
Suara monitor pendeteksi keamanan itu terdengar sangat nyaring di dalam sebuah ruangan yang luas dengan Meja besar berbentuk setengah bundar yang di kelilingi oleh orang-orang berpengaruh dan tentunya mereka sangat berperan dalam Proyek besar yang sekarang tengah di Presentasikan.
Perusahaan Gelbren Crops menunjukan bagaimana Desain keamanan yang di buat untuk Komponen Komputer yang telah di rancang olehnya.
"Semua data dan file dari sistem Android atau Tipe elektronik lainnya akan aman jika Software yang di pasang sesuai. Kami yakin dengan merancang Proyek besar yang Master inginkan, kami akan membuat impian besar EMC menjadi lebih mudah terwujudkan." jelas Tuan Horneo yang merupakan CEO dari Perusahaan Gelbren Crops.
Ada 7 Pengusaha yang cukup tinggi darinya disini tapi, sosok dengan netra gray dan pandangan beku inilah yang selalu membuatnya jantungan.
"Bagaimana? Master!"
"Tapi, Tuan Horneo! Jika kau fokus pada keamanan sistem saja bagaimana dengan kenyamanan pengguna dari Software yang di ciptakan. Apa ada efek negatif yang mungkin tak mendukung?" tanya Mr Franzer yang merupakan Pemimpin Perusahaan IT yang memang sudah lama berkerja sama dengan Xavier. Ia bertugas untuk menganalisis segalanya baru memberikan data pada Xavier.
"Mr Franzer! Sebelum menciptakan keamanan kami sudah lebih dulu mengatasi ketidak nyamanan. Master ingin membuat sebuah Sistem untuk menyusun semua data baik itu Power Point atau Word dengan sendirinya dalam sekali stel oleh pengguna. Kami yakin bisa membantu." jelas Tuan Horneo lugas dan pasti.
Ada beberapa Perusahaan yang tampak terkagum akan Presentasinya kali ini tapi seorang pria paruh baya dengan perawakan orang Timur China itu tampak tak begitu suka.
"Aku rasa kau terlalu banyak bicara. Proyek ini bukanlah ajang untuk membuktikan kemampuan persuasif."
Semua mata beralih pada Mr Chen'r yang jadi gugup karnanya. Apalagi Xavier masih tampak tenang melihat ada Proposal yang telah di berikan padanya tadi.
"Master! Tuan Horneo memang membuat Monitor yang menarik, tapi apakah benda seperti ini bisa menjamin?"
"Saya yakin. Bisa!" jawaban tegas Tuan Hornoe tak ingin Mr Chen'r merusak kerja kerasnya.
Keputusan sekarang ada di tangan Xavier yang hanya diam mendengar perdebatan ini. Saat kepala keangkuhan itu mulai terangkat dari Proposal yang ada di hadapannya maka disitulah mereka merasa di eksekusi.
"Tunjukan hasil kerjamu!"
"M..Master!" gumam Mr Chen'r terhenyak akan titahan Xavier yang begitu dingin. Asistennya yang tak bisa menjawab hanya menunduk dengan keringat dingin di dahinya.
"Kau mengkritik hasil kerja mereka. Sekarang berikan hasil analisismu di bagian Programmer!" pinta Xavier masih terlihat tenang.
Mr Chen'r mulai gelisah. Ia menegakkan tubuhnya tak tahu ingin menjelaskan apa karna ia belum memeriksa File yang di kirim Perusahaan.
"Mr Chen'r! Master bertanya padamu!"
"S..Saya.."
Zion sampai menggeram melihat pria di hadapannya ini terbata-bata. Jelas pekerjaan yang di berikan belum juga selesai padahal itu sangat penting.
"Kau belum mengerjakannya!"
"S..Saya.. Saya sudah me.."
Xavier sudah berdiri dari duduknya membuat mereka semua juga langsung berdiri. Wajah Mr Chen'r benar-benar pucat ingin berkata tapi exspresi beku Xavier membuatnya gugup.
"Aku terima Proposal mu!"
"Master! Terimakasih!" ucap Tuan Horneo benar-benar terlihat senang bersama dengan Asistennya yang ikut senang.
Yang lain juga sama karna mereka juga setuju dengan apa yang di sampaikan Perusahaan Gelbren.
"M..Master! saya pikir Tuan Horneo juga pantas untuk.."
__ADS_1
"Kembali bekerja!" sela Xavier pada yang lain lalu melangkah pergi dari ruang Pertemuan ini.
Tuan Frenzer hanya menghela nafas lega begitu juga yang lain. Mereka sangat takut jika tadi melakukan kesalahan.
Tetapi, Zion masih ada disini tampak menatap mereka dengan tegas khususnya Mr Chen'r yang sangat pucat.
"Asisten Zion! Saya.."
"Kau di Black List!"
Degg...
Mata Mr Chen'r langsung melebar mendengar ucapan Zion yang tak main-main. Yang lain juga ikut tegang karna di Black-List dari Perusahaan EMC itu sama saja mengubur diri hidup-hidup.
Tak akan ada yang mau menerimanya kembali karna pasti citra yang di buat sangat buruk.
"Asisten Zion! Saya.. Saya mohon, jangan lakukan itu!"
"Kau pikir Masterku bisa kau permainkan?!" desis Zion lalu melangkah pergi. Hal itu juga menjadi bukti nyatanya bagaimana resiko besar melakukan kesalahan yang begitu menyinggung Perusahaan.
..........
Sementara di dalam ruangan Presdir Perusahaan besar ini Xavier terlihat sibuk memeriksa Laptopnya.
Tatapan mata fokus dan tak ingin di ganggu. Ruangan ini di desain begitu elegan dengan bagian sofa yang di buat dekat dengan dinding kaca yang tembus keluar.
Pemandangan indah dari hamparan hijau Taman Perusahaan dan gedung-gedung tinggi di luar sana langsung terlihat jelas dari sini.
Dilengkapi kamar pribadi dan ada tempat bersantai yang khusus bagi Xavier untuk berdiam diri. Semuanya terlihat mewah dan nyaman.
Ponsel Xavier berdering. Tanpa mengalihkan pandangan dari layar Laptopnya, Xavier mengangkat panggilan di ponselnya.
"Hm."
"Kapan kau pulang?"
Seketika Xavier diam. Jarinya yang tadi tengah ada di Keyboard Laptop seketika terulur kembali ke atas meja.
"Apa pekerjaanmu masih banyak? Setidaknya pulang untuk bertemu sebentar."
Suara wanita di seberang sana terdengar begitu menginginkan ia kembali ke Kediaman. Yah, beberapa hari ini Xavier tak pulang karna ia sering ke Villa.
"Prince! Kau mendengarku?"
"Aku sibuk!"
"Tapi.."
Xavier langsung mematikan ponselnya. Ia menghela nafas dalam bersandar ke kursi kerjanya dengan kepala yang terasa begitu pusing.
Lama Xavier diam sampai pintu ruangannya terbuka memperlihatkan Zion datang membawa Laporan yang kemaren Xavier pinta.
Melihat wajah tampan Xavier tengah tak baik-baik Zion jadi merasa agak segan untuk membahas pekerjaan.
__ADS_1
"Master!"
"Hm."
"Ini ..."
"Simpan saja." gumam Xavier lalu berdiri dari duduknya. Ia merenggangkan ikatan dasinya lalu kembali memakai Jas yang tadi ia letakan di punggung kursi kerja.
"Master! kau ingin pergi?"
"Villa!"
Zion mengangguk meninggalkan kertas di tangannya ke atas meja Xavier lalu pergi mengikuti Xavier yang sudah menenteng tas kerjanya dengan begitu gagah.
Ia pergi ke arah Lift yang hanya khusus untuk hal pribadi dan ini langsung turun ke arah Lobby khusus Xavier yang malas untuk turun ke lantai depan.
Di dalam Lift hanya hening seperti biasa. Tak ada suara apapun sampai akhirnya Lift terbuka memperlihatkan Lobby utama yang memang begitu tersembunyi.
"Master! Agensi VFC mengadakan Festival Cosplay Anime Programmer mereka. Apa kau akan datang?"
"Tidak." jawab Xavier membuat Zion mengangguk paham langsung pergi ke arah Mobil membukakan pintu untuk Xavier yang segera masuk.
Namun. Tiba-tiba ada Notif yang masuk ke ponsel Zion yang menutup pintu Mobil lalu memeriksa ponselnya.
Ada kiriman foto-foto wanita seksi yang memakai pakaian seperti hewan seperti kelinci, rubah, kucing dan yang lainnya.
"Kau ingin tinggal disini?"
"A.. Maaf!"
Zion segera masuk ke Mobil meletakan ponselnya di dekat tempat ponsel biasa didekat tangannya yang tengah memeggang kemudi.
Dahi Xavier menyeringit melihat foto-foto di layar ponsel Zion yang segera sadar jika ia lupa mematikannya.
"Maaf. Master!"
"Berikan padaku!" pinta Xavier membuat Zion agak heran tapi segera memberikannya.
"Apa kau butuh gadis lagi. Master!"
Xavier hanya diam melihat foto-foto ini. Yang ia bayangkan sekarang bukanlah wanita di ponsel ini tapi sosok yang pagi tadi membuat tawaran gila padanya.
"Apalagi yang akan dia rencanakan?"
Batin Zion merinding melihat senyuman aneh Xavier yang akhir-akhir ini sering ia lihat. Padahal sebelumnya Xavier tak pernah tersenyum sesering itu bahkan tak pernah.
"Master! Kau butuh sesuatu?"
"Hm. Pesankan aku 3 pakaian yang sama seperti mereka!"
"A.. Maksudnya wanita i.."
"Hanya pakaian!" sela Xavier melempar ringan ponsel Zion yang cepat menangkapnya.
__ADS_1
"Baik!"
Vote and Like Sayang ..