
Malamnya…
Ting tong…Ting tong…
Vania yang saat itu tengah membantu Mbak Lastri menyiapkan makan malam pun langsung berjalan ke arah pintu saat mendengar bel rumah berbunyi.
“Iya dengan saya sendiri.” Ucap Vania saat menerima paketan dari Abang kurir,
Vania terlihat bingung saat menerima paket itu, karena setahu Vania beberapa hari ini dia tidak membeli barang di online.
“Oh ya mbak, tolong tanda tangan kalau paketnya sudah di terima sama mbak.” Ucap Abang kurir sambil menyerahkan secarik kertas dan bolpoin.
Vania langsung menandatangi kalau paket sudah ia terima.
“Terima kasih Mbak.” Ucap Abang kurir tersebut.
“Sama-sama.” Jawab Vania lalu kembali masuk ke dalam rumah.
-----------
Kini semua pekerjaan sudah beres, Archie melirik jam tangannya sudah menunjukkan pukul 9 malam.
Archie pun menepuk jidatnya karena lupa memberitahu kalau dia tidak bisa menghubunginya, bahkan dia juga mengirimkan paket untuknya.
Archie meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja kerjanya. Ia langsung menghubungi Vania.
Dertt….dertt….
Suara ponsel Vania bergetar pertanda ada telepon masuk di ponselnya.
Vania yang di luar kamar pun berlari, Vania tersenyum kecut saat melihat nama yang tertera di ponselnya itu pamannya.
“Assalamualaikum.”
__ADS_1
“Waalaikumsalam, Ngomong-ngomong apa kamu sudah terima paketnya?” tanya Archie setelah teleponnya terhubung dengan Vania.
“Iya sudah saya terima paketnya Om.”
“Kamu suka gak?”
“Belum saya buka Om.”
“Kenapa belum kamu buka? Ayo buka sekarang biar Om tahu kamu suka gak.”
Vania pun langsung mengambil gunting untuk membuka paketnya.
Mata Vania langsung membelalak saat melihat isi paketnya.
“Om…”
“Iya sayang…”
“Kamu suka?”
“Sangat suka.”
“Alhamdulilah kalau kamu suka.”
“Terima kasih Om.”
“Sama-sama sayang.”
Vania tersenyum senang begitu juga Archie, mereka berdua sama-sama membayangkan duduk di pelaminan.
Mereka berdua langsung mematikan teleponnya bersamaan.
Setelah sambungan terputus, Archie bergegas keluar ruangan kerjanya yang bertepatan dengan asisten Rey keluar juga dari ruangan kerjanya.
__ADS_1
“Aku ke apartemen di antar supir kantor saja, kamu tidak perlu mengantarkan aku, dan besok pagi juga tidak perlu jemput aku, besok pagi langsung ketemuan di kantor.” Ucap Archie sambil berjalan menuju lift.
“Baik, Pak!” jawab Rey.
Setelah lift terbuka keduanya bergegas masuk kedalam lift.
“Rey, gimana untuk sekertaris yang saya minta? Apa sudah ada?” tanya Archie di sela-sela lift turun.
“Sudah, Pak. Besok pagi sudah bisa masuk.” Jawab Rey.
“Kerja bagus.” Jawab Archie sambil tersenyum.
Tak terasa lift sudah sampai di lantai basemen West Group. Sang supir sudah membukakan pintu untu Archie.
Dan, setelah itu sang supir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meskipun jalanan sepi.
Tak terasa mobil sampai di basemen apartemen miliknya.
“Sudah sampai, Pak.” Ucap sang supir sambil membukakan pintu.
Archie yang tertidur pun kaget saat mendapati sang supir menyentuh lengannya.
"Eh, sudah sampai ya pak." ucap Archie.
"Iya, Pak! Sepertinya bapak kelelahan, tidak seperti biasanya lho bapak ketiduran." ucap sang supir.
Archie tergelak mendengar ucapan sang supir. Kemudian Archie turun dari mobil.
"Terima kasih ya, Pak! Besok jemput saya lagi jam setengah delapan ya pak." ucap Archie.
"Baik, Pak!" jawab Archie kemudian berjalan ke lift yang langsung terhubung ke apartemen miliknya.
Archie berjalan cepat masuk ke apartemennya. Tampak lelah Archie langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa dan tak lama kemudian ia terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1