2X MENIKAH DENGAN SEPUPU

2X MENIKAH DENGAN SEPUPU
Musibah


__ADS_3

Tania kembali merasakan pagutan demi pagutan pada beberapa bagian tubuhnya. Namun ketika ia merasa ada benda keras menempel di bawah sana, Tania mendorong tubuh Edos kuat-kuat hingga terjengkal.


"Aw...," teriak Edos.


"Maaf," ucap Tania.


"Kenapa, Sayang? Kita kan sudah halal," tanya Edos frustrasi.


"Anu..," sahut Tania ragu sambil menggigit bibir bawahnya.


"Anu kenapa? Apa aku belum pantas mendapatkanmu? Atau takut ranjangnya mbledos lagi?"


"Tidak-tidak, bukan begitu. Tapi aku lagi datang bulan, aku mens, Yank," jawab Tania akhirnya.


"Arrgh.." Edos berteriak meninju kasur beberapa kali meluapkan emosnya. "Lalu ini bagaimana?" Tanya Edos sambil menunjuk ke arah burungnya yang menegang.


"Nggak tahu," jawab Tania polos.


Kasihan juga suamiku. Bulan, kenapa kamu datang di saat yang tidak tepat. batin Tania.


"Yank?" panggil Tania.


"Apa, Sayang?"


"Aku ingat, aku baca di novel-novel mandi air dingin katanya bisa meredakan itu," usul Tania menunjuk ke arah ubi kayu milik Edos.


"Di novel gituan pengarangnya kebanyakan cewek, mana mereka tahu apa yang kurasakan saat ini," sanggah Edos.


"Mana mereka bisa tahu kalau kamunya aja nggak bilang sama mereka," gerutu Tania tetepi masih dapat didengar oleh Edos.


Jari telunjuk Edos mendarat di kening Tania


"Aw.. belum apa-apa kok udah KDRT sih, Yank," pekik Tania.


"Kamu ini, uun dipelihara. Kita lanjutkan yang tadi ya, Say. Aku janji enggak akan menyentuh bagian itu," bujuk Edos.


Edos kembali merengkuh tubuh Tania dan mengulang kembali aksinya yang sempat tertunda, lalu bagaimana caranya biar dia mencapai puncak Himalaya? Yah.. mungkin saja dengan arisan, dikocok-kocok? kasihan amat.


🌸🌸🌸🌸🌸


Wahai pemilik hatiku,


Bangunlah sejenak dari mimpi malam,


Rasakan sejenak sinar mentari terang,


Di bawah langit cerah berembun.


Seluruh alam sedang tersenyum padamu,


Menyambut sang bidadari turun dari tidurnya,


Udara dan embun pagi siap menyapa segar,


Sinar mentari siap membelai hangat,

__ADS_1


Semua adalah berkah untuk kita semua.


(Malam tak membawa terang by NN)


Pagi-pagi sekali Tania dan Edos sudah bersiap untuk meninggalkan kampung halaman. Sebuah mobil Honda Civic berwarna putih sudah terparkir di halaman rumah Tania.


"Sudah siap berangkat sayang? Enggak ada yang lupa kan?" Tanya Edos yang duduk di kursi kemudi kepada sang istri yang duduk disampingnya.


Sesaat Tania membaca do'a ketika hendak naik kendaraan, Edos melihatnya tersenyum dan mengacak gemas rambut Tania. Merasa diperlakukan seperti anak kecil Tania hanya cemberut.


Edos mendekatkan tubuhnya ke tubuh Tania, Tania memejamkan matanya. Ternyata Edos hanya mau memasangkan seat belt saja. Tania membuka matanya saat ditunggu lama dia tidak merasakan apa-apa. Ia melihat Edos yang tersenyum meledek.


"Giliran udah siap-siap malah enggak dikasih," gerutu Tania.


Cup


Kecupan singkat dilayangkan oleh Edos di pipi Tania.


"Bismillahirrahmanirrahim," ucap Edos mengawali perjalanannya.


Edos melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang keluar dari perkampungan menuju gerbang tol di Warungasem, barulah ia mulai menambah kecepatan mobilnya setelah melewati jalan tol.


Lagu-lagu romantis terdengar dari DVD dashboard mobil untuk mengusir kejenuhan. Tania mendengarkan lagu-lagu tersebut, sesekali ikut menyanyi jika lirik lagunya ia hafal, jika tidak hafal ia cukup bersenandung hingga akhirnya dia tertidur.


Tania terbangun saat sinar matahari yang menyengat hangat mengenai wajahnya dan mendapati mobil dalam keadaan berhenti, sementara suaminya tidak ada di sampingnya. Ternyata masih di rest area di daerah Cirebon.


"Mana dia?" tanya Tania pada diri sendiri.


Tania dikagetkan dengan Edos yang yang tiba-tiba menyelonong masuk dan menutup pintu depan mobil dengan keras.


"Eh, Yayangnya Edos udah bangun," sahut


Edos santai.


"Dari mana, Yank? Kok enggak bangunin aku sih?" tanya Tania beruntun bagai durian runtuh masih dengan muka yang sulit diartikan.


"Dari toilet, Yank. Kamu tidur lelap banget," sahut Edos. "Ayo turun kalau mau ke toilet. Aku juga mau beli kopi," ajak Edos.


Tania segera membuka pintu mobil tanpa menunggu dibukakan oleh suaminya, ia menyambar tas selempang nya dan melangkahkan kakinya dengan malas.


"Bawa uang dua ribuan tidak, di toilet tidak menyediakan kembalian," seru Edos.


Tania menengok ke arah sumber suara,


"Kalau nggak ada kembalian ya pipis lagi, hehe..."


Edos menghampiri counter yang menyediakan kopi yang dekat dengan ia memarkirkan mobilnya supaya jika Istrinya kembali dari toilet mudah untuk menemukannya.


Tak berapa lama Tania telah kembali dari toilet, Edos melambaikan tangannya, Tania menghampirinya.


Setelah dirasa cukup untuk mereka beristirahat, mereka kembali melanjutkan perjalanan.


Perjalanan yang begitu lama, lebih dari empat jam membuat Edos menjadi kelelahan, sehingga dia kurang fokus dalam menyetir mobil nya. Pada hal mobil sedang melaju begitu kencang, namun akibat semalam ada insiden tempat tidur yang roboh membuat mereka berdua kurang tidur dan juga kurang istirahat.


Stamina yang tidak stabil membuat daya tahan tubuh malemah, akibatnya pandangan mata Edos tidak bisa menjadi konsentrasi saat melihat jalanan yang ada di depan.

__ADS_1


Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Edos sampai juga ke kota Jakarta yaitu kota yang menjadi tujuan hidup mereka untuk membina rumah tangga kedepannya. Edos dan Tania punya harapan besar bahwa hidup berumah tangga mereka akan menjadi lebih baik jika tanpa adanya ikut campur orang tua, apa lagi mereka sengaja kabur agar tidak diketahui oleh papanya Edos tentang pernikahan mereka


Tiba-tiba seorang ibu menyeberang di depan mereka sehingga Edos terpaksa banting setir ke arah kiri hingga mobil itu menabrak sebuah truk tronton jenis tank pembawa minyak mentah yang sedang parkir.


Braakk.


"Aaaaaa."


Suara pekikan Tania saat terjaga dari tidurnya membawa mereka berdua langsung tak sadarkan diri pindah ke alam lain.


Mobil Edos langsung ringsek di bawah tronton yang full muatan minyak mentah. Orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian perkara, langsung berlarian untuk memberikan pertolongan kepada pasangan Edos dan Tania.


Mereka berbondong-bondong berusaha menyelamatkan dua manusia yang sedang berada dalam mobil, dengan posisi terjepit berada di bawah mobil tronton.


Kurang lebih setengah jam masyarakat sekitar membantu proses evakuasi pasutri tersebut, akhirnya mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Untungnya masyarakat di sekitar merupakan orang-orang yang sangat baik dan berhati mulia, sehingga mereka memberikan bantuan tanpa meminta imbalan.


Seorang ketua RT tempat kejadian kecelakaan, menemani pasangan suami istri tersebut di rumah sakit bersama beberapa warga. Dia juga sebagai penanggung jawab atas biaya yang digunakan saat mereka berdua dirawat. Bapak RT tersebut juga menyelamatkan satu tas besar milik mereka, namun sayang, mobil mereka ternyata meledak beberapa menit setelah pasangan itu dilarikan ke rumah sakit.


Padahal masih banyak barang berharga yang sengaja Edos simpan di dalam bagasi mobil bagian belakang, yang direncanakan sebagai penyangga hidup mereka di awal pernikahan tinggal di kota yang baru yaitu Jakarta.


Edos membawa beberapa surat penting berupa memo yang akan digunakannya sebagai jalan untuk memudahkan nya dalam mendapatkan pekerjaan di Jakarta, namun semua hangus terbakar bersama mobilnya.


Untung tidak dapat diraih karena takdir berkata lain, sehingga membuat mereka berujung di dalam sebuah rumah sakit. Tania hanya mengalami cidera kecil dengan lecet sana-sini di bagian tangan, kaki dan mukanya.


Dia tersadar setelah beberapa jam pingsan akibat shock kecelakaan, sedangkan Edos mengalami kritis dan masih berada di ruang ICU. Dia mengalami patah tulang dibagian kaki dan juga geger otak ringan. Namun beberapa syaraf lainnya belum diketahui apakah masih berfungsi atau tidak karena Edos belum juga sadarkan diri.


Dimana ini, kenapa ruangan ini bau obat? Kenapa warna yang ada di dalam kamar ini semuanya putih. Batin Tania yang masih setengah sadar dari tidur panjangnya.


Dia mencoba membuka mata dengan benar, lalu mengingat peristiwa terakhir yang dialaminya.


"Tidaaaak."


"Edos, mana Edos. Edooooos!!" panggil gadis itu histeris saat menyadari dirinya berada dalam salah satu ruangan rumah sakit.


"Tenang, Nak. Jangan menjerit, kamu harus sabar ya, kawan mu pasti selamat, berdo'a lah karena dia belum sadarkan diri."


Pak RT menjelaskan pada Tania penuh dengan kesabaran, dia sepertinya adalah orang yang sangat baik dan juga lumayan berada, karena dia berani bertanggung jawab untuk membayar DP rumah sakit tempat Edos dan Tania dirawat.


"Iya Mbak, kawan laki-laki mu pasti kuat dan pasti akan segera siuman, buktinya kalian masih bisa sampai rumah sakit," timpal warga yang lain.


"Dia bukan kawanku, Pak. Tetapi suamiku, kami baru menikah kemaren. Hiks hiks," jelas Tania dalam isak tangisnya.


"Sekarang di mana suamiku, Pak? Aku mau melihat keadaannya, tolong antarkan aku ke sana, Pak. Ku mohon ...."


Tania memohon kepada pak RT sambil berurai air mata, dengan menyatukan kedua tangannya di dada.


"Maaf, Nak. Suamimu masih berada di ruang ICU. Sampai sekarang keadaannya masih kritis, kamu harus kuat, karena jika kamu lemah pasti suami mu sedih di alam bawah sadarnya, melihat pengantin wanitanya menangis."


Mendengar ucapan bapak tersebut, membuat hati Tania merasa tersayat sembilu, sangat sakit dan juga pedih.


Kenapa hidupku begini ya Allah, baru juga merasakan bahagia namun kembali harus menerima cobaan yang begitu berat. Guman Tania di dalam hati dengan bulir bening yang tak mau berhenti keluar dari kelopak matanya yang masih terlihat lebam dan biru akibat kecelakaan.


*****************


Tania dan Edos, Maafkan author ya 😭😭😭, πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2