Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Seine river


__ADS_3

...***...


Fransisco terus melajukan mobilnya sampai kemudian ia menemukan sebuah jalan bercabang. Pria itu berbelok dan Aphrodite dapat melihat sebuah jembatan penyeberangan disana.


"Kemana kita?" Tanya Aphrodite lagi, entah untuk yang ke berapa kalinya hari ini.


"Kita ke seberang, disana aku akan mengajakmu ke tempat yang lebih bagus."


"Benarkah? Memangnya ada tempat seperti apa di sana?"


"Kau akan tahu nanti."


Fransisco melajukan mobilnya melintasi sebuah jembatan indah yang kini di lalui oleh beberapa orang yang berlalu-lalang di sekitarnya. Ada pejalan kaki, dan ada juga beberapa mobil yang melaju ke arah yang berbeda dengan mereka.


"Oh ya, omong-omong jembatan apa ini?"


"Ini adalah jembatan Pont Neuf."


"Jembatan Pont Neuf?" Ulang Aphrodite.


"Ya. Dan sungai yang saat ini kita lewati adalah sungai Seine."


"O-oh… jembatan nya indah ya?"


"Ya, begitulah," sahut Fransisco sembari terus melajukan mobilnya menuju seberang. Melewati sungai Seine dengan menggunakan jembatan Pont Neuf.


Jembatan Pont Neuf adalah sebuah jembatan tua yang mulai di bangun pada tahun 1578 dan berakhir pada tahun 1607.

__ADS_1


Jembatan ini terdiri dari dua bentang terpisah, satu dari lima lengkungan yang menghubungkan tepi kiri ke le de la Cité, satu dari tujuh lainnya bergabung dengan pulau di tepi kanan.


Terlepas dari namanya, sekarang jembatan ini menjadi jembatan tertua di Paris yang melintasi Sungai Seine. Telah terdaftar sejak 1889 sebagai monumen bersejarah oleh Kementerian Kebudayaan Prancis.


Pada awal tahun 1550, Henry II diminta untuk membangun jembatan di sini karena Pont Notre-Dame yang ada, kelebihan beban. Tetapi biayanya terlalu besar pada saat itu.


Pada bulan Februari 1578, keputusan untuk membangun jembatan dibuat oleh Henry III yang meletakkan batu pertamanya pada tanggal 31 Mei 1578, tahun yang sama ketika fondasi empat pilar dan satu penyangga selesai. Pierre des Isles, salah satu pembangun, meyakinkan komisi pengawas bahwa jembatan yang semula direncanakan lurus, akan lebih tahan terhadap arus sungai jika dua bagiannya dibangun sedikit miring. Perubahan itu diadopsi pada Mei 1578.


Perubahan desain lebih lanjut dilakukan selama musim panas 1579.  Dermaga yang tersisa dibangun selama sembilan tahun berikutnya. Setelah penundaan yang lama dimulai pada tahun 1588, karena kerusuhan politik dan Perang Agama, konstruksi dilanjutkan pada tahun 1599 di bawah pemerintahan Henry IV. Jembatan dibuka untuk lalu lintas pada tahun 1604 dan selesai pada bulan Juli 1606. Diresmikan oleh Henry IV pada tahun 1607.


Seperti kebanyakan jembatan pada masanya, Pont Neuf dibangun sebagai rangkaian dari banyak jembatan lengkung pendek, mengikuti preseden Romawi. Itu adalah jembatan batu pertama di Paris yang tidak mendukung rumah selain jalan raya, dan juga dilengkapi dengan trotoar yang melindungi pejalan kaki dari lumpur dan kuda; pejalan kaki juga bisa menyingkir ke bentengnya untuk membiarkan kereta besar lewat. Keputusan untuk tidak memasukkan rumah di jembatan dapat ditelusuri kembali langsung ke Henry IV, yang memutuskan untuk tidak memasukkannya dengan alasan bahwa rumah akan menghalangi pandangan yang jelas dari Louvre, yang baru dibangun galerie du bord de l' eau terkait denganIstana Tuileries.


Jembatan itu memiliki lalu lintas yang padat sejak awal; itu untuk waktu yang lama jembatan terluas di Paris. Telah mengalami banyak pekerjaan perbaikan dan renovasi, termasuk pembangunan kembali tujuh bentang di lengan panjang dan penurunan jalan dengan mengubah lengkungan dari bentuk hampir setengah lingkaran menjadi elips (1848–1855), penurunan trotoar dan muka dermaga, spandrel, cornice dan mengganti corbel yang hancur sedekat mungkin dengan aslinya. Pada tahun 1885, salah satu pilar lengan pendek dirusak, menghilangkan dua lengkungan yang berdekatan, mengharuskan mereka untuk dibangun kembali dan semua fondasi diperkuat.


Pemugaran besar Pont Neuf dimulai pada tahun 1994 dan selesai pada tahun 2007, tahun peringatan 400 tahun.


Tiba di seberang, Fransisco melajukan mobilnya menyusuri jalan raya yang menampakkan sungai Seine dengan sangat jelas.


Sungai Seine adalah sebuah sungai utama di Prancis bagian barat laut. Sungai ini merupakan salah satu jalur lalu lintas air komersial dan juga menjadi sebuah tujuan wisata, khususnya bagian yang terletak dalam kota Paris. Namanya berasal dari kata Sequanus dalam bahasa Latin.


Sungai ini membelah kota Paris menjadi dua bagian yang dalam bahasa Prancis disebut dengan istilah la rive droite yang berarti ‘tepi kanan’ dan la rive gauche atau yang berarti ‘tepi kiri’. Yang dimaksud dengan tepi kanan adalah Paris Utara dan tepi kiri adalah Paris Selatan. Paris Utara lebih makmur daripada Paris Selatan.


Fransisco kemudian menghentikan mobilnya secara tiba-tiba di salah satu lahan parkir yang terletak sangat dekat dengan sungai Seine. Pria itu memarkirkan mobilnya di sana kemudian keluar bersamaan dengan Aphrodite yang kini menanggapi sikapnya penuh tanya.


"Woah," Aphrodite terpesona saat melihat lebih dekat sungai Seine yang begitu luas di hadapannya. Ia melangkah menghampiri tepi sungai, ia kemudian mengeluarkan ponselnya untuk berfoto.


"Ini adalah sungai yang tadi kita lewati kan?"

__ADS_1


"Iya," sahut Fransisco yang kemudian menghampirinya.


"Sungainya sangat indah. Tampaknya sangat terawat, di tambah lagi lihat jalanan nya. Benar-benar bersih," Aphrodite mengedarkan pandangannya. Jalanan yang terbuat dari batu yang di susun rata itu tampak bersih dan indah, di beberapa bagian jalannya terdapat pohon yang menambahkan indahnya. Bukan hanya mobil mereka yang terparkir di sana, tapi ada juga beberapa mobil lain yang terparkir tak jauh dari letak mobil mereka berada. Bukan hanya itu, ada pula beberapa orang yang tampak berlalu-lalang di sekitarnya, ada yang berjalan kaki, ada juga yang melintas dengan sepeda.


Di sudut lain jalan itu, Aphrodite dapat melihat sebuah tempat duduk, beberapa di antaranya di duduki oleh sepasang kekasih yang tengah menikmati kebersamaan mereka.


"Omong-omong jalan ini sering di lewati? Kemana arah jalan ini?" Tanya Aphrodite yang kemudian menoleh ke arah dimana beberapa orang bergerak melintas melewati arah mereka datang.


"Ada kafe di dekat sini."


"Huh? Benarkah?"


"Iya. Kafe nya memiliki tema yang unik. Kita bisa menikmati makanan dengan sensasi berbeda."


"Maksudnya?"


"Kafenya berada di sebuah kapal."


"Wah? Benarkah?"


"Iya. Kau mau coba mampir ke sana?"


"Boleh. Tapi… kita kan baru saja makan."


"Tidak apa-apa kita nikmati dessert saja atau mungkin secangkir minuman?"


"Baiklah, ayo pergi."

__ADS_1


"Ayo," ucap Fransisco. Ia meraih tangan Aphrodite, menggenggamnya kemudian menariknya menuju tempat yang semula di maksud oleh Fransisco. Mereka hendak menikmati dessert.


...***...


__ADS_2