Twins Genius: Two CEO

Twins Genius: Two CEO
Waiting in the living room


__ADS_3

...***...


Waktu berlalu. Setelah pertemuan terakhir mereka dengan seluruh anggota keluarga mereka masing-masing, akhirnya persiapan pernikahan mereka di mulai.


Setelah hari itu, Fransisco membuatkan sebuah acara perpisahan dengan rekan-rekan satu kantornya Aphrodite. Pria itu membuat sebuah acara besar-besaran yang diadakan nya di sebuah restoran termahal di dekat kantor tempatnya bekerja.


Setelah hari itu, Aphrodite yang sudah resmi keluar—ah, tidak! Ralat. Lebih tepatnya resmi di keluarkan secara paksa atas permintaan Fransisco, lantas lebih di sibukkan dengan membantu mempersiapkan acara pernikahan nya.


Aphrodite bahkan jadi lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan Fanny untuk mengecek dan memastikan semuanya, begitu pula dengan Helen yang tak pernah absen untuk mengecek semua persiapannya. Helen bahkan yang paling sibuk memperhatikan setiap detail nya dibandingkan Aphrodite dan Fanny yang benar-benar mempercayakan semuanya pada orang-orang suruhannya.


Pagi itu, Aphrodite bangun pagi seperti biasanya. Setelah selesai mandi dan berpakaian, ia lantas sarapan bersama dengan Helen dan Erland di ruang makan. Rencananya hari ini ia ingin beristirahat seharian setelah kerja beratnya selama beberapa hari yang harus terus mengecek persiapan pernikahan nya dengan Francisco.


Setelah seharian kemarin, Fanny meminta Aphrodite untuk beristirahat yang cukup. Karena bagaimanapun juga sebentar lagi ia akan menjadi mempelai perempuan dalam acara pernikahan yang akan segera di laksanakan dalam waktu dekat.


"Kau sudah bangun?" Sapa Helen pertama kali begitu dirinya tiba di ruang makan. Sementara itu, Erland yang sejak tadi telah duduk di sana hanya diam tak berkomentar dengan keadaan kepala yang menoleh ke arah dirinya di sana.


"Iya," sahut Aphrodite pelan yang kemudian duduk di kursi tempatnya biasa duduk untuk makan bersama dengan keluarga nya.


"Omong-omong apa rencana mu hari ini? Apakah kau akan mengecek kembali semua persiapannya? Kalau iya, mama boleh ikut kan?"


"Hari ini aku hanya akan beristirahat di rumah seharian. Aku tidak akan pergi kemana-mana," kata Aphrodite yang kemudian membalikkan piring di hadapannya lantas memasukan nasi ke atas sana lengkap dengan beberapa lauk pauk yang sudah tersedia di hadapannya.


"Lho? Kenapa? Memangnya semua sudah selesai? Kenapa kau tidak pergi untuk mengecek semuanya? Kau itu harus mengecek semuanya secara teliti dan jangan mudah percaya pada orang lain. Kau harus mengawasi semuanya dan memastikan jika kerja mereka benar dan tidak ada sedikit pun kesalahan."


"Tante Fanny yang memintaku untuk tidak datang. Beliau bilang kalau aku harus istirahat seharian ini, karena kemarin cukup banyak dan berat pekerjaan yang aku lakukan dan aku cek. Maka dari itu, beliau memintaku untuk beristirahat." Aphrodite memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya.


"Huh? Benarkah?"


"Iya. Dan lagipula semuanya sudah hampir selesai. Jadi kalaupun aku datang ke sana, sudah tidak banyak yang bisa aku bantu."

__ADS_1


"Apakah kau yakin?"


"Iya, kan mama juga sudah mengecek semuanya bersamaku kemarin dan Tante Fanny."


"A-ah… iya. Tapi… apakah benar-benar semuanya sudah selesai?"


"Benar. Aku hanya perlu menunggu Fransisco senggang dan sedang tidak terlalu sibuk untuk melakukan fitting baju pengantin kita," gumam Aphrodite pelan.


"O-oh… lalu bagaimana dengan undangan pernikahan kalian?"


"Undangan? Semuanya sudah di cetak dan nanti akan ada orang yang datang kemari mengirimkan contoh undangannya."


"Benarkah?"


"Iya. Maka dari itu, kita hanya perlu duduk dan menunggu sampai Fransisco senggang." Aphrodite kembali di sibukkan dengan makanan yang tengah disantap nya. Sementara itu, Helen di seberang sana tampaknya kurang suka dengan situasi seperti ini. Dan di sampingnya, Erland hanya diam menyimak tanpa berkomentar sejak tadi. Entah mengapa akhir-akhir ini, pria itu menjadi lebih tenang. Tidak seperti biasanya yang selalu ikut campur dalam urusan kakaknya.


...*...


"Rasanya masih sangat sulit untuk aku percaya jika pada akhirnya aku akan menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai," gumamnya pelan.


"Aku tidak pernah membayangkan juga kalau aku akan menikah dengan Fransisco. Padahal dulu aku pikir, aku akan menikah dengan…" Aphrodite terdiam sejenak, menjeda kalimatnya. Mengambil napas lebih dulu sebelum menyebutkan nama pria yang telah membuat hatinya amat hancur itu.


"…Vier," gumamnya pelan. Amat pelan bagai bisikan. Bersamaan dengan itu, seketika dirinya menatap nanar cermin yang ada di hadapannya. Rasanya masih sama sakitnya saat ia menyebutkan nama pria yang telah menghancurkan hidup nya, menghancurkan segala kebahagiaan dan senyuman nya.


TOK! TOK! TOK!


Pintu kamarnya di ketuk yang dalam seketika membuatnya tersadar dari lamunannya.


"Aph?!" Helen berteriak di balik pintu kamarnya di sana. Aphrodite refleks menoleh ke arah dimana datangnya suara yang di dengarnya.

__ADS_1


"Ya?" Sahutnya, memberikan jawaban.


"Bisakah kau keluar? Fransisco sekarang ada di ruang tamu, dia bilang ingin bertemu denganmu."


"Fransisco? Ada apa dia datang sepagi ini? Padahal biasanya di jam seperti ini, dia seharusnya bekerja kan?" Batinnya.


"Aph?!" Helen kembali berteriak membuatnya lagi-lagi tersadar dari lamunannya.


"Oh, ya. Baiklah aku akan keluar!" Balasnya.


"Kalau begitu cepatlah, jangan membuatnya menunggu terlalu lama. Tampaknya dia datang ingin membicarakan sesuatu yang penting mengenai rencana pernikahan kalian."


"Iya."


"Kalau begitu aku—ah, maksudnya. Mama tinggal dulu ya. Mama ingin membuatkan minuman untuk nya."


"Baik," balas Aphrodite lagi. Sejurus kemudian, Aphrodite mendengar Helen beranjak melangkah pergi dari tempatnya. Meninggalkan kamar Aphrodite.


"Membicarakan sesuatu hal yang penting mengenai rencana pernikahan kita? Apa ya?" Pikirnya.


"Tampaknya lebih baik aku langsung datangi dia saja."


Aphrodite beranjak bangun dari tempat duduknya. Melangkah keluar dari dalam kamar tidurnya, hendak pergi menemui Fransisco yang katanya sudah tiba di ruang tamu dan sedang menunggu untuk bertemu dengan dirinya di sana.


Tiba di ruang tamu, Aphrodite langsung menangkap sosok Fransisco yang sedang duduk di salah satu sofa yang ada di sana. Sementara itu, Helen tampaknya baru saja selesai menyiapkan minuman untuk Fransisco dan saat ini sedang menyajikan minuman yang di buatnya di atas meja kaca yang berada tepat di hadapan Fransisco di sana.


"Ah, akhirnya kau keluar," ujar Helen seraya tersenyum simpul ke arahnya yang baru saja tiba di hadapannya.


Aphrodite berdiri dengan raut wajah bingung di tempatnya, ia menatap kearah Fransisco yang kini duduk sembari tersenyum dan menatap padanya.

__ADS_1


Aphrodite melangkah perlahan menghampiri salah satu sofa kosong yang ada di ruangan tersebut. Ia duduk di sofa yang tepat berhadapan dengan Fransisco.


...***...


__ADS_2