Wanita Simpanan

Wanita Simpanan
119. Terkuak


__ADS_3

Ruangan itu terlihat tegang. Belum sembuh rasa sedih laki-laki itu akibat pepisahan yang harus segera dilakukan, kini mereka ditampar dengan terkuaknya fakta perselingkuhan di sosial media.


“Bagaiamana bisa kita kecolongan?” Maria menatap tajam Asistennya, sedangkan Farel diam, memikirkan cara bagaiamana Raisya tidak mengetahui semua ini.


“Maafkan kami Nyonya, sepertinya mereka sudah tahu kita akan melakukan konfrensi pers nanti malam.” Asiten itu menjelaskan dengan badan sedikit gemetar.


Rencana yang mereka susun sudah sangat matang. Maria dan Farel akan mengunjungi keluarga Dawal terkait tentang perselingkuhan anak serta menantunya, ditambah perlakuan Salsha yang telah melenyapkan anak hasil perselingkuhan itu. Mereka hanya ingin menyelesaiakan semuanya dengan cara baik-baik.


Tapi semuanya sudah runyam, keluarga Dawal dan keluarga Lawson sudah mengibarkan bendera. Kalau sudah begini, mereka juga akan membalasnya dengan setimpal, bahkan bisa jadi lebih.


“Apa mereka menyebut Istriku?” Farel bertanya dengan serius.


“Tidak Tuan, mereka tidak ada yang mengetahui identitas Nyonya Raisya. Tapi saya takut mereka akan mengusut semua ini.”


Semua terdiam, merasa geram ketika melihat beberapa berita yang sepuluh persen kebenarannya, dan sembilan puluh persen kebohongan. Memang benar, Farel selingkuh, tapi mereka semua hanya membuka aib laki-laki itu, dan menjadikan laki-laki itu sosok antagonis.



Sejauh ini, hanya terkuak fakta kegilaan Salsha akibat perselingkuhannya, bahkan banyak kabar yang menyebutkan jika laki-laki bernetra coklat itu meninggalkan dan menceraiakan Salsha akibat kehilangan Janin, dan kesulitan mengandung lagi. Semua terlihat sangat nyata, bukan rekayasa. Terlebih Tuan Dawal sendiri yang membeberkan semuanya di depan para wartawan.


“Kita harus cepat mengklarifikasi semuanya Tuan, sebelum mereka mengetahu Nyonya Raisya, bahkan memberikan hujatan.”


Maria terdiam, begitu pula dengan Farel. Mereka bertiga berpikir dengan serius. Sedangkan Raisya sudah berada ditempat jauh dari keraiaman kota bersama Jesika dan Andres.


“Lakukan malam ini.” Maria berucap dengan tegas. Sorot tuanya terlihat sangat berbahaya.


Farel mengangguk, menyetujui perintah Neneknya itu. Tapi sebelum itu, ia harus memberikan pelajaran untuk kedua orang tua kandungnya yang berperilaku seperti hewan itu. Sudah lama ia menanti semua ini. Akan ia buat mereka berdua gila karena kehilangan harta yang selalu di agung-agungkan.


“Baik Nyonya. Ekhm, tentang Mafia itu, saya sudah mendapatkan data-datanya.” Asisten itu menyerahkan beberapa dokumen tentang sang Mafia yang bertanggung jawab untuk semua masalah yang menimpa keluarganya itu.

__ADS_1


Farel melihat Map berwarna kuning itu dengan sorot tertarik, sedangkan Maria dengan cepat membuka dan membacanya dengan jeli. Sorot wanita itu terlihat sangat serius.


“Maxim Alexis...” Maria menggumam dengan wajah penuh amarah, sedangkan Farel yang mendengar nama yang tidak asing lagi itu menatap penuh wajah tua itu.


“Kenapa Nek?”


“Dalang dari semua ini Maxim alexis, dan asistenya Roylando Alexander.” Maria mengeratkan pegangannya, membuat dokumen itu terlihat tidak rapi lagi.


Farel yang mendengar laki-laki yang menjadi sleingkuhan Salsha termasuk dalang dari semua kejadian yang menimpanya mengepalkan tangan kuat. Dalam hati, laki-laki itu berpikir, apa salahnya? Seharusnya ia yang marah, karena laki-laki itu berani meniduru wanita yang berstatus Istrinya dulu. Tapi kenapa laki-laki itu seakan memiliki dendam dengannya. Apa yang diinginkan laki-laki itu? memisahkan dirinya dengan Raisya, terus mengambil istrinya lagi?


****


Jesika terlihat sangat gusar. Wajah cantik wanita bermata sipit itu terlihat sangat tertekan, sedangkan Andres yang selalu memperhatikannya itu menahan sekuat tenaga tangannya agar tidak menyentuh bahu wanita pujaanya itu.



Raisya dengan tatapan teduhnya menatapa hamparan bunga yang menyebarkan aroma wangi dan segar. Matanya terlihat tenang saat melihat beberapa kupu-kupu terlihat hinggap dan saling kejar-kejaran di atas sana.


“Ada yang bisa kami bantu Nyonya?” Andres bertanya dengan tubuh membungkuk.


“Ekhm, sepertinya akuu ingin melihat kalian main kejar-kejaran di sana.” Raisya menunjuk ladang bunga itu dengan wajah penuh binar.


Mereka berdua yang mendapatakan perintah tiba-tiba itu terkejut. Kejar-kejaran? Yang benar saja, mereka di sini bertugas untuk menjaga Cucu menantu dari atasannya, tapi kenapa malah harus bermain?


“Tapi, Nyonya__” Jesika ingin menolak perintah itu, tapi ucapannya terpotong dengan telunjuk tangan Raisya yang bergerak kanan kiri, pertanda wanita itu tidak menerima penolakan sama sekali.


“Ini permintaan bayiku. Apa kalian tega membiarkan anakakku ileran nanti?” Raisya menatap tajam mereka berdua.


Mereka menelan ludah gugup. Dalam hati ingin sekali mengutuk si jabang bayi. Belum lahir saja sudah menyusahakan mereka, apa lagi nanti waktu lahir? Sepertinya mereka harus siapkan mental dan tenaga.

__ADS_1


“Baik, Nyonya.” Mereka berdua serempak menyanggupi permintaan konyol itu. Berlarian di sana seperti bocah kecil, sedangkan umur mereka sudah hampir kepala tiga. Namun, sebelum mereka berlari, suara Raisya menghentikan gerak kaki, dan membuat mata melotot tidak percaya.


“Aku ingin kalian berlari tapi pakai baju anak TK.” Raisya menatap mereka dengan mata yang berkedip lucu. Bayangan Andres dan Jesika yang memakai baju TK warna kuning cerah membuat wanita itu terbayang-bayang.


“Nyonya__”


“Tidak ada bantahan, kalian harus melakukan sekarang juga.” Raisya meatap tajam mereka, membuat Andres dan Jesika menciut dengan wajah cemberut.


****


“Tuan, apa kabar tentang perceraian Putri anda itu benar?” Wartawan laki-laki itu bertanya dengan wajah penuh keseriusan. Beberapa kameramen terlihat menyorot Laki-laki paruh baya, beserta istrinya dengan tanpa henti, bahkan kilatan kamera sudah seperti hujan.


“Ya, semua itu benar. Putri saya Salsha Dawal telah resmi bercerai.” Pria paruh baya, yang tak lain Tuan Dawal itu menjawab dengan mantap.


“Apa benar, perceraian itu terjadi akibat Tuan Farel Wiratman yang berselingkuh?”


Tuan Dawal terlihat terdiam, menimbang jawaban yang akan ia berikan. Sedangkan Istrinya hanya diam, dengan sorot datar. Fakta baru tentang kebangkrutan dan perceraiaan anaknya membuat wanita tua itu cukup terkejut, bahkan membuat mentalnya sedikit tergoncang.


“Iya...” Pia paruh baya itu menjawab dengan tegas. Terlihat jelas kobaran amarah di netra tua itu, dalam hati bersumpah akan menghancurkan Mantan menantunya.


Terdengar riuh suara para wartawan ketika mendengar jawaban tegas tanpa ragu sama sekali. Bahkan tak jarang dari mereka slaing berteriak untuk merebutkan siapa yang akan memberikan pertanyaan selanjutnya.


“Tuan, apa benar saat ini Nona Salsha sedang depresi akibat kehilangan anaka dan di ceraiakan oleh Tuan Farel?” Seorang wartawan wanita dengan pakaian yang terlihat seperti laki-laki itu mengangkat tangan tinggi dan melontarkan pertanyaan yang membuat semua wartawan tercengan, dan menatap takjub wartawan itu.


Semua mata kini menatap pasangan paruh baya itu yang terlihat menegang. Bayanagn tentang keadaan Salsha yang semkain parah setelah kunjungan temannya malam itu membuat Tuan Dawal tidak bisa menahan gejolak emosinya. Semua ini gara-gara farel Wiratman. Jika anaknya hancur maka ia juga harus menghancurkan laki-laki sia\*an itu.



Namun, sebeum sempat laki-laki itu mebuka mulutnya suara riuh membuat matanya menyipit. Beberpa detik kemudain, sipitan itu berubah menjadi pelototan, seakan tidak percaya siapa yang datang saat ini.

__ADS_1


“Keluarga Wiratman....” Gemuruh panggilan dari beberapa wartawan membuat pria paruh baya itu merasa panas. Terlebih melihat wajah tenang dan angkuh mantan menantunya itu.


__ADS_2