
Farel tertegun mendengar penuturan petugas itu. Raisya memiliki kekasih, dan kekasihnya sudah terbaring di rumah sakit ini sejak lama, bahkan sebelum ia bertemu dan menjalin hubungan dengan Raisya.
Farel menatap kosong, indra pendengaranya seakan tidak berfungsi, bahkan laki-laki itu mengabaikan celotehan penuh semanagt petugas itu mengenai kisah cinta Raisya dengan kekasihnya itu.
“Pokoknya saya sangat mengidolakan mereka berdua. Saya berdoa semoga Nona Raisya bisa menikah, kemudian memilki anak dengan kekaishnya.” Petugas itu menyentuh kedua pipinya yang bersemu.
Farel yang terdiam, menatap tajam petugas itu yang dengan kurang ajarnya mengucapkan doa seperti itu.
“Itu tidak akn terjadi!” Farel berucap dengn tajam.
Petugas itu mengerjap, merasa terkejut dengan ucapan Farel.
“Di mana ruangannya?”
“Ha?”
“Kau bodoh! Di mana ruangan laki-laki itu?” Farel menatap tajam petugas itu.
“Oh, pasien ada di ruang 888 VVIP.” Petugas itu menjawab dengan gugup.
Tanpa menunggu lama, Farel segera beranjak pergi, meninggalkan petugas wanita itu yang terlihat bingung sekaligus kesal.
Laki-laki itu melangkah dengan membawa aura yang sangat menyeramkan. Setiap langah yang ia lalui, seperti melangkah di atas lantai yang berduri. Menusuk, merobek, mengoyak, dan membuat luka yang sangat tajam.
Tangan kekal itu terkepal kuat. Lagi-lagi ia merasa terkhianati. Ia sudah memberikan peringatan besar untuk kekasih Raisya, Zakiel Balawel, tapi mengapa mereka tetap memaksa berhubungan tanpa sepengetahuannya.
Namun, satu kejanggalan yang mengusik pikiranya. Jika di tilik dari perkataan Petugas tadi, kekasih Raisya sudah berada di rumah sakit ini sejak lama, bahkan mengalami koma juga.
Lantas, bagaiamana dengan Zakiel? Zakiel terlihat baik-baik saja, jika pun laki-laki itu berada di rumah sakit dengan keadaan yang memprihatinkan, para awak media pasti akan membuat kabar itu menjadi semarak. Mengingat keluarga Balawel bukan keluarga biasa, meskipun masih di bawahnya.
Apa selama ini Farel salah paham? Halangan dalam hubungannya yang ia kira sudah hilang, nayatanya masih ada.
Langkah Farel terhenti. Menatap pintu putih yang tertutup rapat. Dengan tangan sedikit gemetar, ia meraih hendle itu, membukanya pelan dan melihat sedikit dari celah pintu.
Jlep!
Dada Farel terasa teremas. Pemandangan Raisya yang sedang berciuman dengan laki-laki, menyambutnya. Rasa sakit akan penghinaan dari Tamara, nyatanya tidak ada apa-apanya dibanding rasa sakit yang ia terima saat ini.
Farel dengan pelan menutup pintu itu kembali, berjalan ke arah lorong yang terlihat sepi. Namun, langkahnya terhenti ketika matanya menatap Andres yang terlihat berdebat dengan Jesika di sudut sana.
__ADS_1
Rahang Farel mengeras. Jadi mereka berkhianat, dan mereka berdua bersekongkol menjadikannya seperti orang bodoh.
“Kalian akan tahu, apa akibat dari perilaku kalian. Tetaplah seperti itu, dan aku akan membuat kalian merasa hidup dalam kematian.” Farel mengepalkan kedua tangannya erat. Berjalan dengan cepat meninggalkan rumah sakit.
****
“Bagaiamana bisa kau berkhianat?” Andres berteriak di depan wajah jesika.
“Aku tidak pernah berkhianat!” Jesika menatap tajam Andres.
Andres menggertakkan gigi kuat. “Kau masih bisa mengelak, aku sudah tahu semuanya! Semuanya dari awal!”
Mata sipit itu terlihat membola, merasa terkejut dengan fakta baru yang ia dengar. Jika Andres sudah mengetahui semua dari awal, lantas mengapa laki-laki itu hanya terdiam.
“Apa maksudmu?”
“Sedari awal aku sudah tahu, jadi aku mohon berhentilah sebelum Tuan mengetahui semuanya. Aku diam, karena aku merasa kasihan dengan kalian, tapi kalo kalian tetap melakuakn hal seperti ini, aku tidak menjamin Tuan akan diam saja.”
“Kau akan memberitahu Tuan?” Jesika memicingkan matanya.
Andres mengusap wajah kasar. “tidak, aku tidak akan memeberitahu Tuan. tapi kau harus ingat, Tuan bukan orang biasa. Dia bisa melakukan sesuatu di luar batas manusia, menyelidiki hal seperti ini bukanlah hal sulit.”
Andres tertawa remeh. Matnya menyorot Jesika dengan pandangan sinis. “Kau yakin sekali. Apa dengan keahlian IT mu yang tingkat setengah itu mampu membuat Tuan terkecoh?”
Jesika tersentak. Bagiamana bisa Andres mengetahui kelebihannya itu. “Bagaiamana kau tahu?” Jesika mendelik tajam.
“Sudah ku bilang, aku tahu semuanya. Bahkan aku tahu awal pertama Nyonya Raisya menemui kekasihnya yang baru bangun dari koma. Aku tahu kau yang membuat rute jalan itu tiba-tiba menjadi salah, aku tahu kau yang membobol CCTV jalanan, dan membuat para penjaga kelabakan,” Andres berujar dengan nada keras.
Ya, laki-laki yang melihat Raisya berpelukan dulu adalah Andres. Andres yang berbeda mobil dengan para pengawal yang terjebak di tengah jalan berhasil membuntuti mobil Jesika.
Andres juga mendengar curahan hati Raisya dan Jhonatan. Kisah cinta mereka membuatnya tidak sanggup mengungkapkan kebenaran itu di depan Farel. Melihat tempramen Farel, Andres memilih untuk diam, dan pura-pura tidak tahu.
Namun, melihat Raisya dan Jesika yang berulang kali melakukan pertemuan seperti ini membuat Andres takut. Laki-laki itu takut, Farel akan mengetahui semua ini,dan akan berimbas buruk untuk mereka semua. Terutama Raisya.
Jesika yang terdiam lama akhirnya memeberanikan diri menatap andres dan berucap.“Sekarang apa yang akan kau lakukan? Pura-pura tidak tahu, atau membocorkan semuanya.” Jesika menatap datar Andres.
“Menurutmu?” Andres menatap Jesika menantang.
__ADS_1
“Kataka saja! Aku tidak takut.” Jesika membuang muka.
Andres menghela nafas panjang.”Aku tidak akan mengatakan apa pun, aku akan tetap pura-pura tidak tahu. Tapi aku mohon, berhentilah melakukan hal yang berbahaya seperti ini, terlebih untuk kau, kau akan lihat bagaiamana murkanya Tuan Farel nanti. Tuan Farel tidak akan pernah memberikan pengampunan untuk seorang penghianat,” Andres berucap dengan serius.
Jesika dengan cepat menolahkan wajahnya, mendongak dan menatap wajah Andres yang terlihat khawatir.
“Kenapa kau harus sampai seperti ini, buaknnya hal seperti ini juga berbahaya untukmu?”
Andres terkekeh. “Aku juga tidak tahu.”
Hening, mereka berdua larut dalam pemikiran masing-masing.
“Aku mohon jaga diri kalian,” Andres berucap dengan mata sendu.
Jesika menatap Andres dengan pandangan rumit.
****
Farel menyorot tajam komputer di depannya. Adegan demi adegan terpampang jelas dari sana. Tangan kekarnya memencet tombol berhenti, membuat video yang sedang berjalan itu terhenti.
“Ha ha ha, apa yang harus aku lakukan?” Farel mengelus lembut wajah Raisya yang terlihat di layar itu.
Raut terluka terlihat jelas di wajah tampannya. Matanya menyorot penuh luka wajah Raisya yang sedang berpelukan dengan pria yang baru ia ketahui bernama Jhonatan itu.
Dalam hitungan menit, laki-laki itu dengan cepat mendapatkan seluruh informasi Raisya dan tunanagannya.
“Apa aku harus membuatmu benar-benar hamil untuk mengikatmu? Ah, tapi kau tidak suka dengan paksaan,” Farel berujar dengan raut penuh frustasi.
“Argh, apa yang harus aku lakukan? Kenapa kau berbuat seperti itu, diam-diam pergi untuk menemui kekasihmu. Bahkan kau dengan teganya menutupi semua dari ku. Padaal aku sudah menceritakan semua, semua tentang masa laluku tanpa aku tutupi sedikitpun.” Farel menangis.
“Katakan! Katkan apa yang harus aku lakukan sebelum aku melakukan sesuatu yang akan kau benci seumur hidupmu.” Fare; menunduk dengan air mata yang bercucuran.
Hatinya hancur. Lagi-lagi penyebab kehancurannya adalah orang yang ia cintai. Pertama ibunya, dan sekarang wanitanya.
__________
selamat membaca,,, Terimakasih atas dukungan dan semangat kalian,,,
wahhh mau lebaran nih, pasti pada sibuk buat kue 😂😂😂
semangat buat puasanya,,, ada yang nunggu Raisya sama Farel cepet bersatu??? ditunggu beberapa part lagi ya 😉
__ADS_1