Wanita Simpanan

Wanita Simpanan
117. Keputusan


__ADS_3

“Nak, apa kau khawatir?” Maria bertanya dengan lembut, membuat Raisya yang masih sibuk dengan pemikirannya mendongak, menatap Maria dengan wajah bingung.


Farel bingung dengan maksud Maria, sedangkan Raisya menatap Maria dengan pandangan rumit.


“Aku....” Raisya mengerjap. Bagaimana menjelaskan keraguannya itu. Ia tidak menolak janin di perutnya, tapi ia merasa takut tidak bisa menjaga sang Janin.


Farel yang melihat raut takut Raisya denga cepat menyentuh pundak wanita itu, seakan mengatakan jika semua akan baik-baik saja, dan dia akan melindungi mereka.


“Nak, dengarkan Nenek. Jangan takut. Bukankah Nenek tadi bilang kalau Raisya Cucu Nenek, dan siapa pun yang menyakiti Raisya akan Nenek balas berkali-kali lipat.” Maria menatap lembut Raisya.


Raisya terdiam, sedangkan Farel tersenyum melihat dua wanita kesayangannya itu.


“Tapi....”


“Nenek tahu apa yang Raisya khawatirkan. Percaya dengan wanita tua ini, meskipun sudah banyak kerutan dan sering mengalami masalah kesehatan, tapi wanita tua ini lebih dapat diandalkan dari pada suami dungumu itu.”


Farel yang awlanya tersenyum seakan mendukung apa pun yang dilontarkan Maria, melotot tidak terima. Dungu?


“Nek__”


“Diam, dasar mantan cucu, tutup mulutmu!” Maria menatap garang Farel, Farel yang mendapatkan tatapan itu dengan cepat menutup mulutnya.


“Raisya, dengarkan Nenek, terima tawaran Nenek, Nenek akan menjamin semuanya.” Maria menatap serius Raisya. Raisya yang di tatap seperti itu menjilat bibir atasnya, mencoba mempertimbangkan keputusan yang akan ia ambil.


Sedangkan Farel yang mendengar penuturan Maria mengernyitkan alis. Tawaran apa?


“Nek, tawaran? Apa maksud Nenek?” Farel bertanya dengan wajah yang terlihat sangat penasaran.


Maria mengalihkan pandangan, menatap Farel dengan malas. “Dasar pengganggu.” Maria menatap tajam Farel, kemudian melanjutkan perkataannya. “Tawaran untuk pergi meninggalkanmu.”


Duar!


Farel terkejut, bahkan laki-laki itu dengan spontan melepaskan usapan di bahu Raisa, kemudian menatap Neneknya tidak terima.


“Apa maksud Nenek, bukankah Nenek menerima Raisya, bahkan Nenek juga sudah membuangku, dan menggantikan dengan Raisya. Tapi kenapa Nenek tetap ingin memisahkan kami?” Farel menatap Maria dengan sorot terluka.


Maria berdecak. “Dengar! Nenek memisahkan kalian karena Nenek sudah menganggap Raisya cucu sendiri. Tidak akan Nenek biarkan Cucu Nenek menikah atau bersama dengan laki-laki yang terlalu banyak memikul masalah, kau tahu, jika Nenek tetap membuat kalian bersama dengan keadaan yang seperti ini, yang akan terluka Cucu Nenek, Raisya.” Maria mentap serius Farel, berharap Farel memahami tujuannya.


“Tidak! aku tidak ingin berpisah. Kenapa Nenek kejam sekali, Farel tidak bisa hidup tanpa Raisya. Farel mohon Nek, Farel janji akan melindungi Raisya dari mereka.” Farel berucap dengan wajah yang sudah pucat pasi.


“Tidak! mungkin kau bisa melindungi Raisya dari segi fisik, tapi apa kau bisa melindungi Raisya dari segi bathinnya?” Maria menatap Farel dengn remeh.

__ADS_1


Sedangkan Raisya yang melihat perdebatan mereka merasa bingung. Di satu sisi, ia tidak ingin meninggalkan Farel, tapi ia juga masih bingung situasi macam apa yang akan terjadi ke depannya.


“Nek__”


“Diam, biar Raisya yang memutuskan.” Maria menyorot tajam Farel. Wanita tua itu terlalu kesal melihat sikap ke kanak-kanakan Farel itu.


Raisya yang di sebut namanya merasa bingung, terlebih tatapan mereka berdua terlihat sekali berharap untuk mengikuti kemauan masing-masing.


“Sayang, kau tidak akan meninggalkanku kan? Aku janji akan melindungimu dan anak kita, bahkan dari orang tuaku sekali pun.” Farel menggertakkan gigi kuat saat mendengar kata orang tua. Ingatannya kembali pada saat Maria memberikan beberapa bukti keterlibatan kedua orang tua biad*bnya itu.


“Sayang.” Farel menyentuh lembut tangan Raisya, menatap penuh permohonan. Sedangkan Raisya yang masih bingung mengerjapkan mata dengan pelan.


“Aku......” Raisya memejamkan mata, mencoba mengambil keputusan yang tepat. “Aku akan mengikuti saran Nenek.” Wanita bernetra hijau itu menjawab dengan mantap.


Hati Farel mencelos. Keputusan yang diambil Raisya membuat seluruh persendiannya lemas. Bagaiamana bisa ia melepaskan bahkan menceraiakan Raisya.


“Aku tidak bisa menceraiakanmu.” Farel menunduk, bahkan mata laki-laki itu sudah berembun.


Raisya dan Maria mengernyit mendengar penuturan itu. Perceraian? Apa maksud laki-laki itu.


“Siapa yang menyuruhmu bercerai bodoh?” Maria bertanya dengan sengit, sedangkan Raisya menatap tajam Farel.


Farel yang mendapatkan pertanyaan dengan nada yang sungguh tidak enak di dengar mendongak, menatap dua wanita berbeda usia yang terlihat ingin memukulnya itu. Perasaan tidak nyaman merasuk di dada laki-laki itu.


Raisya menggelengkan kepala, sedangkan Maria bedecak kesal. “Kenapa kau berubah menjadi laki-laki bodoh?”


“Eh?”


“Dengarkan Waita tua ini! kau tidak harus bercerai, tapi datanglah dengan keadaan yang lebih layak. Selesaikan seluruh masalahmu, terlebih kau harus melenyapkan seluruh orang yang berusaha menghancurkan Rasya. Setelah semua sudah beres, aku akan mengizinkanmu untuk kembali pada Raisya, dan yang pastinya harus mengulang pernikahan.” Maria menatap Farel serius.


Farel mengerjap, menatap tidak percaya Maria. “Berarti Raisya tetap menjadi milikku?”


“Tidak, Raisya menjadi milik Nenek selama kau tidak becus mengurus tikus-tikus itu.” Maria membuang muka, merasa kesal dengan kelemotan Farel saat menyangkut Raisya.


Farel tersenyum dengan lebar. Segala sesuatu yang bersangkutan dengan Raisya akan membuat emosinya bercampur aduk.


“Baik Nek, aku akan membereskan semuanya, kemudian menjemput Raisya dan memberikan pernikahan yang layak untuknya, tapi bagaiamana dengan anakku.” Farel menyentuh perut Raisya denga lembut.


Raisya terdiam, benar, bagaiamana dengan bayi ini? apa ia bisa menjalani masa kehamilan tanpa suami?


“Jangan khawatir, Nenek akan mengurus semuanya.” Maria tersenyum dengan penuh misterius.

__ADS_1


Raisya menatap bingung senyum Maria, begitu pula Farel. Beberapa saat kemudian, Maria menepuk tangan dua kali, tak lama pintu terbuka dan muncullah dua manusia yang sudah tidak asing bagi mereka.


“Mereka yang akan menjaga Raisya selama kalian tidak bersama.” Maria tersenyum melihat raut terkejut kedua cucunya itu.


“Kau.... Bagaiamana bisa?” Farel menatap tidak percaya dengan sosok yang memasuki ruangan itu.


****


Salsha merasa ketakutan. Beberapa hari ini, ia selalu mendengar tangisan bayi, dan tatapan wajah kecewa Max, serta keluarganya.


Tatapan wanita cantik itu terlihat kosong, kamar mewahnya juga terlihat gelap. Wanita itu merenung dengan menumpukan dagunya di atas lutut, menatap hamparan jalanan yang terlihat ramai akan beberapa kendaraan.


Drt... Drt...


Mata hitamnya mengerjap, berasama kerjapan itu turunlah buliran kristal yang membasahi pipinya. Sorot terkejut terlihat jelas dari mata itu saat melihat naa si pemanggil.



Dengan sedikit gemetar, tangannya meraih gawai itu. “Hallo...”


“.......”


Salsha semakin megeratkan genggaman pada gawainya. Rasa sesal bercampur dengan takut mulai merayap.


“Aku tidak bisa melanjutkan semua ini.” Salsha menjawab dengn lirih.


“......”


Tut!


Mendengar balasan dari sebrang sana membuat Salsha semakin ketakutan. dengan penuh frustasi, wnaita itu melempar gawainya, kemudian berteriak dengan keras.


“Arghhhh aku ingin mati saja!” Salsha menjambak rambutnya, sesaat kemudian semua berubah menjadi sunyi bersama dengan terjatuhnya tubuh yang terlihat semakin ringkih itu.


________


Selamat Malam jumat,,,


Sebenarnya masih ada beberapa konflik, berhubung babnya udah panjang bgt,, aku bakal buat ini konflik terakhir,,,, kasian kalo konflik trus,,, Terimakasih untuk kk² yang sudah setia membaca wanita simpanan,,, Aku tanpa dukungan kalian hanyalah sebutir debu,, wkwkwkkwkw kayak lagu aja,,, tapi bener lo,, yang bikin aku semangat up,, itu kalian semua,, Terimakasih banyak ya,,,


Kalian suka baca di apak Fi**o gk? aku lagi coba² nulis genre Romance rankairnasi komedi di apk itu,,, kalo ada yang baca di sana, Mampir ya 😂😂😂😂😂

__ADS_1


Ya elah malah promosi aku


__ADS_2