Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
Extra Part 4 : Rencana Liburan


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Archie selalu menadahkan tangan memohon agar ia selalu diberikan kesehatan agar dapat membesarkan anak-anaknya.


Tok…tok…tok…


Archie bergegas membuka pintu kamarnya. Dilihatnya Aine yang tengah menyunggingkan senyum manisnya.


“Papi kok masih pakai baju santai? Emangnya papi tidak pergi ke kantor?” Tanya Aine.


“Tidak sayang. Hari ini papi ingin menghabiskan waktu papi dengan kalian berdua.” Jawab Archie.


Aine dan Aswin menjadi anak yang mandiri meskipun hanya hidup dengan seorang ayah tunggal.


Flashback….


12 tahun yang lalu…


Malam hari setelahnya acara di panti asuhan Anum membantu si kembar untuk membersihkan tubuhnya. Anum akan berterus terang dan menjelaskan agar si kembar tidak kecewa.


Belum lama kemudian si kembar keluar dari kamar mandi. Aswin menatap Anum. Sedangkan Anum yang ditatap langsung menangkap. Anum membawa Aswin dan Aine untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya.


“Selamat ulang tahun, semoga selalu menjadi anak yang pintar dan selalu nurut sama papi.” Ucap Anum lalu mencium kening Aswin dan Aine bergantian.

__ADS_1


“Terima kasih atas doanya aunty Anum.” Jawab si kembar berbarengan.


“Sekarang aunty akan menjawab permintaan dari kalian berdua. Sebelum aunty jujur, aunty minta kalian jangan kecewa dan marah sama aunty. Karena dari dulu sampai saat ini aunty sangat sayang sama kalian berdua.” Ucap Anum sambil menggenggam kedua tangan Aine dan Aswin.


Aine dan Aswin mengangguk-angguk.


“Aunty tidak bisa menikah dengan papi dan tidak bisa menjadi bunda kalian.”


Aine langsung matanya berkaca-kaca. Sedangkan Aswin diam sambil menunduk.


“Kalian boleh anggap aunty bunda kalian. Tapi tidak dengan menikahi papi kalian. Karena aunty juga sudah ada calon suami. Aunty janji sama kalian berdua akan membantu agar papi tidak menikah dengan aunty Patricia.”


Aine dan Aswin mengangguk-angguk lalu memeluk tubuh Anum begitu erat. Hingga mereka berdua tertidur dalam dekapan Anum.


Archie dan Aine menuruni anak tangga selangkah demi selangkah. Dilihatnya Aswin sedang menunggunya.


Diruang makan tersebut suasana nampak hangat. Hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki.


Aswin dan Aine melirik ke belakang. Aine tersenyum saat melihat Arjuna lah yang datang sambil membawa brosur universitas.


“Ayo Jun gabung sekalian? Kamu pasti belum makan kan?” Tanya Archie dan di angguk i Arjuna.

__ADS_1


Tak lama kemudian Arjuna duduk disalah satu kursi meja makan.


Mereka makan bersama. Arjuna yang melihat ada menu rendang daging, ayam goreng, sayur sop, udang asam manis, tempe goreng dan tak sambel membuat mata Arjuna berkaca-kaca


Archie, Aswin dan Arjuna sama-sama penyuka rendang daging dan sambel. Sedangkan Aine penyuka ayam goreng dan sayur sop.


Selesai makan Archie membuka suara.


“Jun, kita ada rencana mau pergi ke villa yang ada di kota M. Jika kamu tidak sibuk kamu boleh ikut. Itung-itung kamu liburan sekalian.”


“Bisa tuan. Dengan senang hati saya tidak akan menolak ajakan tuan.”


Aine terkejut mendengar jawaban Arjuna. Lama-lama dekat Arjuna tidak baik untuk jantungnya. Apalagi waktu Arjuna tersenyum.


Sedangkan Aswin terlihat sangat senang. Terlebih lagi di kota M Aswin bisa bertemu dengan aunty Anum yang sudah lama ia rindukan.


Aswin dan Arjuna sedang duduk -duduk di halaman belakang rumah. Mereka berdua membahas universitas yang akan menjadi tempatnya untuk menimbah ilmu.


“Apa tuan Aswin yakin akan pergi ke Amerika bersama saya?”


Aswin mengangguk. Arjuna langsung memberikan satu map yang berisikan syarat-syarat masuk ke universitas tersebut.

__ADS_1


“Jika berkas-berkas semuanya sudah siap. Tuan muda kabari saya. Saya akan mengirimkan nya.”


__ADS_2