
Maria menatap hamparan bunga yang tertata indah di taman. Ingatan wanita tua itu kembali ke masa-masa mudanya. Wanita itu merasa gagal, gagal menjadi seoarng Istri juga ibu.
Pertama, ia tidak bisa melindungi suaminya sendiri dari keluarga besarnya. Kedua, kehilangan anak dengan tragis. Ketiga, memilki anak yang salah pergaulan.
Maria menyandang status seoarang janda di usia muda. Menjadi ibu sekaligus ayah bagi kedua putrinya membuat wanita itu tidak terlalu memperhatikan pola pergaulan mereka.
Kahilangan sosok suami yang amat dicintai karena kesalahan keluarga besar, sanggup membuat wanita itu menutup mata dengan keadaan kedua buah hati.
Memiliki suami dengan ekonomi rendah membuat ia beberapa kali mendapatakan cemoohan dari keluarga. Namun, cinta mereka terlalu kuat untuk di rusak, hanya kematianlah yang sanggup memisahakan.
Keberhasilan keluarga kecilnya membuat mereka yang mencemooh geram. Berbagai cara mereka lakukan untuk menghancurkan keluarga kecilnya, sehingga mengorbankan nyawa sang suami.
Fakta yang menampar Maria, semua terjadi akibat keluarga besarnya sendiri, begitu pula kematian yang menimpa suaminya.
Memilki harta yang melimpah namun, ditinggal pergi suami tercinta membuat mental Maria sangat terguncang. Beberapa kali keluarga besarnya meminta untuk kembali, dan membantu mengelola bisnis besarnya. Namun, ia sudah tahu semuanya, semua hanya kedok untuk mengambil alih perusahaan yang dirintis sang suami.
Berbekal rasa sakit, Maria bangkit. Kesalahan terbesarnya, ia terlalu fokus memantau perusahaan, sehingga melupakan kedua putrinya yang membutuhkan arahan agar tidak termakan oleh pergaulan zaman.
Melihat putri pertamanya gantung diri di dalam kamar membuat pukulan tersendiri untuk Maria. Seakan kematian silih berganti menghantui keluarga kecilnya. Kabar tentang putri keduanya yang hamil diluar nikah juga membuat ia semakin terguncang. Semua terjadi di luar kendalinya.
__ADS_1
Menguburkan putri pertamanya dengan pertanyaan yang masih belum terjawab, dilanjut menikahkan putri keduanya dengan laki-laki yang ia tahu, masih memilki hubungan dengan orang-orang yang melenyapkan suaminya sungguh membuat Maria terluka.
Mencoba ikhlas, meskipun semua terasa berat. Putri keduanya berubah menjadi sosok yang matrealistis, dan kematian putri pertamanya yang masih misteri membuat wanita itu terguncang.
Bertahun-tahun ia mencari tahu semuanya, sehingga kebenaran terungkap, kebenaran yang membuat ia benar-benar merasa gagal menjad orang tua. Putri pertamanya meninggal karena merasa putus asa. Putus asa akibat menjadi pelampiasan nafsu dari seoarang pria yang sudah memiliki istri.
Terlalu polos membuat putri pertamanya gampang tertipu. Bermodal cinta, membuat wanita muda itu menyerahkan segala yang ia punya tanpa berpikir bagaiamana kedepannya. Bertahun-tahun menjalani hubungan yang tidak sehat, dan tanpa kejelasan status membuat wanita muda itu nekat mendatangi rumah sang pria.
Naas, fakta menamparnya. Pria yang sudah ia berikan segalanya ternyata sudah memilki Istri. Ia kira ia di tinggalkan, tapi ternyata ia hanyalah seorang simpanan. Berbagai hujatan wanita muda itu terima, bahkan semua orang menghakiminya, menilai dirinya buruk tanpa tahu dirinya hanya korban.
Kedatangan Istri sah dari pria yang dicintai semakin membuat mentalnya tergoncang. Bukan kemarahan yang ia terima kali ini, tapi sebuah curahan hati seoarang Istri yang mampu membuat hatinya tersayat, bahkan dengan curahan itu sanggup membuat wanita itu jijik dengan dirinya. Ternyata ia tak lebih dari seonggok kotoran yang mengotori sebuah ikatan suci, yaitu pernikahan.
Meyakinkan dirinya, wanita muda itu bertekad menutup semua, terlebih tentang kehamilannya. Berulang kali sang pria mencarinya, bahkan mengatakan cinta, tak sanggup membuat luka di hatinya kembali seperti semula. hanya laki-laki bajingan yang mengaku mencintai kita, tapi menawarkan sebuah hubungan yang tidak layak disandang.
Cukup, semua kesakitan yang diarasakan cukup sampai di sini. Kehilanga janin akibat mentalnya terganggu membuat ia semakin terpuruk, terlebih sang ibu yang tak pernah pulang, sekedar menanyakan kedaanya semakin membuat ia tenggelam dalam lubang hitam.
Di malam itu, malam yang seharusnya menjadi malam indah karena pertambahan usia, menjadi malam terakhirnya menatap dunia. Cinta tak harus memiliki, dan cinta tidak boleh se egois ini. Lebih baik ia pergi, pergi membawa luka yang sudah ia torehkan sendiri.
“Nyonya.”
__ADS_1
Maria yang mendengar panggilan dengan cepat menghapus air matanya. Mata tua itu menatap asistennya dengan datar.
“Hmm.”
“Saya sudah mengatur pertemuan anda dengan nyonya Raisya.” Asisten itu menunduk.
Maria terdiam, dia tidak ingin Raisya mengalami nasib seperti putri pertamanya. Ia harus menyelamatkan wanita malang itu. Ia yakin semua tidak akan sesederhana itu. Mengingat siapa saja yang berniat menghancurkan cucunya, membuat ia harus sigap melindungi apa yang cucunya cintai.
“Bagaiamana dengan Farel?”
“Sepertinya Tuan Farel sudah mulai menyiapkan konfrensi pers untuk mengungkap statusnya saat ini.” Asisten itu mengulurkan beberapa data.
“Bagus! Terus, bagaiaman dengan dia?”
“Sepertnya dia juga sudah mempersiapkan untuk mengungkap perselingkuhan Tuan Farel, Nyonya.”
Maria terdiam, wanita itu mencoba mempertimbangkan beberapa hal. Yang pertama, ia harus membawa pergi Raisya sebelum kabar buruk menimpa wanita muda itu.
“Siapa saja yang bekerja sama dengan dia?”
Asisten itu diam, bingung bagaiamana harus menjelaskan semua bukti yang ia punya. Sedangkan Maria yang melihat keterdiama Asisten itu mengangkat alisnya.
“Kenapa kau diam?”
“Ekhm, maafkan saya Nyonya. dia dibantu oelh mafia terbesar dengan pemimpin baru, tapi ada beberapa kejanggalan, sepertinya, Mafia itu hanya ingin menghancurkan Tuan Farel tanpa mengusik Nona Raisya.”
“Apa maksudmu? Kenapa Mafia itu ingin mengusik kehidpuan cucuku? Dan apa maksudnya tidak mengusik Raisya? Bukankah dengan dia membuka semua itu, pihak yang paling dirugikan Raisya, dan pihak yang paling di untungkan wanita ular itu?”
“Maafkan saya Nyonya, dari penyelidan tim kita, Mafia itu berencana membawa pergi Nona Raisya, sebelum Nona mendengar kabar buruk itu. Renacananya hampir sama dengan Nyonya, tapi perbedaannya terletak dari keinginan Mafia itu untuk menjauhkan Nona Raisya selam-lamanya dengan Tuan Farel.”
Maria terdiam, ia merasa jika semua ini ada hubungannya dengan wanita ular itu. Namun, hubungan apa itu?
“Kau pantau terus dia Tamara Lawson, dan mafia itu. Untuk wanita ular itu, saya ingin buat dia menerima semua dengan setimpal. Berani-beraninya menyelingkuhi cucuku. Ungkap semua perselingkuhannya dan trgedi pengguguran bayi setelah konfrensi pers, dan jangan biarkan skandal perseligkuhan Farel terkuak. Satu lagi, kau cari tahu siapa pemimpin terbaru mereka.”
“Baik Nyonya.” Asisten itu menganggukkan kepala sopan.
Maria terdiam, rasa geram semakin membuat wanita tua itu ingin menghancurkan siapa pun. Mengingat sang putri, Tamara Lawson sendiri yang menjadi musuh terbesar cucunya membuat ia murka.
__ADS_1
Wanita tua itu tidak habis pikir, apakah ada orang tua yang ingin meghancurkan anaknya sendiri hanya gara-gara harta?