YOU ARE MINE MIS STELLA.

YOU ARE MINE MIS STELLA.
Kepulangan?


__ADS_3

Setelah mendengar jawaban tegas dari Xavier tadi. Nyonya Crolie tak lagi bersuara. Batinnya seakan di kecam agar diam dan tak lagi bisa menyangkal kenyataan yang sudah jelas di depan matanya.


Kebisuan Nyonya Crolie membuat Stella yang masih berdiri di tempat yang sama ikut meremas jemari kekar Xavier yang membelit pinggangnya.


Jelas jika Stella takut Mommynya akan kembali jatuh sakit apalagi wanita ini tak sehat sama sekali.


"M..Mom!"


Nyonya Crolie hanya menutup rapat bibirnya. Tatapan kosong ke arah perut besar Stella tersirat kekecewaan dan rasa takut yang nyata.


Air matanya lolos dan begitu juga Stella. Ia merasakan bagaimana sakit yang di tahan Nyonya Crolie sampai tak bersuara sekecil apapun.


"M..Mom! Mommy maafkan aku."


Lagi-lagi tetap membisu. Ia perlahan melangkah kearah pintu keluar membuat Stella tak lagi bisa membendung isakannya.


"Mom! Mommy hiks!"


"Tenanglah. Dia akan baik-baik saja." lirih Xavier mengusap punggung Stella yang memandangi nanar kepergian wanita itu.


Jelas Nyonya Crolie sangat di tekan dan ia butuh waktu untuk menerima hal ini. Ada beberapa hal yang ingin Xavier tanyakan walau jawaban itu tak terlalu sulit ia dapatkan.


"V..Vee! M..Mommy ku belum..sembuh. Dia.."


"Aku tahu. Percayalah padaku!" pinta Xavier memeluk Stella yang juga sudah bisa bergerak membalas pelukannya. Usapan lembut tangan Xavier ke kepala Stella membuat wanita itu kembali mendapatkan ketenagan.


Perlahan Xavier mengiring Stella untuk duduk di ranjang rawat. Ia meluruskan kaki jenjang ini lalu melepas Boots yang Stella pakai.


"Berbaring dulu disini!"


"Vee! Mommyku itu.."


"Dia sama sepertimu!" jawab Xavier memeggang dagu tirus Stella yang diam.


"Sekarang dia tak akan menerima. Dia butuh waktu untuk berfikir."


"Yah. Mommy memang begitu, tapi aku mohon tolong jaga dia. kesehatan Mommyku belum pulih dan.."

__ADS_1


Xavier mengangguk mengakhiri ucapan Stella yang ia baringkan disini. Selang infus tadi Xavier jauhkan dari area Ranjang lalu menyelimuti kaki Stella agar tak dingin.


"Istirahatlah sebentar! Aku akan kembali."


"Baiklah!"


Jawab Stella menurut membiarkan Xavier melangkah keluar dari ruangan. Ia menghela nafas dalam sangat berharap semuanya akan baik-baik saja.


Sementara di luar sana. Xavier tengah bicara dengan Zion yang mengatakan jika Nyonya Crolie tadi pergi ke arah Toilet Rumah Sakit. Wajahnya terlihat kosong seakan pikiran itu tengah berkelana ke semua tempat.


"Master! kau tak bisa lama-lama disini. Perusahaan membutuhkanmu apalagi Nona Linnea memeggang Proyek yang ingin kau bangun. Dia pasti membuat ulah di sana. Master!"


"Dia menelfonmu?" tanya Xavier yang diangguki Zion. Waktu mereka sangat sempit. Xavier datang kesini memang karna ingin memulai Program Staten Island tapi, nyatanya Xavier begitu lama sampai membuat Nyonya Besar di Kediaman Utama terus memberi pertanyaan pada Zion.


"Aku takut Yang Mulia Lucius tahu apa yang Master lakukan disini. Stella dan Mommynya akan dalam masalah besar. Master!"


"Hm. Malam ini siapkan penerbangannya!" jawab Xavier sudah menduga hal ini akan terjadi. Waktunya sudah mendesak agar ia kembali ke Kota tempat Perusahaan.


"Tapi. Nyonya Crolie dia.."


"Itu urusanku!" tegas Xavier lalu melangkah pergi ke area Toilet yang Nyonya Crolie datangi tadi. Zion hanya bisa menghela nafas panjang. Ia tak tahu apa akhir dari Kenekatan yang di ambil Masternya dan sampai menelan konsekuensi yang sangat besar.


Tak lama untuk sampai di sana. Ia melihat Nyonya Corlie duduk di depan kursi mengarah ke Toilet yang masih sepi. Kedua mata wanita itu masih menatap kosong ke depan dengan kedua tangan meremas pinggir Kursi.


"Apa yang kau rencanakan?"


Langkah Xavier terhenti tak jauh dari Nyonya Crolie yang bersuara. Intonasi yang sangat parau dan sesak tapi penuh dengan ancaman.


Melihat kedatangan Xavier, kaki Nyonya Clorie langsung berdiri walau tak begitu sanggup.


Dengan amarah yang terpendam ia menunjuk wajah dingin Xavier dengan lancang.


"Jangan kau pikir kau bisa mengambil PUTRIKU!"


"Aku bahkan sudah memiliki hak atasnya." jawab Xavier dengan intonasi tegas tak berubah. Keduanya sama-sama punya pendirian masing-masing dan Nyonya Corlie menurunkan tangannya yang tadi menunjuk Xavier dengan tatapan benci.


"Dia Putriku dan aku.."

__ADS_1


"Dia ISTRIKU dan IBU dari ANAKKU!" Sela Xavier menjawab semua hak yang di bicarakan Nyonya Clorie.


Mendengar pernyataan Xavier barusan. Tawa kecil Nyonya Clorie muncul dengan mata berair dan mengusung kekecewaan.


"Istri?? Kau pikir aku bodoh. Ha? AKU TAK PERCAYA DENGAN MAHLUK MENJIJIKAN SEPERTI KALIAAN!!"


Maki Nyonya Crolie meninggikan suaranya. Ia nyaris melemparkan penghinaan besar dengan belati rasa sakit yang bisa Xavier tangkap dari raut wajah penuh luka ini.


Dia tahu aku bukan manusia? Berarti dia juga melihat bangsaku sebelumnya.


"Kalian Mahluk yang egois dan Bajingan yang nyata! Dan kau mau aku menyerahkan Putriku padamu? Cih. Jangan bermimpi."


"Kau tak bicara tentang aku." tegas Xavier membuat dahi Nyonya Crolie bungkam. Raut tegas Xavier bisa membuatnya tak bisa bersuara lagi.


"Kau jangan memutar pembicaraanku!"


"Tidak. Kau bisa mengatakan apapun soal aku tapi yang kau bicarakan itu MASA LALUMU sendiri!"


Tekan Xavier yakin jika Nyonya Crolie memiliki hubungan dengan Keluarga Elbrano. Buktinya wanita ini sangat menjaga Stella sampai tak di perbolehkan pergi kemanapun.


"Kauu.."


"Masalahmu dengan mereka tapi bukan aku. Stella milikku begitu juga hidupnya. Jika kau menghalangiku aku tak segan berbuat yang ada di pikiranmu sekarang." ujar Xavier lalu berbalik melangkah pergi. Ia tak bisa melembut pada Nyonya Crolie yang pastinya akan menentang hubungan mereka.


"Kau jangan berbuat macam-macam pada Putrikuu!!! Jika kau melukainya aku tak akan pernah memaafkan muu!!"


Langkah Xavier terhenti mendengar ancaman Nyonya Crolie yang sepertinya sangat tak percaya pada Cintanya pada Stella.


"Aku tahu jika BANGSAMU tak pernah mengenal kata CINTA. Kalian hanya memanfaatkan kami untuk keperluan pribadi. Dan aku bersumpah sampai mati-pun aku akan mencarimu jika setetes darah Putriku jatuh ke tangan KALIAN!!"


Sudut bibir Xavier terangkat. Sebegitu besar Cinta dan pengorbanan Nyonya Crolie melindungi Stella dan ia tak bisa membayangkan bagaimana Wanita ini berjuang membawa benih yang pasti selalu di incar banyak Mahluk.


"Cukup percayakan dia padaku."


"Aku tak akan mempercayai mahluk sepertimu." geram Nyonya Crolie tetapi Xavier hanya diam tak lagi menjawab. Ia melanjutkan langkahnya untuk mempersiapkan kepergian mereka untuk kembali ke Kota Melbron.


Xavier sudah menyiapkan Tempat biasa yang tak akan bisa di jangkau anak buah dari Kakek Lucius karna tempat itu ia lindungi dengan kekuatannya sendiri.

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2