
Farel menuntun pelan tangan Raisya. Senyum lembut tidak pernah lepas dari wajah tampan itu. Raisay yang di tuntun seperti anak kecil hanya bisa diam, tanpa bisa memprotesnya.
Restaurant megah dengan gaya erope memanjakan mata Raisya. Beberapa tabur mawar yang terlihat di sekeliling lantai membuat ia mengernyitkan dahi. Kenapa Farel menjadi sosok laki-laki yang alai sekarang?
Farel dengan bangga menatap hasil kerja keras anak buahnya. Tidak salah lagi ia mengeluarkan biaya yang luar biasa. Selain menyewa seluruh restaurant, ia juga meminta dekorasi khusus dengan suasana yang romantis.
Raisya menghela nafas panjang, ia kira kegilaan Farel hanya terletak di taburan bunga itu saja. Namun, semua perkiraanya salah. Ketika kakinya memasuki setengah dari restaurant, matanya melihat berjajar pemain musik yang terlihat mengalunkan musik indah dengan biola di tangan mereka.
Farel tersenyum lebar, matanya menatap penuh binar para pemain musik itu. Ia yakin kali ini Raisya akan memujinya dan jatuh cinta dengannya.
“Silahkan Tuan.” Pelayan wanita menyambut mereka, menuntun hingga sampai di tempat yang sudah Farel pesan.
“Ayo.” Farel mengalihkan pegangannya. Tangan yang awalnya hanya bertautan kini berpindah posisi tepat di pinggang ramping Raisya. Membuat tubuh mereka semakin menempel.
Farel tersenyum puas. Bayangan tentang makan malam romantis ala Farel terwujud dengan sukses.
Raisya hanya terdiam, bahkan ia membiarkan tangan Farel melingkar erat di pinggangnya. Binar bahagia di mata hitam itu membuatnya ikut bahagia, ia tidak tega untuk menghancurkan binar itu.
“Silahkan duduk Ratuku.” Farel menggeret kursi mempersilhkan Raisya untuk duduk. Tubuh laki-laki itu membungkuk dengan wajah yangs sedikit mendongak.
Raisya tergagap, tingkah Farel kali in benar-benar luar biasa. Manis sih, tapi menurutnya sangat kekanak-kanakkan. Ia wanita dewasa yang lebih membutuhkan tindakan dan kepastian daripada tindakan manis sejenak yang hanya dilakukan saat ingin menaklukan hati wanita.
Perilaku seperti itu persis seperti seorang nelayan yang menangkap ikan dengan umpan, setelah tertangkap maka pelayan itu akan menaruhnya ke tempat yang jauh dari jangkauannya, bahkan mengorbankannya.
“Terimakasih.” Raisya mendudukan dirinya di kursi itu.
Farel tersenyum puas. Dengan cepat ia menepuk tangan dua kali, kemudian datanglah beberapa pelayan yang sudah membawa beberapa hidangan mewah yang tertutup.
__ADS_1
Raisya menatap hidangan mewah yang tersaji di meja bundar itu. Tatapanya beralih, menatap sosok laki-laki yang duduk tenang di depanya dengan senyum lebar di bibirnya. Melihat senyum lebar itu membuat Raisya berpikir ‘apa gigi laki-laki itu tidak kering?’
“Silahkan Tuan, Nyonya.” pelyan itu menunduk mempersilahkan Farel dan Raisya untuk menyantap hidanganya.
Raisya mengangguk menanggapi ucapan pelayan itu, sedangkan Farel tidak menaggapi pelayan itu sama sekali. Pandanganya sedari tadi hanya terpaku pada sosok wanita bermata hijau di deapannya.
Raisya yang sedari tadi merasa risih, segera berdahem canggung.
“Ekhm, Farel.”
Farel tersenyum semakin lebar. Bahkan panggilan itu tidak membuatnya sadar jika Raisya merasa risih dengan tatapanya. “Ada apa sayang?”
Mencoba menahan umpatannya, Raisya tersenyum lembut. “Sampai kapan kau terus memandangku. Kau tidak lihat makanan sudah tersaji, jadi sebaiknya kita makan sebelum makanan ini dingin.”
Masih dengan senyuman Farel mengangguk. “Baiklah.”
Raisya yang melihat respon Farel seperti itu memejamkan mata frustasi. Mencoba abai, tangan tramping ya mulai mengambil satu hidangan yang menarik di matanya.
Terlalu terhanyut dalam pemandangan luar biasa membuat Farel melupakan sekitarnya, bahkan laki-laki itu hanya memegang pisau dan garpu tanpa menyentuh satu hidangan pun di meja. Setiap Raisya mengunyah jakunnya naik turun, seakan ia lah yang memakan stiek itu.
“Kau tidak makan?”
Farel tergagap. “Oh, ini aku mau makan.” Farel dengan serampangan menyuapkan garpu kosong ke dalam mulutnya.
Raisya yang melihat tingkah gila Farel tidak bisa menahan tawa, bahkan para pelayan dan pemain musik yang berada di pojok ruangan juga ikut tertawa namun, dengan cepat mereka menahan tawanya yang membuat wajah mereka merah padam dan terlihat aneh.
Farel merutuki kebodohanya, kepalanya menunduk guna mengahalau rasa malu luar biasa yang ia rasakan.
“Aku terlalu hanyut melihatmu, sampai-sampai aku tidak menyadari apa pun.” Farel mencicit pelan.
Raisya yang mendengar jawaban polos itu tertegun. Apakah laki-laki ini benar-benar mencintainya? Jika iya, apakah sudah waktunya ia juga mulai membuka hati untuk Farel? Toh, Farel akan bercerai, dan ia tidak sanggup kembali pada Jhonatan dengan statusnya yang seperti ini.
“Jangan menatapku seperti itu. Seharusnya kau bertindak sewajarnya saja. Kau harus ingat, perhatikan dirimu terlebih dahulu, baru kau beri perhatian pada sekelilingmu,” Raisya berucap dengan serius.
“Tidak, tidak. Aku hanya akan memperhatikanmu, selepas diriku kesakitan atau apa pun, aku akan tetap perhatian padamu.” Farel menatap Raisy tegas. Tatapan itu seakan menegaskan perasaanya yang kukuh hanya untuk Raisya, apa pun kedepannya nanti.
__ADS_1
“Baiklah, tapi ingat pesanku, kau harus lebih perhatian pada dirimu sendiri, cara terbaik kita belajar adalah dari diri kita sendiri. Jika kau ingin memberikan perhatian peda seseorang dan membuat seseorang itu nyaman, maka kau harus tahu bagaiamana cara memperhatikan dirimu sendiri. Kadang perhatian yang kita beri itu membuat orang lain tidak nyaman.” Raisya menunduk, melanjutkan makannya yang tertunda.
Farel terdiam mendengar perkataan Raisya. Ia tidak tahu bagaiaman rasanya diperhatikan. Ia hanya melakukan sesutu yang ia yakin membuat pasangannya akan nyaman tanpa bertanya pendapat mereka.
Kebebasan yang diberikannya untuk Salsha itu juga bentuk perhatiannya. Ia tahu Salsha seoarng model, maka ia harus dengan ikhlas membiarkan tubuh Salsha di nikmati semua orang, dan kehilangan waktu bersama-sama mereka. Bahkan kebebsan itu pula yang membuat Salsha menyalah gunakan semuanya, mencari celah untuk melakukan perselingkuhan.
Kini ia memberikan perhatian yang sangat berbeda untuk Raisya, bahkan perhatiannya seperti sikap posesif. Raisya yang menjauh karena sikap kasarnya, membuat ia berusaha keras menjadi sosok laki-laki manis dan perhatian. Apakah Raisay tidak nyaman dengan perhatiannya? Jika iya, apa yang harus ia lakukan?
“Apa kau tidak nyaman?” Farel bertanya dengan pelan.
Raisya mengngkat wajahnya dengan mulut yang menggembung lucu. Alisnya terangkat, menandakan ia tidak paham dengan pertanyaan itu. Farel yang mengerti maksud Raisya segera menjelaskannya.
“Apa kau tidak nyaman dengan perhatian yang aku berikan?” Farel bertanya dengan gugup.
Raisay terdiam mendengar pertanyaan itu, Bahkan mulutnya yang mengunyah ikut terhenti. dengan cepat ia menelan stiek yang ada di mulutnya tanpa melakukan pengunyahan secara sempurna.
“Bukan tidak nyaman, lebih tepatnya aku merasa aneh. Melihat kau yang melupakan dirimu sendiri karena terlalu memperhatikanku membuat aku merasa seperti wanita paling beruntung sedunia, tapi aku juga merasa menjadi wanita yang memiliki ketakutan yang luar biasa.”
“Apa yang kau takuti?”
“Aku takut jatuh cinta, dan pada akhirnya cinta itu menyakitiku. Bukankah rasa sakit itu muncul karena rasa nyaman dan bahagia yang terlalu berlebihan? Aku hanya ingin berada di tempat yang biasa-biasa saja, agar kelak aku tidak merasa tersakiti karena harapan dan angan yang tidak sampai pada realita.”
“Apa yang kau takuti? Jatuh cinta? Dan kau takut aku akan membuat kau tersakiti karena cintamu itu? Raisya, aku berjanji tidak kan pernah membuat kau merasakan sakitnya jatuh cinta, akan ku buat kau hanya mengenal bahagianya mencintai.”
“Jangan berjanji, lakukan dan buktikan saja. Kadang janji itu ada untuk di langgar, dan aku tidak mau kau melanggar janji itu nanti. Cukup pahami kemampuanmu, agar kelak kau dapat memenuhi janjimu. Ikrarkan janjimu itu pada dirimu sendiri, agar kelak jika kau tidak bisa menepati tidak akan ada yang tersakiti.”
Farel hendak membuka bibir. Namun getaran dalam ponselnya membuat ia menutup kembali bibir itu. Matanya memicing melihat id nomber yang tertera di gawainya. ‘apa yang terjadi?’ tanyannya dalam hati.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Terimakasih sudah membaca😘😘😘😘
Terimakasih juga sudah like, komen, vote, bahkan follow 😍😍😍😘
Gimana part ini?
__ADS_1