YOU ARE MINE MIS STELLA.

YOU ARE MINE MIS STELLA.
Tak menyetujuinya!


__ADS_3

Pagi ini Stella tak lagi bersiap memakai seragam Sekolahnya. Hal itu membuat Nyonya Clorie bingung sekaligus heran kala Stella memakai pakaian santai yang jelas itu di gunakan untuk bepergian.


"Stella!!"


"Yah. Mom?" jawab Stella yang tengah duduk di depan sofa memakan camilan ringan yang sudah disiapkan Xavier di dalam tasnya.


Nyonya Clorie begitu di buat bertanya-tanya. Dari mana Stella mendapatkan barang-barang ini termasuk Ponsel dan juga pakaian-pakaian hamil. Ia belum membelikan dengan ukuran pas seperti itu.


Sesaat kemudian Nyonya Clorie menyimpan tanda tanya di benaknya. Membawa nampan berisi Salad sayur yang bagus bagi kesehatan.


"Kau tak sekolah?"


"Masih. Mom! Tapi, aku tak datang ke Sekolah lagi. Ada program Magang yang di buat Sekolah jadi aku ikut."


Jawab Stella masih menjawab dengan mulut penuh dan tak bisa berhenti mengunyah. Nyonya Clorie terlihat senang dengan jawaban Stella tetapi ia belum tahu Perusahaan itu dimana.


"Mommy ikut senang. Sayang! Tapi, bagaimana kau bisa Magang jika kau sedang hamil begini?"


"Aku akan memakai Mantel! Jadi, perutku tertutup." santai Stella sudah mendapatkan rencana brilian. Mendengar itu Nyonya Crolie lega seraya meletakan mangkuk Salad di atas nampan ke atas meja depan Sofa.


"Perusahaannya masih di Kota ini-kan?"


"A..apa?" tanya Stella terperanjat. Ia baru sadar jika Perusahaan Xavier itu ada di Kota Melbron dan bukan disini.


Seketika wajah Stella kaku untuk menjawab. Ia belum menduga jika nanti Mommynya pasti tak akan setuju ia pergi sejauh itu lagi.


Mendapat kebisuan Stella yang begitu gugup membuat Nyonya Clorie menoleh.


"Stella!"


"A.. Mom! Perusahaannya.."


"Disini-kan?" tanya wanita itu lagi menunggu.


Stella hanya diam tak bisa menjawab apa-apa. Dari kebungkaman ini Nyonya Clorie tahu jika Perusahaan tempat Stella bekerja tak ada di Kota ini.


Dengan cepat ia bangkit lalu berjalan ke arah dapur dengan wajah tegas dan penuh dengan pertentangan.


"Jika Perusahaan itu di luar. Kau tak usah mengambil Program itu!"


"Mom!" sangga Stella menolah kebelakang. Nyonya Corlie terlihat membersihkan dapur dari sisa bahan-bahan yang ia masak tadi.


"Cepat kembali ke kamarmu!"

__ADS_1


"Mom! Hanya beberapa bulan di Kota Melbron! Aku janji akan.."


"STELLA!!!" suara keras Nyonya Crolie baru hari ini terdengar membuat Stella terdiam. Keheningan mulai terdengar membuat kebisuan di antara keduanya.


Mata Nyonya Crolie mulai berkaca-kaca mendengar nama Kota yang Stella katakan. Ia menunduk meremas Lap meja yang ia peggang untuk menangkan sebuah api yang berkobar di dalam sana.


"Memangnya kenapa?"


"S...Stella kembali ke kamarmu!" lirih Nyonya Clorie setengah memohon.


"Kenapa? Mom! Kau selalu melarang-ku kemanapun aku pergi. Apa yang terjadi sebenarnyaa??"


Tanpa menjawab apapun dari pertanyaan Stella. Nyonya Clorie kembali melanjutkan pekerjaannya tapi ia masih saja menangis. Hal itu semakin membuat Stella kebingungan.


"Aku harus berbicara dengan Vee soal ini." gumam Stella kembali ke kamarnya. Ia mencari ponsel yang nyatanya lupa ia isi dayanya. Alhasil benda ini mati tak bisa digunakan.


Saat Stella berbalik ia terperanjat kala Nyonya Crolie sudah ada di depan pintu dengan tatapan dinginnya yang baru pertama kali Stella lihat.


"Mom. Kau baik-baik saja?"


"Kau masih ingin ke sana?" tanya Nyonya Clorie dengan wajah sembab dan datar.


Stella spontan mengangguk karna menduga jika Nyonya Clorie sudah berubah pikiran.


"Aku akan mengajukan Pengunduran mu!"


Duaarr...


Stella terkejut dengan pernyataan Nyonya Clorie yang begitu tegas dan membuatnya merinding. Ntah apa yang sekarang ada di pikiran wanita ini?!


"Mom! Ini bukan Lulucon."


"Bekerja atau-pun tidak kau akan tetap hidup. Aku masih DISINI. Kau tak perlu bekerja." tekan Nyonya Clorie lalu menutup pintu kamar dan menguncinya dari luar.


"Mom!! Mom buka pintunya!! Jangan lakukan itu padaku. Moom!!"


Nyonya Clorie hanya diam mengigit bibirnya yang bergetar. Ia tak bisa melepaskan Stella ke Kota itu. Ia tak bisa melakukannya.


"Mommyy!! Bukaaa!!"


"M..maaf. Mommy tak bisa mengambil resiko sebesar itu. Stella!" lirih Nyonya Clorie lalu melangkah pergi mengambil Mantelnya di gantungan dinding lalu pergi keluar rumah. Ia juga mengunci pintu depan dimana Wings tampak masih tidur di dekat tempat sepatu.


Nyonya Clorie berjalan di tengah dinginnya suasana dan banyak para pekerja es yang baru ingin berangkat dan memandang Nyonya Clorie dengan tatapan yang biasa.

__ADS_1


Selalu merendahkan dan terkesan nakal. Ibu dan anak sama saja tetapi keduanya sangat membuat siapa saja terpana.


"Hey! Kau bekerja dimana?


" Semakin hari begitu cantik. Temani kami bekerja dan kau akan mendapatkan uang."


Nyonya Clorie tetap diam tak perduli. Ia tetap melanjutkan langkahnya sampai ada ucapan yang terdengar dari belakang menghentikan kakinya bergerak.


"Putrimu juga sama. Semakin hari bertambah seksi, sayangnya dia berhenti dari Club. Atau mungkin pindah."


Mereka menertawakan hal itu. Kedua tangan Nyonya Clorie terkepal segera mengambil Sekop penggaruk salju yang ada di samping dekat jalan.


Ia berbalik menatap membunuh 3 pria di belakang sana yang menyeringit melihat ke arahnya. Ada guratan geli dan mengejek yang terpapar disana membuat Nyonya Clorie semakin berapi-api.


"Kau marah? Kami benar. Putrimu itu memang sangat cantik dan seksi. Katakan padanya untuk kembali bekerja disini. Aku akan membayar mahal untuk itu."


Dengan amarah yang sudah mengubun di kepalanya. Nyonya Clorie segera mendekat menyeret besi di tangannya membuat mereka agak takut. Pasalnya kali ini tak ada raut bercanda dari wajah cantik Nyonya Clorie.


"K..kau mau mau apa?"


"K..kami hanya bercan.."


"PERGILAH KE NERAKAA!!" Geram Nyonya Clorie dengan cepat menghantamkan benda keras ini ke kepala mereka dengan sekali sabetan. Ia memukul membabi-buta tak perduli jika banyak orang yang keluar dari Rumahnya karna suara itu.


"JANGAN MENCOBA MENGUSIK PUTRIKU. ATAU KALIAN AKAN MENYESAAL!!"


"C.. Cukupp!! Kau.. Kau gila. Haa??" geraman mereka mencoba menghindar tapi darah itu sudah mengubah warna salju. Nyonya Clorie tak perduli dan terus memukul sampai ia di tarik oleh seseorang ke belakang.


"Nyonya!"


"BRENGSEEEK!!!" maki Nyonya Clorie masih dengan nafas yang terengah. Air matanya turun tapi wajahnya masih menyimpan amarah.


Nyonya Herley yang tadi menarik lengannya terlihat sangat terkejut dengan apa yang terjadi. Nyonya Clorie biasanya tak pernah mengambil hati makian ini tapi sepertinya sesuatu sudah menganggu hati dan pikiran wanita ini.


Tanpa mereka sadari. Sedari tadi seorang wanita paruh baya dengan Kipas yang tak lepas di tangannya itu tengah menyaksikan dengan dendam dan amarah.


Ia di kawal oleh dua Penjaganya yang selalu setia menemani kemanapun.


"Wanita sialan itu sudah kembali. Dia harus membayar semua kerugian yang aku dapatkan." umpat Madam Jen yang sudah mengalami kerugian mencekik nyawa. Ia tak lagi bisa membuka Club karna kejadian pembunuhan kala itu.


"Cepat kau selesaikan wanita itu. Aku ingin dia mati dengan cara mengenaskan."


"Baik. Madam!"

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2