YOU ARE MINE MIS STELLA.

YOU ARE MINE MIS STELLA.
Kekanak-kanakan Stella!


__ADS_3

Guncangan ranjang itu masih terasa begitu keras. Suara decipan kulit dan hentakan yang buas membuat suasana memuncak dan sangat panas. Atmosfer di kamar ini terasa begitu tipis bahkan keringat yang tadi terus membanjiri tubuh keduanya tak henti-henti keluar seakan lari dari sela otot yang tengah bergerak aktif.


Erangan dan pekikan yang selalu di keluarkan sosok cantik itu terdengar lantang tapi tak akan bisa lolos dari sela pintu. Wajahnya sudah terlihat lelah dan begitu remuk redam tapi sosok kekar nan perkasa yang sekarang masih saja kuat menungganginya belum juga memberi waktu untuk bernafas.


"S..Su..Sudaah akhhss!!"


Stella mencengkram selimut di bawahnya terus meminta agar menyudahi ini. Ia sudah tak kuat lagi bertempur dengan waktu yang begitu lama dan Xavier hanya memberinya istirahat dalam beberapa menit saja.


Berbeda dengan Stella yang terus memohon agar berhenti, Xavier justru merasa sangat bergairah mendengar lulungan kenikmatan itu. Ia tak pernah bisa melepaskan ini padahal keduanya sudah beberapa kali mencapai puncak nirwana yang sangat menakjubkan.


Dirasa Stella tak lagi mampu bertahan dan ia juga sudah mulai kembali ingin keluar. Xavier mempercepat hentakannya dengan mencengkram pinggang seksi Stella yang terpekik berpeggangan ke lengan kekar ini.


"V..Veeeee!!!"


Xavier mendongak menahan sesuatu yang ingin meledak di bawah sana hingga pacuannya tak bisa di tahan lagi. Stella hanya bisa menjerit keras sampai akhirnya ia juga melepaskan hal yang sama dengan Xavier yang mengerang hebat memecah batinnya.


Tubuh keduanya meneggang dengan deru nafas yang begitu memburu tak teratur. Rasa hangat yang menjalar membuat Stella tumbang di bawah kungkungan Xavier yang masih menahan bobot tubuhnya.


"A..aku..s..sudah.." gumam Stella terbata-bata dengan wajah yang pucat. Sumpah demi apapun Xavier benar-benar menguras tenaganya sampai bernafas saja Stella susah.


Wajah lelah Stella berbanding terbalik dengan wajah Tampan berkeringat Xavier yang tampak sangat cerah dan tak ada guratan lelah sama sekali. Ia bahkan, masih sanggup untuk melanjutkan kembali.


"Lagi?"


"S..Sudaaaah!!!! Lepaskan aku!!" pekik Stella memukul lengan Xavier yang masih memeggang pinggangnya.


Melihat hal itu Xavier hanya menarik sudut bibirnya kecil melabuhkan kecupan ringan ke punggung mulus Stella yang sudah lengket bercampur keringat dengannya.


"L..lepaas. Aku mau tidur." rengek Stella tak bisa berbaring tengkurap begini.


"Sebentar!"


"Ehmm." gumam Stella membiarkan Xavier menarik dirinya secara perlahan.


Senyuman puas Xavier tertera samar melihat pusaka perkasanya sudah begitu tunduk. Pengalaman bercinta yang selalu buas dan menyenangkan adalah saat mencumbu tubuh wanita ini.


Dirasa sudah lepas. Stella segera memejamkan matanya tanpa mau mengubah posisi karna ia sudah tak tahan untuk tetap berjaga. Dunianya seakan begitu terguncang karna iblis jantan ini.


"Berbaringlah dengan benar!"

__ADS_1


"Hm." gumam Stella tapi tak bergerak. Alhasil Xavier membenarkan posisi tubuhnya menjadi terlentang membuat bagian depan Stella terpampang seksi.


Dua bukit kembar yang sudah merah dan banyak lebel kepemilikan yang Xavier buat di sekujur tubuhnya.


Merasa diterpa hawa dingin. Stella beralih meringkuk seperti bayi terlihat sangat menggemaskan. Untuk sesaat Xavier hanya terpaku diam memandangi wajah cantik dan eforia pertarungan mereka.


Cih. Wanita ceroboh.


Batin Xavier melihat Stella yang begitu nekat dan tak berfikir panjang. Wanita ini tak bisa menduga apa rencananya akan berhasil atau tidak.


Tapi, tak masalah. Aku juga menikmatinya dan terasa sangat luar biasa.


"Mommmy!"


Xavier hanya diam mendengar igauan Stella yang tampak ingin menangis. Satu tangan Stella meraba tempat di sampingnya mencari tangan wanita itu.


"M..Mommy!"


Suara Stella mulai serak dan bergetar saat tak merasakan keberadaan Nyonya Clorie. Tangannya ingin kembali menjauh tapi ntah angin apa yang mendorong Xavier untuk menggenggamnya.


"M..Mommy. Hiks! Mommy!" isak Stella merasakan kehangatan ini. Hatinya tengah gelisah dan merasa wanita itu tengah tak baik-baik saja.


"Aku bukan Mommymu!" jawab Xavier ingin melepas genggamannya tapi tangan lentik dan lembut ini begitu erat menggenggam tangannya. Apalagi wajah Stella yang terlihat sendu membuat Xavier terdiam.


"Mommy!"


"Hm."


Akhirnya Xavier merendahkan egonya membawa Stella masuk ke dalam pelukan hangatnya Wajah cantik lelap ini terbenam ke dada bidang berotot milik Xavier yang tak melepas genggaman tangannya.


"Tidurlah! Jangan salahkan aku untuk ini." bisik Xavier memejamkan matanya menarik selimut menutupi tubuh mereka.


Rasa dingin yang datang dari hembusan angin Fentilasi tak mempan untuk menerobos kehangatan yang dirasakan keduanya. Stella beralih menyusupkan lengannya ke pinggang kekar Xavier merapatkan tubuh keduanya


Shiit. Kali ini aku memaafkanmu.


Xavier mencoba tetap tenang kala ia kembali merasa terpancing. lagi-lagi Stella membuatnya tak berkutik seakan menjadi patung tak bergerak sama sekali.


"Mommy!"

__ADS_1


"Diam!" tekan Xavier menahan kepala Stella yang mengendus dadanya. Apalagi hidung mancung dan bibir basah itu sudah pasti menempel lengket membuatnya panas dingin.


Lama Xavier mencoba untuk tenang akan pergerakan Stella yang tidur sangat tak feminim. Tak bisa diam dan selalu berubah-ubah membuat Xavier menahan sabar.


"Tanganmu!" geram Xavier menahan cepat tangan Stella yang meraba di bawah sana. Tak berselang lama kaki jenjang Stella yang naik ke atas pahanya membuat Xavier mendidih. ingin melempar tubuh wanita ini tapi ia masih mencoba tetap tenang.


Kau bisa tidak tetap pada posisi pertama?


Pertanyaan yang penuh umpatan dari Xavier. Tidur Stella seperti jarum jam yang selalu menguasai area ranjang. Ia bahkan harus berbolak-balik lalu kembali memeluk Xavier yang ingin turun dari ranjang.


"Mommy emm.. Aku tak ingin sekolah!"


"Persetan dengan Mommymu." umpat Xavier memilih untuk memunggungi Stella yang beralih memeluk Xavier bagaikan gulingnya.


Satu tangan Stella berada di atas kepala Xavier yang mengambil nafas dalam untuk tak meluapkan emosinya sekarang.


"Hanya kali ini."


Batin Xavier memejamkan matanya bertahan dalam tekanan yang Stella berikan. Ia sesekali menurunkan tangan nakal Stella yang meremas dada berototnya.


"Mommy! Kau punya otot sekarang. Hm?"


Karna tak tahan lagi akhirnya Xavier berbalik ingin membentak Stella agar bangun tapi suaranya tak keluar saat melihat wajah damai Stella yang begitu menggemaskan.


"Kauu.."


"Mommy!"


"Shiit!" umpat Xavier memilih untuk membuat Stella tidur dengan nyenyak. Ia meletakan tangannya di dahi mulus Stella yang berkeringat mengalirkan hawa dingin yang membungkam bibir wanita itu untuk bicara.


Stella tampak tak lagi bergumam tak jelas bahkan tubuhnya sudah berbaring dengan baik. Tentu hal ini membuat Xavier lega kembali berbaring dengan tenang.


"Cih." umpat Xavier menarik sudut bibirnya kecil melihat tangan Stella yang menggenggam jempolnya.


Mau bagaimanapun wanita ini masih muda. Walau ia terlihat arogan dan seperti wanita dewasa tapi tingkah kekanak-kanakannya tentu masih ada dan sekarang Xavier beruntung bisa melihatnya.


"Boneka salju!" gumam Xavier lalu memejamkan matanya. Malam ini akan segera berakhir dan ia hanya ingin sejenak seperti ini.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2