
“Nek, jika Nenek ingin aku memilih antara Raisya dan Nenek, jujur itu terlalu berat untukku. Tapi aku memang harus memilih. Maafkan aku, aku akan memilih Raisya, meskipun harus kehilangan Nenek.” Farel berucap dengan serius. Laki-laki itu menatap Maria penuh keputus asaan. Di hadapkan pilihan anatara dua orang yang sangat di cintainya, membuat laki-laki itu hancur.
Maria menatap tidak percaya Farel. Bagiamana bisa cucunya itu berucap dengan entengnya seperti itu.
“Farel....” Maria bergumam lirih.
Farel menunduk, laki-laki itu enggan menatap wajah terluka Maria. Biara bagaiamana pun, ia sudah berjanji, apa pun yang terjadi akan memilih Raisya.
“Maafkan aku Nek. Aku tidak bisa meninggalkan Raisya di saat aku sudah menghancurkan masa depan dan mengikat dia dalam kehidupan rumitku.”
Maria menghela nafas, mencoba menghalau rasa sesak yang melanda di dadanya.
“Jika seperti itu, lepaskan Raisya. Biar Raisya bersama Nenek,” Maria berucap dengan pelan.
Farel mendongak, merasa terkejut dengan ucapan Maria. “Apa maksud Nenek. Bukankah, Nenek membenci Raisya, bahkan Nenek menginginkan aku meninggalkan Istriku.”
“Tidak, aku tidak pernah membenci Raisya. Tapi aku lebih membencimu. Biar bagaiamana pun, semua ini terjadi karena kebodohanmu!” Maria berucap dengan serius.
Farel semakin tidak mengerti. Maria di depannya seperti sudah mengetahui semuanya tanpa ia beri tahu. Bahkan wanita tua itu seperti mengetahui apa yang akan terjadi kedepannya.
“Tapi, waktu itu__”
“Maafkan Nenek, Nenek memang sengaja melakuan semua itu. Menghina Raisya, bahkan memberimu pilihan sulit.”
“....”
“Kita sedang di awasi, dan kita sekarang tidak punya waktu banyak!” Maria berucap dengan serius.
Farel mengerutkan alis, merasa bingung dengan maksud ucapan Maria. Sedangkan Maria yang paham segera menarik Farel menuju tempat yang lebih rahasia lagi. Membiarkan Raisya yang masih belum sadar sendiri di ruangan mewah itu, dengan beberapa pengawasan yang sudah di letakkan di berbagai sudut.
“Duduklah!”
Farel dengan patuh mendudukan dirinya tepat di sebrang Maria. Laki-laki itu terlihat sangat penasaran dengan maksud ucapan Maria tadi.
“Lihat ini.” Maria mengangsurkan tab yang berisi beberapa bukti yang sudah wanita tua itu dapat.
Farel dengan cepat mengambilnya, menggulir layar datar itu dengan tatapan serius. Bahkan terlihat wajah laki-laki itu semakin lama semakin memerah dengan rahang mengeras.
__ADS_1
“Breng*ek! Beraninya mereka.”
“Sejak kapan Nenek tahu?” Farel menatap Maria serius.
Maria tersenyum. “ Setelah kasus Salsha yang keguguran”
Farel semakin terkejut. Jika seperti itu, berarti Neneknya sudah lama mengetahui semuanya. Tapi mengapa Neneknya tidak langsung menegur.
“Kenapa?” Farel bertanya dengan lirih.
“Kau tanya kenapa? Seharusnya pertanyaan itu lebih pantas untukmu! Kenapa kau menghancurkan masa depan wanita sebaik Raisya? Memanfaatkannya di saat waktu sulit, bahkan kau tidak pernah lepas untuk mengambil celah dan mengikat Raisya.” Maria menatap murka Farel.
Farel mengerjapkan mata. “Bukankah Nenek merestui hubungan kami?”
“Kata siapa? Nenek tidak pernah setuju hubungan terlarang. Maka dari itu, tinggalkan Raisya, bairkan Raisya bersama dengan Nenek. Dan untukmu, selesaiakan semua yang belum benar-benar kau selesaikan.” Maria menatp tajam Farel.
Farel dengan cepat menggelengkan kepalanya. Wajah laki-laki itu persis seperti seoarng anak kecil yang tidak ingin mainannya diambil.
“Tidak, jangan pisahkan aku dengan istriku Nek. Hukum aku dengan apa pun, tapi jangan hukum aku dengan perpisahan.”
Maria terkekeh sinis. “Kau membuat wanita baik-baik memiliki status buruk! Kau tahu, masyarakat tidak akan menghukum atau pun menghujat kaum laki-laki, tapi mereka hanya akan memandang sebelah mata kaum wanita. Kau mau Raisya mengalami hal seperti itu?”
“Kau mau mengungkap status Istrimu di saat statusmu sendiri belum jelas?”
“Aku sudah jelas bercerai Nek!”
“Ha ha ha, siapa yang tahu status perceraianmu?”
“....”
“Hanya dirimu dan wanita ular itu! kau seharusnya tetap memiliki etika. Di saat menjalin sebuah hubungan, kau tidak hanya menjalin hubungan dengan sang putri saja, tapi kau juga menjalin hubungan dengan keluarganya. Maka, kau harus menyerahkan anak mereka dengan baik-baik, setidaknya kau jelaskan maksud dari semuanya. Jangan mengambil keputusan dengan gegabah seperti ini. Semua ini hanya kan menyakiti seseorang yang tidak bersalah, yaitu Raisya.”
“Apa maksudmu Nek?”
“Kau bodoh! Apa kau tidak berpikir, dengan tiba-tiba mengkonfirmasi statusmu, apa keluarga Salsha tidak akan menganggap Raisya sebagai pelakor?” Maria memicingkan mata tajam.
Farel menatap tidak suka Maria. Mendengar julukan pelakor untuk Raisya sungguh membuat hatinya merasa terluka.
__ADS_1
“Nek, Raisya bukan pelakor!”
“Tidak, Raisya tetap pelakor! Apa sebutan yang pantas untuk wanita yang menjalin hubungan dengan laki-laki beristri? Terlepas itu hanya paksaan, tapi tetap julukan itu tidak terlepas!”
Farel terdiam, merasa menyesal telah membuat Istrinya berada dalam posisi yang hina. Jika bisa mengulang waktu, ia akan langsung menceraiakan Salsha saat mengetahui hubungan gelapnya dulu, kemudian segera menikah dengan Raisya. Tapi semua tidak akan pernah terjadi.
“Nek___”
“Kau terlalu bodoh! Bagaiamana bisa kau mempertahankan ular di dalam ranjangmu. Salsha itu wanita ular, wanita yang haus belaian, tidak cukup dengan sentuhanmu, maka dia memilih mencari sentuhan dari pejantan lainnya. Seharusnya kau langsung menceraikan wanita seperti itu dari dulu.” Maria menggeram marah, merasa tidak terima mengingat Farel di khianati terlebih dahulu.
Farel mendongak, meras terkejut mendengar fakta itu. Bagaiamana bisa wanita tua itu tahu, ia yakin , hanya dirinya, Salsha, dan Max sajalah yang tahu penghianatan itu.
“Nek__”
“Jelaskan! Apa maksudmu tetap mempertahankan wanita itu di saat dia sudah melakukan kesalahan fatal?” Maria menatap tajam Farel. Sungguh bodoh cucunya itu.
“Farel Impotent Nek, dan Farel saat itu tidak hanya marah dengan Salsha, tapi dengan diri Farel juga. Tanpa sengaja yang membuat Salsha melakukan hubungan terlarang itu karena kekuranganFarel Nek.” Farel mmnunduk, merasa malu mengungkap kekurangannya di depan sang Nenek. Laki-laki itu persis seperti anak kecil yang ketahuan mencuri.
Maria mengangkat alisnya sebelah, merasa terkejut dengan fakta yang baru ia ketahui. Dari semua informasi yang ia dapat, ia tidak mendapatkan bukti tentang kekurangan Farel itu. Jika benar, maka ada satu masalah besar lagi.
“Jika kau Impotent, anak siapa yang dikandung Raisya?” Maria menatap dengan mata tajamnya. Aura dingin wanita itu keluarkan.
Farel yang mendengar fakta tentang kehamilan Raisya menatap Maria terkejut. “Raisya hamil?”
“Iya, dan kau lagi-lagi di khianati.” Maria menatap datar Farel.
Farel tersenyum, dengan cepat laki-laki itu berlari ke arah ruangan Raisya, mengabaikan Maria yang terlihat kebingungan dengan sikap sang cucu.
Farel menatap Raisya dengan mata berkaca-kaca. Tangan besarnya dengan gemetar menyentuh perut datar itu. “Anakku.”
Maria yang berada di belakang Farel mengernyitkan alis, merasa bingung dengan maksud ucapan Farel. Jika benar yang dikandung Raisya anak Farel, yang berarti cicitnya, lantas apa maksud dari Impotent?
______
Alhamdulillah akhirnya bisa double up,, meskipun agak telat up_nya,,,
Terimakasih untuk kalian semua yang sudah setia menemani Author,, dukung Author, kasih semangat, dan juga kasih DOA buat author,,,
__ADS_1
Semoga kalian semua dilancarkan rizkinya, dimudahkan urusannya, dan yang masih jomblo di segerakan jodohnya 😘😘😘