
“Ada sesutau yang harus kau ketahui tentang masa lalu Farel. Ku harap setelah kau mengetahui semuanya kau bisa mengambil keputusan yang tepat Nyonya.”
Raisya terdiam, ada secuil rasa bersalah di hatinya mengingat perlakuan burunya selama ini. Farel sudah mengakui kesalahanya, mengambil porsinya sendiri. Sedangkan, ia dengan tidak mau membuka matanya tetap menganggap Farel penjahat.
Baginya, Farel hanyalah sosok yang menghancurkan masa depanya. Mengikatnya dengan hubungan yang rumit. Mengikatnya sebagai karakter antagonis bagi wanita lain. Memberikan status yang sangat tercela.
Namun, semua pandangannya berubah saat mendengar ucapan Jesika. Ya, seharusnya ia harus lebih bijaksan lagi. Terlepas dari kejahatan yang dilakukan laki-laki itu. Farel hanyalah manusia yang jatuh cinta namun, buta bagaiaman caranya mencintai dengan benar. Hanya keegoisan untuk memiliki yang mendominasi laki-laki itu.
“Tunjukan padaku.” Raisya menatap Jesika dengan rumit.
Jesika tersenyum. Tanganya membawa pelan Raisya memasuki ruangan khususnya. Meninggalkan Farel yang terbaring di sana sendiri dengan pura-pura menutup matanya.
Brak!
Tepat setelah pintu kamar itu tertutup, Farel membuka matanya. Netra coklatnya menatap rumit pintu hitam itu. Ada sedikit rasa tidak percaya di hatinya mengenai fakta yang tidak sengaja ia dengar.
“Apakah benar Salsha selingkuh?” Farel menatap langit kamarnya kosong.
*****
Jesika menunjukan data-dat pibadi Farel. Bahkan menunjukan semuanya tanpa terkecuali. Tanganya dengan trampil menunjukan sebuah gambar dan menjelaskan tiap gambar itu dengan rinci dan jelas.
Tubuh Raisya menegang. Setiap penjelasan yang keluar dari mulut Jesika membuatnya merasa merinding. Bagaiaman bisa ada orang tua seperti itu.
“Mereka menganggap Tuan Farel hanyalah kesalahan dan pembawa sial. Kelahiran Tuan tidak diharapkan, membuat Tuan mengalami kekarasan fisik dan mental sejak kecil. Tuan memiliki gangguan kecemasan sejak dini. Ditambah kematian adik laki-lakinya menambah gangguan psikisnya.”
Jesika menunjukan foto kecil Farel yang terlihat menyedihkan. Berdiri di sudut ruang terpencil dengan wajah menunduk ketakutan. Sedangkan di tengah-tengah berdiri kelurga bahagia yang tersenyum dengan tangan saling memeluk. Kedua orang tua Farel dan adik kecilnya.
“Meskipun Tuan merasa diasingkan dan dibedakan dengan adiknya, tapi Tuan sangat menyanyangi adik kecilnya. Karena hanya Adik kecilnyalah yang menganggap keberadaanya.”
Tangan Raisya gemetar mendengar penuturan Jesika.
“Kekerasan seperti apa saja yang sudah diterimanaya?” Raisya menatap foto kecil sendu.
“Dipukul, dicambuk, bahkan di kurung. Yang paling parah, tepat setelah kematian adik Tuan, Tuan mengalami gangguan mental. Tuan dipaksa untuk memakan kecoak hidup-hidup, dan yang paling menjijikan, sejak kecil Tuan sudah diperlihatkan adegan 21+ secara live, adegan dewasa yang keluar dari kata normal, dengan keadaan kedua tangan yang terikat dan kepala yang dipaksa menatap lurus adegan itu.”
__ADS_1
“Apa motif orang tua Farel menunjukan hal biada* seperti itu?” Raisya menggertakkan gigi penuh emosi.
“Orang Tua Tuan menginginkan Tuan selalu mengingat bagaiman detik-detik sebelum kematian menjemput adiknya. Adik Tuan meninggal dengan cara yang teragis, disodomi, kemudian di lempar kejalan dan terlindas truk. Mungkin hal itu pula yang menjadi penyebab kecacatan Tuan” Jesika menjilat bibir atasnya yang terasa kering. Menceritakan kisah kelam ini membuat hatinya teriris. Ingatanya kembali pada sosok yang sangat ia cintai, yang sudah pergi meninggalkanya di dunia berbeda.
Raisya membekap mulutnya tidak percaya. Masih ada orang tua yang berperilaku lebih buruk dari pad hewan. Kemudian mengenai kecacatan? Kecacatan seperti apa?
“apa maksudmu dengan kecacatan? Farel terlihat sehat-sehat saja.”
“Tuan sebenarnya Impotant!”
Deg!
Raisya menatap Jeska tidak percaya. Bagaiaman bisa bintang buas seperti Farel impotent? Itu sangat mustahil! Ia sudah merasakan bagaiaman buasnya Farel saat diranjang.
“Jangan bercanda!”
“Awalnya aku tidak percaya, tapi dengarkan ini.”
Jesika menunjukan video saat Max menghina Farel di depan Salsha, dalam keadaan Salsha yang telanjang. (bagi kalian yang bingung, bisa buka part awal).
“Tidak mungkin!” Raisya menutup mulut tidak percaya.
Raisya membuang muka, merasa jijik melihat bagaiaman Salsha dan Max saling memuaskan. Lebih jijik lagi mendengar perkataan mereka ssesaat sebelum melakukan sesi percintaan panasnya. Sebenarnya serumit apa kehidupan seorang Farel?
“Dan hal itu pula yang membuat Nyonya Salsha berkhianat. Nyonya Salsha mencari kepuasan sendiri.”
“Apakah Farel mengetahui semua ini?” Raisya bertanya.
“Saya belum bisa memastikan Nyonya. Apakah Nyonya ingin Tuan mengetahui semua ini? Jika memang seperti itu, saya akan membantu menguak perselingkuhan itu tanpa harus menyeret nama Nyonya”
Raisya terdiam, bingung harus bagaiamana. Apa ia harus memberitahu kebenaran itu? Namun, yang paling mengganjal saat ini, bagaiaman bisa Jesika mengetahui fakta ini dengan mudah. Siapa Jesika sebenarnya? Jika ia hanya pandai IT, ia yakin tidak mudah mendapatkan fakta seperti ini dengan begitu cepat.
*****
“Max. Brengsek!” Salsha menatap murka laki-laki yang telanjang di atasnya itu.
“Sudah ku bilang Salsha, segeralah ambil keputusan.”
“Aku tidak akan meninggalkan Farel!” Salsha berkata tegas di sela-sela menahan desahanya.
__ADS_1
Max mendengus mendengar pernyataan itu. Bagaiman bisa ada perempuan senaif ini. Dia berkata tidak akan meninggalkan Farel tapi selalu menerima sentuhanya.
Gerakan Max terhenti, mengundang raut kecewa di wajah cantik Salsha. Tangan besarnya mengelus perut datar itu.
“Bagaiaman jika di sini ada benihku?” Max menatap perut datar itu dengan rumit.
Deg!
Salsha menegang. Ia tidak ingin mengandung anak selain anak dari Farel. Ia hanya menginginkan kesenangan, bukan mengandung anak haram. Dengan datar Salsha menjawab.
“Aku akan melenyapkanya.”
Gerakan tangan Max terhenti di perut datar itu. Dengan cepat tubuh kekarnya bangkit dari atas tubuh itu, membiarkan kegiatan mereka terhenti di tengah jalan.
“Katakan sekali lagi!” Max mendesis marah.
“aku akan melenyapkanya. Aku tidak mau mengandung anak selain benih dari Farel.” Salsha menatap datar Max. Menyebunyikan getaran dalam suaranya.
Max menggeram, merasa marah dengan ucapan kejam Salsha. Bukan apa-apa ia bertanya seperti itu. Ia tidak pernah memakai pengaman saat berhubungan dengan Salsha, sedangkan sudah satu bulan ini ia tahu jika Salsha tidak mendapatkan tamu bulanannya. Ia miliki fieasat jika Salsha mengandung benihnya.
Jika benar seperti itu, ia akan dengan senang hati mengakui jika anak dalam perut Salsha itu adalah anaknya, dan juga akan segera bertanggung jawab. Inilah yang diinginkanya, membangun keluarga kecil bersama orang yang di cintai, meskipun dengan cara yang salah.
“Aku tidak akan membiarkanmu menghilangkan anak ku.” Max menekan setiap perktaanya.
Salsha menatap Max kesal. Kenapa dengan lak-laki itu, ia yakin tidak akan mengandung benihnya, ia selalu rutin meminum pil pencegah kehamilan. Meskipun ia merasa takut karena tidak mendapatkan tamu bulanannya, tapi ia mencoba berfikir positif.
“aku tidak akan menghilangkan benihmu di sini. Karena aku yakin tidak akan ada benih yang tumbuh di rahimku. Meskipun ada, itu hanya benih dari Farel,” Salsha berucap dengan mata penuh bara.
Max mendecih sinis. “Kita lihat saja nanti, aku pastikan jika benar-benar di rahimmu ada benihku, maka jangan sekali pun kau berusaha menghilangkanya, jika kau sampai nekat, kau bisa lihat akibatnya nanti. Dan apa katamu, benih Farel? Ha ha ha, bahkan Farel tidak bisa memasukimu seperti aku memasukimu_____saat ini.”
Max tanpa aba-aba menerkam Salsha, membuat wanita itu menjerit kaget, tapi tetap menikmati sentuhan itu. Benar- benar menjijikan!
________
Terimakasih sudah membaca,,, gimana Part ini?
Tunggu part² yg akan datang, lebih menegangkan dan bakal terkuak semua kebenaran tentang perselingkuhan Salsha,, kira² gimana Respon Farel ya? Trus, Raisya setuju bongkar penghianatan Salsha apa gk?
__ADS_1
😘😘😘😘