
Raisya meninggalkan ruang rawat itu dengan sejuta perasaan. Namun, satu hal yang pasti, ia merasa tenang. Keputusan untuk meninggalkan Jhonatan, tanpa menemui laki-laki itu lagi sangat tepat.
Mengingat temprament Farel yang luar biasa, wanita itu takut akan berimbas buruk bagi Jhonatan dan dirinya sendiri.
Farel, laki-laki arogant namun, sangat rapuh di dalamnya. Laki-laki itu mampu membuat perasaanya terguncang dengan hebat. Namun, kegilaan yang dapat dilakukan laki-laki itu membuat kerapuhannya tertutup dengan sempurna.
“Nyonya.”
Raisya menghentikan langkahnya. Wajah tersenyum ketika melihat Jesika yang berjalan ke arahnya menghilang ketika netra hijaunya bersitatap dengan netra hitam Andres. Tubuh wanita itu menegang.
“Bagaiamana?” Jesika bertanya dengan senyum lembut mengabaikan tatapan terkejut Raisya.
Tanpa menjawab pertanyaan Jesika, segera Raisya meggeret lengan Jesika kuat, membuat wanita bermata sipit itu terkejut namun, tetap melangkah mengikuti ke mana perginya Raisya.
Raisya melepaskan cekalanya ketika memasuki lorong yang cukup sepi, dan yang pasti tidak ada Andres di sana.
“Bagaiamana bisa kau berjalan dengan andres di belakangmu?” Raisy bertanya dengan nada cemas.
Jesika yang awlanya bingung kemudian mengangguk paham. Wajar saja jika Raisya terlihat sangat ketakutan.
“Andres sudah tahu semuanya, Nyonya.”
“Apa? Jadi kau menghianatiku?” Raisya berjalan mundur, matanya menatap Jesika tidak percaya.
Jesika dengan cepat menggeleng panik, berjalan dengan cepat menuju ke arah Raisya. “Tidak, Nyonya. Bukan seperti itu. Tapi.....” Jesika menjelaskan semuanya. Dari awal samapai akhir membuat Raisya tersenyum lega.
“Jadi, Andres sekarang berada di pihakku?”
“Untuk saat ini iya Nyonya, Tapi kita tidak tahu kedepannya seperti apa. Menurutku, Andres lebih tepat berada di pihak netral. Laki-laki itu tidak akan membocorkan semua ini namun, juga tidak berusaha menutupinya jika sewaktu-waktu Tuan Farel mengetahui semuanya.”
Raisya terdiam, mencoba mempertimbangkan sesuatu. “Baiklah, itu bagus.”
“Nyonya, apa semua sudah selesai?”
“Hmm, semua sudah selesai. Benar-benar selesai.” Raisya mendongak ke atas. Menerawang jauh di sana, mencoba menutupi seluruh luka yang didera.
Jesika tersenyum kecut. Melihat tatapan itu, ia yakin, lagi-lagi Raisya mengambil keputusan yang sangat berat. Tapi ia hanya akan tetap mendukung dan melindungi Raisya, apa pun keputusan wanita itu.
“Apakah kau memutuskan untuk bersama Farel?”
Raisya terdiam, bingung bagaiaman harus menjawab pertanyaan itu. Semua tidak semudah yang di lihat atauapun dibaca semua orang.
“Aku tidak tahu.” Raisya menjawab dengan lirih.
__ADS_1
Jesika menyipitkan matanya. Mata yang sudah sipit itu terlihat lebih sipit lagi. “Kenapa kau harus bingung? Bukankah kau sudah memutuskan untuk meninggalkan Jhonatan, dan sekarang Tuan Farel juga akan bercerai, apalagi yang kau pertimbangkan?”
Raisya menghela nafas panjang. “Status.” Raisya menjawab dengan tegas.
“Status apa? Bukankah Tuan Farel akan menikahmu setelah bercerai? Lalu apa yang kau pikirkan?”
“Mungkin semua akan terlihat mudah ketika mendengar penuturamu. Tapi pernahkah kau berpikir status seperti apa yang aku pikirkan? Statusku sebagai wanita simpanan. Selama ini aku sangat membenci dengan yang namanya penghianatan, atau perusak hubungan orang. Meskipun hubungan Farel sudah rusak tanpa perlu aku masuk di dalamya atau pun aku memaksa seperti drama-drama pelakor, tetap saja, aku adalah orang ketiga dalam hubungan mereka. Dan aku tidak mau menjadi orang ketiga.” Raisya menjawab dengan tegas.
Jesika terdiam, bingung dengan cara berpikir Raisya yang sangat rumit.
“Kau tahu, selama ini aku percaya jika karma itu ada. Jika aku menikah dengan laki-laki yang sudah aku masuki pernikahannya, maka aku akan mendapatkan balasan dari semua itu. Dan aku tidak ingin hal itu terjadi untukku, atau pun anakku kelak. Setiap hubungan yang di awali dengan kesalahan tidak akan berakhir bahagia.” Raisya mengelus perut datarnya, seakan-akan di sana sudah ada kehidupan.
“Aku tidak tahu cara berpikirmu seperti itu. Kau terlalu rumit, tapi semua keputusan ada di tanganmu.”
“Ya, aku memang terlalu rumit. Dan pemikiranku itulah yang membuat aku ketakutan dan tidak ingin terlalu jauh terjun dalam hubungan seperti itu. Aku tidak menyalahkan perasaan Farel, tapi aku menyalahkan keadaan dan posisi kita saat ini. Andaikan kita dipertemukan dalam status atau keadan yang lebih baik lagi, aku akan mencoba menerimanya.” Raisya menundukkan kepalanya.
Jesika mendekat, mengelus lembut bahu Raisya, menyalurkan kekuatan dari sentuhan itu.
“Aku doakan semoga, kau selalu bahagia.”
****
Farel menelan habis minuman keras di dalam botol. Menegak dengan cepat, mengabaikan rasa pahit dan panas yang membakar tenggorokannya.
“Kenapa dunia ini sangat kejam.” Farel menggumam dengan wajah memerah.
Tangan kekarnya menatap fotonya bersama Raisya yang berada di pojok meja kerjanya.
“Kenapa harus ada cinta jika berakhir seperti ini?”
“Kenapa Tuhan?” Farel berteriak.
Tangannya membanting botol hitam itu dengan keras. Membuat pecahan serta isi dalam botol itu berserakan.
Farel dengan tertatih berjalan dengan kepala sedikit terantuk. Kepala laki-laki itu sungguh sangat pening.
Permasalahan yang datang silih berganti membuatnya menegak hampir tiga botol anggur.
Setiap pelayan yang melihat Farel terdiam dengan kaku.
“Raisya.” Farel berteriak dengan keras. Bahkan tubuhnya sudah terjatuh karena tak mampu menopang berat tubuhnya.
Para pelayan yang melihat itu saling melirik, mencari solusi atas kejadian yang menimpa Farel. Beberapa detik kemudian mereka saling mengangguk, berjalan mendekat ke arah Farel yang masih berteriak dan memanggil nama Raisya dengan posisi tengkurap di lantai.
__ADS_1
“Tuan_”
“Pergi, kau bukan Raisya! Hanya Raisya yang boleh menyentuhku.” Farel menyentak tangan pelayan pria yang mencoba membantunya berdiri.
Para pelayan menunduk ketakutan. Berjalan mundur, mengikuti perintah Farel. Tak lama kemudain terdengar suara hak sepatu dari tangga. Mereka dengan kompak menolehkan kepala untuk mencari siapa gerangan pemiliki suara itu.
Terlihat jelas di sana sosok yang sedang ditangisi Farel berjalan dengan santai. Para pelayan yang melihat itu dengan cepat berlari menuju Raisya.
“Nyonya, untung anda cepat pulang,”Pelayan wanita itu berujar dengan wajah terharu, seakan mendapatkan lotre.
Raisya mengernyitkan alisnya, merasa bingung dengan maksud ucapan pelayan itu. sedangkan para pelayan yang melihat tatapan bingung Raisya dengan cepat berjalan dan menyuruh Raisya mengikutinya. Tidak ada waktu untuk menjelaskan.
Raisya dengan cepat mengikuti pelayan itu. pelayan yang berjalan dengan cepat membuat ia sedikit kesulitan mengikutinya.
Raisya menutup mulutnya tidak percaya. Di depanya terlihat Farel yang merancau memanggil namanya dengan posisi telungkup di atas lantai. Dengan cepat ia mendekat, menyentuh pundak Farel, guna menyadarkan laki-laki itu.
Farel yang mendapatkan sentuhan di pundaknya mengamuk, mencoba menepis sentuhan itu. namun, panggilan lembut dan suara yang sangat ia kenal membuat tanganya berhenti di udara.
“Farel.” Raiya memanggil dengan lembut.
Farel dengan cepat mencoba bangkit namun, merasa kesulitan. Raisya yang memahami kondisi Farel saat ini segera membantu laki-laki itu. Menuntunnya pelan, dan membawanya di dalam kamar.
“Raisya aku mencintaimu, tapi kenapa kau menghianatiku?” Farel merancau dengan kepala yang menyandar bahu Raisya.
Raisya terdiam, merasa bingung dengan rancauan itu.
“Apa aku tidak layak bahagia? Apa aku memang pembawa sial, sehingga aku pantas mendapatkan penghianatan?”
“.....”
“Raisya, kenapa kau berciuman dengan Jhonatan?” Farel merancau di sisa kesadaranya. Tepat setelah mengucapkan kata itu tubuhnya limbung, jatuh tepat di atas rajang,
Mata Farel tertutup, wajah itu terlhat sangat damai dan tenang. Berbeda dengan wajah Raisya yang sudah pucat pasi, bahkan sedikit gemetar.
“Bagaiamana kau tahu tentang Jhonatan?” Raisya menggigit kuat kukunya. Berucap dengan nada lirih yang hanya mempu didengarnya.
_______
Bener gak sih yg kayak gitu bakal dapet karma? 🤔🤔
Haduhhh Raisya rumit bgt pikirannya,,,
dua part ini hmmm gimana ya,, kayaknya gk terlalu memuaskan deh,, kurang bagus 😢
Masih berusaha ngembaliin mood,,, terimakasih dukungan dari temen²,,,, lope lope buat kalian semua
__ADS_1
di tunggu part selanjutnya