
“Mau kah kau jalan-jalan bersamaku sore ini?” Farel bertanya di tengah-tengah ia megelap bibirnya.
Raisya yang sudah menyelesaikan makanya namun, masih belum beranjak mengangkat kepalnya. Matanya menatap Farel denga alis terangkat.
“Kenapa kau mengajakku? Kau tidak takut nanti ada yang tahu hubungan gelap kita, kemudian terjadi skandal baru?”
Farel menggertakkan gigi. Mendengar kat ‘hubungan gelap’ membuat egonya tersentil.
“Kenapa kau mengatakan hubungan gelap?”
“Terus kau anggap hubungan seperti apa ini? seorang pria beristri tidur, bahkan tinggal dengan wanita asing, apa sebutan hubungan untuk mereka jika bukan hubungan gelap?”
“Tapi__”
Raisya menghela nafas jengah. “Sudah, jangan kita lanjutkan pembahasan yang tidak bermutu ini. Jadi kau ingin kita jalan-jalan?”
Farel menekan sekuat tenaga emosinya. Laki-laki itu paling tidak suka dengan orang yang membantah ucapannya, terlebih memotong pembicaraanya. Tapi ia tidak bisa menyemburkan emosinya dengan Raisya, hatinya terlalu lemah jika berhadapan dengan wanita itu. Cukup ia gantikan emosinya denga senyuman lembut.
“Aku sudah menyediakan tempat khusus untuk kita. Jadi bersiaplah, jangan lupa berdandan yang cantik.” Farel mengedipkan matanya genit.
Raisya menatap datar Farel, bukanya ia tersipu, tapi ia malah merasa mual.
“Jangan bertingkah seperti itu, kau terlihat menjijikan. Dan satu lagi, tanpa harus berdandan, aku sudah cantik, jadi jangan khawatirkan masalah itu.” Raisya mencibir lalu berdiri meninggalkan Fare yang tercengang dengan ucapannya.
“Menjijikan? Oh, ya ampun. Wanita itu?” Farel meraup dagunnya kasar. Ia tidak habis pikir dengan sikap Raisya. Ia sudah bersikap lembut, berharap Raisya segera luluh, tapi bukanya luluh Rasiay tambah jijik.
Sedangkan jika dia bersikap kasar, obsesif, posesif, dan arogant seperti dulu, Raisya tambah menjauh.
Merasa frustsi dengan sikap sang wanita, Farel segera bangkit menuju ruang kerjanya.
****
Raisya memasuki ruang pakaian. Matanya menatap jajaran dres dan gaun yang terlihat indah dan mahal. Ia suka kemewahan, tapi ia tidak suka menghambur-hamburkan uang.
Kakinya melangkah, menyusuri setiap jalan yang di samping kanan kirinya berdiri jajaran gaun indah. Tanganya sesekali menyentuh bahan dari gaun itu.
Tatapanya terhenti, menatap dengan pandangan lurus ke arah gaun berwarna silver dengan potongan dada rendah. Gaun itu terlihat elegant, sekaligus seksi. Gaun yang tidak hanya memperlihatkan lekuk tubunya, tapi juga memperlihatkan punggung mulusnya nanti.
Dengan pelan Raisya berjalan ke tengah, tanganya meraih gaun itu dengan lembut. Menyentuh bahanya yang terasa ringan.
“Sangat indah dan nyaman.” Raisya tersenyum lembut menatap gaun yang ada di tanganya.
__ADS_1
Raisya dengan pelan meraih ujung dres yanag di pakai, menariknya ke bawah, dan membuat dres itu meluncur indah di kakinya. Tanganya dengan pelan meraih gaun siver itu dan memakaianya.
Raisya berdiri di depan cermin besar yang memperlihatkan seluruh tubuhnya. Gaun panjang dengan bahan jatuh terlihat sangat-sangat indah dan pas.
“Kau cantik sekali.”
Deg!
Raisya terlonjak kaget. Dengan cepat ia memuatar tubuhnya, mencari siapa gerangan pemilik suara yang penuh dengan geraman tertahan.
“Farel? Kenapa kau masuk?” Raisya menatap Farel tidak suka.
“Kenapa akau masuk? Aku juga tidak tahu kenapa. Kakiku dan hatiku lah yang membawaku ke sini, mungkin ini yang dinamakan jodoh, sejauh apa pun kau, pasti aku akan menemukanmu, seperti sekarang.”
Raisay mencibir mendengar ucapan yang penuh dengan bualan itu. Bagaiaman tidak ketemu, mereka tinggal dalam satu atap, bahkan dalam satu kamar. Dasar aneh!
“Terserah-terserah. Sekarang kau keluar, aku harus merias diriku agar terlihat lebih cantik lagi.” Raisya berjalan meninggalkan Farel yang menatapnya seperti binatang kelaparan.
Farel menjilat bibir atasnya, bukan karena bibirnya kering, tapi karena pemandangan indah di depan matanya. Lekuk tubuh Raisya, dan punggung mulus itu membuat hewan dalam dirinya mengaum dengan keras.
Raisya memoleskan beberapa make up di wajahnya. Matanya terlalu fokus memilih warna lipstik yang sesuai dengan gayanya malam ini. Sedangkan Farel yang melihat raut serius Raisya dalam memilih lipstik membuatnya mendekat.
“Pakai yang rasa strobery, aku suka strobery.” Bisik Farel pelan tepat di telinga Raisya.
Farel yang melihat Raisay gugup tersenyum. Ia letakkan tanganya di antara kedua bahu Raisya yang terbuka. Tanganya dengan pelan memutar tubuh wanita itu, membuat mereka saling berhadapan.
Raisya terpaku melihat perubahan posisinya yang secepat kilat itu, bahkan matanya terlihat mengerjap polos. Sedangkan Farel mengabaikan tatapan Raisya, matanya terfokus pada jajaran lipstik, kemudian tanganya mengambil lipstik yang ia cari.
Dengan pelan Farel menatap bibir indah itu, bahkan jakunnya terlihat naik turun. Tangan kekarnya dengan pelan membuka lipstik warna merah itu dan mengoleskannya pelan. Tepat di bibir bawah, Farel sedikit menekannya, dan hal itu membuat jakunnya semakin bergerak dengan liar.
Raisya hanya terpaku, matanya tidak berkedip melihat wajah serius Farel, pandangan matanya teralih, dari wajah serius itu turun ke leher kekar, terlihat di sana jakun kekar yang naik turun dengan ritme cukup cepat.
Raisya merasa tergoda untuk menyentuh jakun itu, tanpa dapat di cegah, tanganya merangkak, membelai lembut jakun itu dengan wajah terperangah. Tekanan di bibirnya membuat Raisay tersadar, segera ia turunkan tanganya dan memandang ke atas. Terliaht jelas wajah Farel yang merah padam. ‘apakah laki-laki itu marah?’
Farel yang mendapat sentuhan itu tidak bisa menahan semuanya, dengan cepat ia tangkup kedua pipi Rasiay, mengurungnya dalam tangan kekarnya. Menatp sejeanak netra hijau yang terlihat membola, Farel segera melancarkan aksinya.
Mencumbu, menyesap, bahkan menggigit tanpa ampun bibir menggoda itu. Netra hitamnya tertutup rapat, bahkan tanganya beralih ke tengkuk untuk memperdalam cumbuan itu.
Raisya tergagap dengan serangan yang tiba-tiba itu. Nafasnya mulai terputus-putus, bahkan ia yakin bibirnya sudah tidak berbentuk lagi. Dapat ia rasakan aliran saliva yang membasahi dagu sampai leher jenjangnya. Ia yang mencoba menolak cumbuan itu ikut terhanyut di dalamnya.
Farel merasa terbakar, tangannya dengan cepat mengangkat tubuh Raisay, membawanya menempel erat di tubuhnya. Sedangkan Raisya hanya bisa melingkarkan kedua kakinya di sekitar pinggang Farel dengan rapat.
__ADS_1
Tangan kekar Farel mulai menyentuh punggung terbuka itu, mengelusnya dengan lembut, mengantarkan gelenyar aneh di sekujur tubuhnya dan tubuh Raisya. Farel berjalan mundur dengan Raisya yang masih di gendonganya dan bibir yang masih bertautan.
Tubuh kekarnya terjatuh tepat di atas ranjang empuk dengan posisi Raisya yang masih di atasnya. Dengan cepat Farel membalikkan tubhnya, megungkung tubuh Raisya dengan tubuh kekarnya.
Cumbuan itu terlepas, membuat Rasiay mengambil nafas dengan cepat. Farel menatap Raisya dengan tatapn memuja. Raisya terlihat sangat menawan, dengan rambut coklatnya yang terhampar di atas ranjang putih, dan mulut yang terbuka. Wanita itu terlihat sangat menggoda.
Raisya yang masih menormalkan nafasnya merasa tertegun dengan tangan kekar yang mencoba masuk di dalam gaunya. Degan cepat ia menghentikan sentuan itu. ia tidak ingin melakukan kesalahan lagi.
“Farel, berhenti.” Raisya memegang erat tangan Farel.
Farel yang sudah di rundung nafsu menatap Raisya marah. Namun, bayangan wajah Raisay yang tersakiti karena kelakuan bejatnya dulu membuat ia segera sadar. Farel segera bangkit, tangannya dengan pelan membenahi pakaian Raisya yang terlihat berantakan.
“Maafkan aku, sungguh aku tidak sadar.” Farel berucap dengan wajah bersalah.
Raisya tersenyum lembut dan menganggukkan kepalanya. Ia tidak bisa menyalahkan Farel, di sini ia juga bersalah.
“Sekali lagi maafkan aku. Aku mencintaimu. Satu lagi, strobery-nya sangat nikmat” Farel mengerling mata genit.
****
“Kau keguguran?”
“I_ iya.” Salsha menunduk ketakutan.
“Anak itu anak Farel kan?”
“I_iya.”
“Di mana Farel sekarang?”
Salsha terdiam mendengar pertanyaan itu. tanganya mengepal kuat merasa tertekan dan bingung sekaligus.
“Kau keguguran, dan kau tidak tahu di mana Farel? Biar aku yang mengurus Farel, akan aku beri pelajaran laki-laki itu nanti."
______
Terimakasih sudah membaca,,,
Siapkan hati, konflik mulai mendekat 😢
banyak teka teki ya 😢
__ADS_1
Buat temen², bantu promosikan ceritaku dong 😍😍