Wanita Simpanan

Wanita Simpanan
41. Ajakan Menikah


__ADS_3

“Karena aku ingin menebus semua kesalahanku, dan membuatmu nyaman di sisiku.” Farel menjawab dengan tenang tapi penuh kejujuran di dalam mata gelapnya.


Raisya tertegun mendengar ucapan yang terlihat sangat tulus itu. Ia merasa suasana di sekitarnya dengan cepat berubah menjadi canggung. Belum lagi tatapan tulus yang Farel berikan. Ia merasa tidak nyaman.


Raisya berdahem canggung, mencoba mengabaikan ucapan itu. “Bukanya kita akan berenang?”


Farel yang elihat wajah canggung Raisya tersenyum Ia paham, tidak mudah bagi Raisya untuk melupakan semua kebejatanya. Dengan mengulas senyum tipis, tangan kekarnya meraih tangan ramping Raisya.


“Ayo, kita akan bersenang-senang.” Farel berjalan dengan menggengam lembut tangan Raisya. Mengabaikan Raisya yang tertegun melihat tautan tangan mereka.


Farel berjalan ke sisi gua yang paling pojok. Di sana terdapat tangga yang akan membawa mereka ke atas tebing. Raisya hanya terdiam mengikuti kemana pun Farel membawanya itu.



Farel melihat kebelakang, mata hitamnya melihat Raisya dengan lembut. Tanganya dengan cepat menarik tangan ramping Raisya agar berpindah posisi di depanya.



Raisya mengernyit melihat perpindahan posisi itu. Apa bedanya? Farel yang memahami maksud kernyitan Raisya segera menjelaskan.


“Kalau kau di depanku, aku akan lebih mudah menjagamu jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Seperti terpeleset, atau kesulitan menaiki tangga. Jika itu terjadi aku dengan mudah menangkapmu dan menggendongmu sampai ke tebing nanti.”


Raisya menjilat bibir atasnya. Mendengar perkataan Farel, entah mengapa ia merasa Farel menantikan momen seperti itu agar tercipta keintiman untuk mereka. Namun, ia hanya bisa menutupi segala pemikiranya dengan tersenyum dan mengangguk.



Tanpa membuang banyak waktu, mereka segera menaiki tangga. seingga di tangga terakhir terlihat cahaya matahari dan angin yang berhembus kencang, membuat rambut coklat itu tertiup dan menutupi wajah cantiknya.



Tangan rampig Raisya segera menyelipkan rambut coklatnya ke kuping. Berharap agar rambut nakal itu tidak lari-lari lagi bersama dengan angin.



Farel yang melihat semua itu tersenyum kecil, tangan besarnya membantu megikat rambut Raisya dengan tumbuhan merambat yang tumbuh di sekitarnya.



Raisya tersenum kecil sebagai ungkapan terimakasih atas bantuan itu. Farel hanya menanggapi semua itu dengan mengelus lembut lengan Raisya.


__ADS_1


Dengan satu kali langkah, mereka berhasil berada di atas tebing. Pemandangan dari atas sungguh luar biasa. Bahkan mereka berdua bisa melihat balkon kamarnya.



Pohon-pohon yang terlihat mengecil, rumah-rumah penduduk yang terlihat seperti rumah mainan, dan yang terakhir aliran air besar yang akan langsung terjatuh ke bawah membuat sempurna pemandangan itu.


Raisya berlari dengan riang. Tanganya membentang lebar meresapi angin sejuk yang menggelitik seluruh anggota tubuhnya. Perasaanya sungguh luar biasa. Bahkan Raisya melupakan bersama siapa dia sekarang.


Farel tersenyum melihat Raisya yang berlari seperti anak kecil itu. Jalinan tumbuhan rambat yang melingkar indah di seluruh rambutnya membuat Raisya persis seperti seorang putri.


“Sayang, hati-hati.” Farel berteriak melihat Raisya yang berlari jauh darinya. Raisya tepat berada di ujung tebing.


Raisya hanya tersenyum menanggapi ucapan Farel. Tanganya dengan cepat melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya, dan menyisakan bikin hitam yang menggoda. Ia sudah tidak sabar mencicipi dinginya air terjun itu.



Farel yang melihat tubuh molek Raisya menelan ludah. Tanganya dengan cepat melepas atasanya dan menyisakkan celana cokalat selututnya. Kakinya dengan tegas membawanya ke arah Raisya dan mendekapnya erat.



Raisya yang bersiap untuk terjun ke bawah terkejut merasakan dekapan erat itu. Matanya menatap Farel penuh tanda tanya.


Raisya yang terkejut dengan tindakan Farel yang tiba-tiba segera mengalungkan tanganya di leher kekar itu, dan menjerit dengan kuat.


Byur!


Gairah Farel terbakar habis ketika melihat tubuh molek Raisya. Akalnya seakan hilang dan dikendalikan dengan gairah. Kulit halus dan lembut itu bersentuhan langsung dengan kulitnya. Tanpa mau membuang waktu seger ia membawa tubuh mereka terjun dan menyambar bibir yang sudah menggodanya itu di saat Raisya lengah.


Tubuh mereka tenggelam kebawah dengan kedalaman yang luar biasa. Hening, tidak ada tanda-tanda mereka yang muncul ke permukaan air.


Lima menit kemudian muncul dua manusia dengan berbeda gender terlihat sedang menautkan kedua bibir mereka.


Farel menutup kedua matanya, menikmatai pagutan yang ia lakukan itu. sedangkan Raisya terlalu terkejut dengan kedalaman air, sehingga membuatnya tidak tersadar jika benda dingin, manis, dan lembut sedang menempel erat di bibirnya.


Sentuhan di dadanya membuat mata Raisya terbuka dengan lebar. Matanya menatap Farel yang terpejam menikmati cumbuannya itu. Bibirnya kini sudah terbebas dari cumbuan panas, tapi cumbuan itu beralih di leher jenjangnya.


Farel menggeram tertahan merasakan gejolak panas diantara dinginya air. Tanganya dengan lembut membelai area yang sudah ia damba sejak lama. Kecupan manis ia tinggakan beserta jejak basah dan kemerahan di setiap jengkal tempat yang ia singgahi.


Raisya terperangah mendapatkan serangan tiba-tiba dan penuh gairah itu. Bahkan mulutnya seakan tercekat sekedar untuk menolat sentuhan itu. Tubuh mereka saling terkunci dan menmpel erat. Bahkan Raisya bisa merasakan bukti gairah Farel yang sudah membengkak itu.


Farel terengah-engah merasakan kenikmatan yang luar biasa itu. Tangan kekarnya menyelip masuk di antara pakaian yang menghalangi tubuh indah itu.

__ADS_1


Raisya tercekat merasakan sentuhan di tubuh pribadinya itu. Dengan cepat ia memberontak, mencoba untuk terlepas dari sentuhan yang sangat ia benci.


Farel menggeram marah melihat penolakan Raisy. Matanya memerah akibat percampuran antara gairah dan amarah yang menyatu menjadi satu.


Raisya menjauh, menunduk ketakutan. Farel yang melihat respon Raisya segera tersadar. Dengan cepat ia mengusapa kasar wajahnya dan menghela nafas kasar.


“Maafkan aku, seharusnya aku tidak terlalu cepat melakukan semua ini. aku akan segera menikahmu.” Farel berucap dengan serius.


Raisya yang mendengar kata menikah menegang. Rasa takut akan kegagalan rencananya mulai terbayang. Pernikahan merupakan hal yang sangat sakral, dan ia hanya ingin menikah dengan laki-laki yang di cintainya. Yaitu Jhonatan.


“Menikah?” Raisya bertanya dengan nafas tercekat. Bahkan tubuhnya tanpa sadar bergerak menjauhi sosok yang menatapnya serius itu.


Farel yang melihat Raisya menjauh menghela nafas. Apa ia terlalu cepat? Tapi ia ingin segera meresmikan hubungan mereka.


“Aku akan menikahimu.”


“Bagaiman dengan istrimu? Apa kau akan menceraikannya?” Raisya bertanya dengan tatapan rumit.


“Tidak, aku tidak akan menceraiakan Salsaha. Bagaimana pun, dia orang yang berjasa dalam hidupku.” Farel menundukkan kepalanya. Entah mengapa ia merasa malu dengan ucapannya sendiri. Ia seperti pria yang rakus. Ingin memiliki sesuatu yang baru, tanpa harus meninggalkan yang lama.


Raisaya tersenyum sinis. Siapa yang ingin menjadi madu atau pun di madu?


“Apakah Istrimu sudah mengetahui hubungan kita?” Raisya bertanya dengan nada datar.


Farel meneguk ludah gugup, dengan pelan ia menjawab. “Belum, tapi segera, setelah ia pulang dari luar negri aku akan memberitahunya.” Farel menatap Raisya dengan senyum lembut.


Raisya hanya bisa menahan mual melihat senyum lembut itu. Bagaimana bisa Farel berucap seperti itu tanpa memikirkan perasaan wanita yang ia nikahi dan akan ia nikahi. Dia pikir Raisya akan menerimanya?


“Apa kau yakin Istrimu akan menerima dengan baik keputusanmu?”


“Apa pun pendapatnya aku tidak akan menghiraukan. Aku akan tetap menikahimu.” Farel meraih tangan Raisya yang berada di dalam air. Membawanya ke permukaan untuk memberikan kecupan lembut di sana.


Satu kata yang terlintas di otak Raisya, egosi! Farel merupakan makhluk paling egois yang ia temui. Bukan hanya egois, tapi menjijikan!


“Bagiamana jika aku yang menolak?” Raisya menatap Farel dengan tatapan menantang.


_______


Gimana Part ini?


Terimakasih sudah membaca karya Author

__ADS_1


__ADS_2