YOU ARE MINE MIS STELLA.

YOU ARE MINE MIS STELLA.
Merepotkan!


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang Pagi tadi Xavier katakan pada Stella, rencana-pun mulai kembali dilakukan. Stella lagi-lagi membuat keributan dengan Xavier yang justru melayani aksi heboh dan nekat Stella pagi ini.


Nyonya Clorie sampai menangis memaki Xavier yang tengah berdebat dengan Stella yang meminta penjelasan atas menghilangnya Xavier beberapa hari yang lalu.


"Semalam kau sibuk dengan Pekerjaanmu. Kau selalu mengabaikan pertanyaan dariku, sebenarnya mau-mu apa. Ha???"


"Jangan mengeraskan suaramu padaku!" desis Xavier mencengkram rahang tirus Stella yang sudah berkaca-kaca.


Tangisan Baby Ester terdengar sangat menyakitkan karna melihat kedua orang tuanya bertengkar sampai sejauh ini.


"K...kau.."


"Kau bebas bersama Pria yang kau mau. Bukankah itu yang kau inginkan?!" geram Xavier dengan wajah benar-benar dingin melepas cengkramannya dari rahang Stella yang meremas lengan kekarnya kuat.


Melihat Xavier yang semakin kasar pada Stella memantik amarah Dokter Ryker yang tadi baru saja naik ke atas karna suara ricuh yang sangat keras ini.


"Masteer!!!"


Dokter Ryker mendekat melewati Nyonya Clorie yang terlihat tak bisa berbuat banyak karna tubuhnya tiba-tiba tak bisa di gerakan. Apalagi, air matanya selalu menetes kala melihat pipi Stella lebam pasti karna di pukul Pria gila ini.


"Master! Jangan lukai. Stella!!"


"Kau siapa?" tanya Xavier dengan intonasi suara begitu kelam melepas cengkramannya pada Stella yang ia dorong sampai membentur dinding dengan kasar.


Hal itu sontak membuat Dokter Ryker langsung ingin memeggang pinggang Stella yang sejatinya tak benar-benar terbentur. Xavier pandai mengkondisikan apa yang ia lakukan pada belahan hatinya itu.


"Stella!!"


Bughh..


Dokter Ryker terpental ke arah tangga dengan rahang bergeser akan tinjuan keras Xavier yang benar-benar melepas amarahnya lewat semua ini dan tak akan membiarkan tubuh Calon istrinya di sentuh.


Zion yang tadi ada di dekat tangga bersama Kakek Le-Yang sampai terkejut kala melihat tubuh Dokter Ryker terhantam ke kaca depan sampai pecah. Mereka semua menelan ludah kasar meraba rahang yang terasa ikut terlepas.


"V..Vee!" gumam Stella termenung. Ia menatap Xavier dengan pandangan kosong dan penuh rasa terkejut karna ini diluar rencana.


Tapi, dengan santainya Xavier memperbaiki letak Jas di tubuh kekarnya lalu melewati Stella yang masih belum keluar dari dunia mengerikan ini.

__ADS_1


"S..Stella kau tak apa-apa? Nak!"


"I..iya." jawab Stella hanya mengangguk. Wajah pucat Mommynya membuat senyum Baby Ester terukir jelas sangat senang karna melihat Daddynya mengeluarkan sedikit tenaga fisik untuk meremukkan rahang Pria itu.


"Stella! Apa kau di tampar olehnya? Kenapa pipimu memar?"


"A.. Ini.. Ini hanya terbentur sedikit. Mom!" jawab Stella telah menormalkan kesadarannya. Ia mengambil nafas dalam melangkah ke arah tangga dimana Kakek Le-Yang tengah membantu Dokter Ryker yang sudah tak sadarkan diri bahkan wajahnya terlihat pucat dengan bagian tubuh terlihat mengeluarkan asap hitam.


"Apa dia baik-baik saja?"


"Stella!" gumam Efika menahan langkah Stella untuk tak turun. Ia menggeleng kecil karna ini terjadi karna rasa benci Masternya akan kedekatan Dokter Ryker dengan Stella.


"Dia memang keterlaluan. Bisa-bisanya melayangkan pukulan sekeras ini."


"Kami mohon. Sebaiknya jangan buat Master marah besar karna kami yang akan menanggungnya. Stella! Bukan kau." lirih Efika sangat takut. Stella beralih menatap ke arah pintu utama Villa dimana Xavier tengah berdiri memeriksa Ponselnya seakan tak terjadi apapun.


Ia dengan santainya melirik ke arah Stella dengan seringaian iblis seakan mengejek Stella dengan kekuatan Dokter Ryker yang sangat tak sebanding dengannya.


"Sebenarnya kau ini benar-benar bersandiwara atau serius?! Jelas jika kau memukulnya terlalu keras. Vee!!"


Batin Stella sangat geram sekaligus kesal. Alhasil ia hanya bisa memandangi Xavier yang dengan gaya berkharismanya masuk ke dalam Mobil yang sudah di buka Zion untuknya.


"Itu bagian Putraku!" titah Xavier kala ada yang membisikan sesuatu di telinganya. Sontak hal itu membuat Zion tercekat tetapi ia sudah biasa dengan dunia aneh Xavier selama hidupnya.


"Master!"


"Jalan!"


Zion mengangguk mengemudikan Mobil stabil keluar dari area Villa. Wajah datar Xavier hanya lurus memandang kedepan tetapi lirikan netra abu tajam itu memindai semua wilayah kekuasaannya.


Ia membiarkannya lolos karna ingin tahu siapa yang menjadi kedok utama dari semua ini.


"Master!"


"Hm."


"Tadi Nona Linnea menelfonku."

__ADS_1


Mendengar itu Xavier tak merespon terlalu berlebihan. Ia hanya menarik sudut bibirnya kecil membayangkan hal menyenangkan yang di lakukan Stella tadi pagi.


"Nona menanyakan kau dimana? Master! Suaranya terdengar sangat marah."


"Katakan aku di tempat biasa." jawab Xavier kembali memainkan ponselnya.


Langit diatas sana mulai di selumbungi hawa mendung yang pekat padahal tadi sudah mulai agak cerah. Hembusan udara juga terasa lebih dingin dan menyimpan sesuatu yang jelas tak baik-baik saja.


Dan anehnya. Hawa magis ini hanya ada ketika Mobil masih di wilayah Villa dan hilang saat sudah keluar dari lebatnya Hutan.


"Master! Aku cemas jika pasukan Kakek Lucius kembali ke sekitar Villa."


"Aku menunggunya." jawab Xavier melihat dengan licik langit hitam diatas sana. Jelas ia sangat menantikan itu karna Baby Ester akan mudah tumbuh dengan energi yang selalu masuk dalam tubuhnya.


Tak lama setelahnya Xavier mendengar suara dentuman besar dari arah belakang. Hal itu tak bisa di rasakan oleh Zion yang tak punya insting Vampir seperti Xavier.


Bagian tangan kiri Xavier terasa dingin dan hal itu pertanda Putra kecil lucu dimata Stella itu tengah berburu sesuatu yang sudah Xavier kurung tak bisa keluar dari area Villa.


"Cih. Kau begitu tak sabaran. Boy!" gumam Xavier tahu jika sekarang Baby Ester bergerak dibelakang Mommynya.


Melihat raut wajah tak tertebak Xavier tentu Zion sangat paham jika Masternya tengah melakukan sesuatu yang lagi-lagi di luar nalar manusianya. Ntah kapan ia bisa bebas untuk melihat dunia luar?!


Dret..


Zion mendapat pesan dari Pengawal mereka di Perusahaan. Seketika mata Zion menekan dengan alis hampir menyatu membaca pesan ini.


"Master! Ini buruk."


"Katakan!"


"Nona Linnea membawa Nyonya Brillier ke Perusahaan dan bahkan membawa Media cukup banyak." jawab Zion sudah pusing membacanya dan apalagi Xavier yang perlu kesabaran ekstra untuk tak menyelesaikan nyawa wanita ini.


"Bubarkan Media itu dan paksa dia untuk tak membuat Keributan."


"Tapi, sepertinya Nyonya Brillier juga membawa Nyonya Margretta. Master!" gumam Zion bertambah berkunang-kunang. Linnea benar-benar mengajak satu Keluarga Elbrano untuk membelanya dalam hubungan tak pasti ini.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2