YOU ARE MINE MIS STELLA.

YOU ARE MINE MIS STELLA.
Kau percaya padaku?


__ADS_3

Langit yang tadinya hanya bercorak mendung sekarang sudah tampak menghitam. Suasana pagi berubah menjadi agak gelap dengan deru angin berputar cukup kencang.


Hal ini membuat seluruh penghuni Villa heran sekaligus cemas. Memang belum ada yang menunjukan diri di sekitar pekarangan tapi dengan suasana dingin dan mendung hebat ini sangat tak memungkinkan bagi mereka untuk berdiri di luar.


"Dimana Putriku?" tanya Nyonya Clorie yang tadi mendesak untuk bertemu Stella.


Efika yang tengah menenangkannya-pun juga ikut kewalahan. Ini sudah 2 jam lebih Master dan Nonanya belum turun, mereka juga paham jika sepasang kekasih itu tengah menghabiskan waktu bersama karna jarang Xavier tak bekerja.


"Aku ingin bertemu dengan Putrikuu!!!"


"Nyonya! Nona baik-baik saja. Ada Master disampingnya."


"Justru karna Mastermu ada di sampingnya." desis Nyonya Clorie sangat waspada. Bisa saja sekarang Stella tengah di siksa atau wanita itu di perbudak oleh seorang yang licik dari bajingan Elbrano.


Karna tak bisa hanya menunggu di bawah sini. Nyonya Clorie langsung menerobos pergi ke arah tangga membuat Efika yang tadi mencoba melarangnya segera mengejar.


"Nyonya!!! Nyonya hentikan!"


"Stellaa!!! Stella kau dimana??" Panggil Nyonya Clorie sudah ada di lantai atas. Ia menggedor pintu kamar Xavier beberapa kali dengan keras.


"Stellaaa!!! Stella kau keluar sekarang!!"


"Nyonyaa!!!" cegah Efika menarik lengan Nyonya Clorie agar berhenti memukul pintu. Suara berisik itu sangat terdengar masuk ke dalam dimana dua insan yang tadi sudah bertempur sangat panas-pun mulai terganggu.


Stella menggeliat di dalam pelukan hangat Xavier yang tengah menemaninya tidur. Seluruh tubuh Stella terasa remuk redam dan ia hanya ingin tidur dengan posisi ini tetapi suara Nyonya Clorie membuatnya terbangun.


"Aku ingin putriku keluaar!!"


"Nona baik-baik saja. Saya mohon mengertilah posisi saya. Nyonya!"


Lagi dan lagi Stella mendengarnya. Alhasil Stella membuka mata beratnya yang langsung berhadapan dengan dada bidang Xavier. Aroma Shampo dan kesegaran ini terasa cukup hangat karna tadi Xavier membersihkan diri keduanya sebelum akhirnya tidur.


Melihat wajah damai Xavier yang sepertinya sangat nyaman tertidur begini, Stella jadi segan untuk membangunkan. Ia perlahan bangkit dengan hati-hati melepas belitan lengan kekar Xavier ke pinggangnya lalu hati-hati menyibak selimut yang menutupi tubuh Stella yang sudah memakai Gaun tidurnya.


Namun. Selincah apapun Stella mencoba turun dari ranjang, tetap saja penjagaan Xavier tak berkurang. Kala kaki itu sudah menapak ke lantai tiba-tiba pinggang Stella langsung ditarik kembali merapat ke arah Pria tampan itu.


"Veee!!"


"Mau kemana?" serak Xavier dengan suara berat khas yang terdengar seksi. Stella mengambil nafas dalam mengusap kepala keangkuhan Xavier yang terbenam ke bagian pinggulnya.


"Mommy di luar. Dia mencemaskan aku dan aku ingin menemuinya. Vee! Kau bisa lanjutkan tidurmu."


"Hm."


Xavier bangkit dari ranjangnya lalu dengan santai pergi ke kamar mandi. Ia hanya memakai Bokser hitam penampilan tubuh kekar dengan lebel kepemilikan yang di buat Stella sudah ada di leher, dada bahkan bahu kokohnya.


Semrawut merah itu muncul di pipi Stella membayangkan bagaimana panasnya pergulatan tadi sampai ia sedikit menjadi wanita tanpa rasa malu.


"Cih. Kenapa otakku selalu berpikir kesana?!" gumam Stella menepuk pipinya ringan.


Ia bangkit lalu pergi ke ruang ganti untuk memakai Daster hamilnya yang tak terlalu menerawang. Sementara Xavier sudah keluar dengan Kaos lengan pendek berwarna hitam dengan jaket dan celana berwarna senada. Ntahlah, ia hanya menyukai warna-warna gelap yang membuatnya semakin tampil mempesona.


"Veee! Temui dulu Mommyku. Aku mau berganti pakaian!!"


"Baiklah!" jawab Xavier menuruti ucapan Stella yang ada di dalam kamar ganti.


Xavier melangkah ke mendekati pintu yang masih terdengar di gedor keras. Ia membuka benda itu hingga seorang wanita yang tadi membuat kegaduhan terlihat menatapnya dengan marah dan amukan.


"Dimana Putrikuu??" tanya Nyonya Clorie dengan intonasi tak bersahabat.

__ADS_1


Efika menunduk pamit pergi karna ini bukan lagi urusannya. Perdebatan antara Calon menantu dan Mertua yang tak bisa di hindarkan.


Bukannya meladeni amarah Nyonya Clorie, Xavier justru hanya diam dengan tatapan berubah dingin tak bisa dielakkan.


"Kauu..."


"Mom!"


Suara Stella yang sudah muncul memakai Baju berbahan Woll yang di rajut tebal menutupi sampai ke bagian lutut Stella. Di area bahu tampak sedikit terbuka menunjukan keindahan kulit wanita ini.


"Mom! Ada apa?"


"Apa terjadi sesuatu padamu? Katakan!!" desak Nyonya Clorie menarik Stella untuk keluar kamar. Stella menggeleng membiarkan Nyonya Clorie memeriksa tubuhnya hingga melihat ada bekas kismark di bagian tengkuk Stella membuat tatapan Nyonya Clorie semakin mendidih pada Xavier.


"Kau memang sangat LICIK!"


"Mom! Ada apa?" sela Stella tak mau ada pertengkaran lagi.


"Suasana di luar tiba-tiba berubah. Dan aku yakin disini tak lagi aman untukmu."


"Tapi..."


"Kita pergi sekarang." tegas Nyonya Clorie menarik Stella tapi Xavier sudah lebih dulu menahan pinggang Stella untuk merapat ke arahnya.


Wajah datar Xavier bertambah dingin tak menyukai hal ini.


"Dia tetap disini!"


"Kau ingin putriku menjadi incaran mereka semua. Haa??" geram Nyonya Clorie sudah kepalang cemas akan hal buruk yang ingin terjadi.


"Mom! Tolong percayalah pada Xavier. Dia yang selalu melindungi ku dan tak mungkin dia melakukan hal yang buruk padaku. Mom!"


"Dia itu salah satu dari mereka. Kau jangan percaya begitu saja. Stella!!" bantah Nyonya Clorie membuat Stella hampir emosi.


"Vee! Kenapa tiba-tiba gelap? Apa sudah mau malam?"


"Tidak." jawab Xavier singkat pergib ke area jendela tempat biasa ia duduk dulu. Sekarang ia jarang diam disini karna semakin sibuk akan suatu hal.


Netra biru Stella menatap area sekitar Villa yang tiba-tiba dingin. Langit berubah di tutupi awan hitam dengan suara ombak cukup menantang keberanian.


"Apa akan ada badai?"


"Kau ingin melihat sesuatu?" tanya Xavier melepas Jaketnya dan membalutkan itu ke bahu Stella yang terbuka. Angin ini tak baik bagi kesehatan Bumilnya.


"Melihat apa? Hanya ada awan mendung."


"Kau yakin berani melihatnya?" tanya Xavier lagi membuat Stella penasaran.


"Aku mau."


"Pejamkan matamu!"


Akhirnya ia mengangguk memejamkan mata hingga perlahan Xavier mengusap wajah Stella dengan kedua tangannya. Hawa dingin menyeruk di sekujur tubuh Stella tapi dengan berdekatan dengan Xavier ia bisa mengontrol kembali rasa hangat ini.


"Buka matamu!" bisik Xavier hingga perlahan Stella membuka kelopak mata indahnya dan..


Deegg..


Mata Stella melebar dengan kedua tangan mencengkram lengan Xavier yang membelit pinggang Stella agar tak jatuh.

__ADS_1


Jantung itu berpacu cepat kala melihat langit yang tadi hanya menggambarkan awan hitam sekarang berubah menjadi sangat mengerikan. Ribuan bahkan ratusan mahluk-mahluk aneh beterbangan dengan mata full hitam dan asap gelap mengepul memenuhi area langit Villa.


"V...Vee.."


Jantung Stella berpacu cepat. Mahluk dengan wajah seperti manusia tapi semua kulit tubuhnya memucat dan ada yang tak berkepala dan melayang-layang mencari cela ingin masuk.


Mata mereka semua menghitam dengan tubuh meluiuk-liuk seakan sangat ingin masuk. Lelehan darah yang jatuh dari luka--luka di tubuhnya tak bisa menetes ke tanah Villa dan seperti terbakar di atas awan saja. Mahluk apa ini san kenapa bisa disini?


"V..Vee ini.."


"Itu Arthas! Dia salah satu Klan yang menjadi budak Keluargaku." ujar Xavier menatap dingin ke atas sana. Pasti segerombolan sampah ini dikirim oleh Pria tua di Kediaman sana. Benar-benar tak main-main tentang masalah Pernikahan itu.


"Kenapa wajahnya agak mirip dengan manusia? Mereka seperti mayat hidup dan.."


"Memang mayat hidup. Mereka di bangkitkan dari kematian yang baru saja terjadi dengan roh sudah menghilang tapi di ganti pengendalian jiwa. Ini memang tak masuk akal tapi di dunia-ku kalian manusia adalah Ladang keuntungan." jelas Xavier membuat Stella sangat terkejut.


Keluarga Elbrano memang sangat kejam bahkan mengorbankan banyak mayat tak bersalah yang di paksa menjadi budak mereka.


"Kenapa kalian begitu tak berperasaan??" geram Stella membuat Xavier menoleh ke wajah penuh amarahnya. Ia kira Stella akan takut melihat ini tapi nyatanya ia malah bersimpati.


"Ini di lakukan untuk menambah kekuasaan Klanku! Di dunia seperti kami, yang kuat akan memimpin dan yang lemah akan menjadi bawahan. Itu hal biasa dan hukum alam."


"Tapi, seharusnya kalian bisa berteman-kan? Kalian..."


"Tak ada yang namanya pertemanan. Sayang!" jawab Xavier mengecup kilas pelipis Stella yang dengan lugunya mengatakan hal itu.


Jelas jika di dunianya tak ada yang namanya Hubungan dan kasih sayang. Semuanya hanya berdasar pada kekuatan dan yang kuat akan memimpin.


"Kau ingin cepat melahirkan?"


"Maksudmu?" tanya Stella membuat seringaian iblis Xavier terkuak. Hal itu membuat Stella merinding menepuk dada Xavier agar jangan memandangnya begitu.


"Kau jangan aneh-aneh."


"Mereka tak tahu apa yang kita punya. Biarkan dia cepat lahir ke dunia ini agar kau bisa bebas." jawab Xavier bermakna ambigu. Stella tak bisa menuruti hal ini karna ia takut terjadi sesuatu pada bayinya.


"Kau jangan gila. Vee!"


"Kau percaya padaku-kan?" tanya Xavier dan Stella mengangguki itu.


"Lalu kenapa kau ragu?"


"Ak..aku.."


Stella memejamkan matanya yang berusaha mengambil keputusan. Ia meremas lengan Xavier yang kadang-kadang membuatnya merinding.


"Kau tak percaya?"


"Aku percaya. Tapi, awas jika kau melakukan hal yang tidak-tidak pada bayiku dan.."


Xavier dengan cepat menepuk bahu Stella yang seketika tumbang tak sadarkan diri. Hal itu membuat Nyonya Clorie yang tadi tiba-tiba kaku dan tak bisa bergerak berusaha melepaskan diri dari semua ini.


"Stellaa!!! Stellaaa!!!"


Xavier mengabaikan semua itu. Ia membawa Stella keluar pekarangan Villa membuat Dokter Ryker yang tadi ada di luar seketika syok.


"Apa yang Master lakukan? Mereka bisa saja menyerang Stella!"


"Aku juga tak tahu." gumam Zion sudah jantungan..

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2