ya, sudah kalau begitu masuk ke kamarmu dan istirahat."


"Baiklah," Aphrodite menatap Helen dengan raut wajah heran. Tidak biasanya wanita paruh baya yang menjadi mamanya itu bersikap seperti saat ini. Biasanya setiap kali ia pulang malam, Helen akan mengamuk-ngamuk padanya yang ujungnya malah menampar dirinya. Tapi ini… tampaknya wanita itu salah makan sesuatu. Atau mungkin Helen bersikap seperti ini karena ia tahu jika Aphrodite pergi bersama Fransisco? Entahlah Aphrodite heran di buatnya.


"Kalau begitu aku masuk," Aphrodite melangkah tapi Helen menghentikan langkahnya seketika.


"Tunggu!" Ujarnya seraya mencengkeram pergelangan tangannya.


"Ada apa ma?"


"Apa yang kau bawa itu?" Tanyanya seraya melirik beberapa paper bag di tangan Aphrodite yang tadi di belikan oleh Fransisco saat mereka di mall.


"Ooh, ini adalah beberapa barang yang di berikan Frans. Salah satunya untuk mama dan Er."


"Ooh… baiklah kalau begitu kau boleh masuk."


"Iya."


Aphrodite melangkah masuk ke dalam rumahnya. Tiba di dalam sana, ia segera melenggang menghampiri kamar tidurnya yang letaknya berada tidak terlalu jauh dari arah dimana ruang keluarga berada.


Sepeninggalan Aphrodite, Helen bergegas menutup pintu rapat. Ia kemudian berjalan menghampiri Fransisco yang masih berdiri di dekat mobilnya di sana.


"Frans! Bagaimana? Apakah semuanya berjalan sesuai rencana?" Tanya Helen dengan sedikit berbisik begitu dirinya tiba di depan pria itu.


"Iya Tante. Semuanya berjalan lancar sesuai rencana. Tapi sayangnya Aphrodite masih tidak mau menerimaku."


"Masalah itu, kau tenang saja. Tante akan pikirkan cara agar kau dan Aphrodite bisa dekat lagi, bahkan sampai menikah!"


...***...

__ADS_1


__ADS_2