
Setelah kepergian Archie dari rumahnya, Vania menyadari kesalahannya yang tidak mau mendengarkan penjelasan dari pamannya.
Vania langsung beranjak pergi menuju ke apartemen Archie untuk meminta maaf.
“Mbak, tolong pesankan taksi untuk ku, aku akan pergi ke apartemen Om Archie,” Pinta Vania kepada Mbak Lastri.
Mendengar itu, sontak membuat dahi Mbak Lastri mengkerut.
“Tapi nona, ini sudah malam, kenapa gak nunggu besok saja.” Ucap Mbak Lastri mengingatkan.
Vania pun menggelengkan kepala dan memasang wajah memelas.
Melihat wajah Vania yang memelas sontak membuat Mbak Lastri langsung memesankan taksi untuknya.
“Kalau sampai apartemen mas Archie, tolong kabari saya ya nona,” pinta Mbak Lastri kepada Vania.
“Iya Mbak.” Jawab Vania dengan singkat.
Setengah jam kemudian, taksi yang dipesankan datang menjemput, Vania langsung naik dan masuk kedalam taksi menuju apartemen Archie.
----------
Setelah mengakhiri panggilan dengan Ayahnya, Archie terdiam sejenak di sofa sambil menengadah menatap langit-langit atap apartemennya dan berpikir bagaimana cara menjelaskan agar Vania tidak marah dengannya.
Tapi, sepertinya Vania tidak akan mau mendengar penjelasan darinya, karena itu Archie lebih memilih mengalah pulang daripada bertengkar dengannya.
__ADS_1
Mata Archie mendelik mendengar bunyi bel malam-malam begini yang datang ke apartemennya. Archie langsung beranjak dan membuka pintunya.
“Vania…” ucap Archie terkejut saat mendapati Vania dihadapannya.
Vania langsung berhamburan memeluk Archie meminta maaf sambil menangis di dalam pelukannya.
“Hei, kamu kenapa, sayang?” suara Archie sambil mengusap punggung Vania dengan lembut.
“Maafkan aku Om, maaf karena aku tidak mau mendengarkan penjelasan dari Om Archie.” Ucap Vania semakin terisak tangisnya.
“Kita masuk kedalam dulu ya? Enggak enak kalau di lihat tetangga, entar di kira Om ngapa-ngapain sama kamu.” Ucap Archie lalu membawa Vania masuk ke dalam apartemen dan mengajak duduk di sofa.
Vania pun melepaskan pelukan dengan pelan-pelan karena ia tidak mendengar jawaban kalau Archie sudah memaafkan nya.
Archie tersenyum senang mendengar Vania meminta maaf terlebih dahulu.
“Em, bener nih sudah tidak marah lagi, dan sudah mau memaafkan aku?” tanya Archie sambil menarik hidung Vania.
Saat itu Vania hanya tersenyum malu dan tidak menjawab. Namun, seolah belum mendengar kata maaf dari pamannya Vania kembali bertanya.
“Maafkan Vania ya Om,” ucap Vania sambil memasang wajah yang sedih karena belum mendengar jawaban dari pamannya.
Melihat wajah Vania yang begitu sedih membuat Archie semakin mendekap tubuh Vania ke dalam dekapannya.
Kemudian Archie menangkup wajah Vania dengan kedua tangannya dan berkata.
__ADS_1
“Sebelum kamu meminta maaf, Om Archie sudah memaafkan mu.” Ucap Archie kemudian mencium kening Vania dengan lembut.
Dan nampaknya, ucapan Archie kali ini membuat Vania semakin mantap untuk menjadi istrinya.
“Ngomong-ngomong kamu kemari naik apa?” tanya Archie dengan lembut.
“Ya ampun, aku lupa kasih kabar Mbak Lastri.” Ucap Vania sambil mengusap air matanya.
“Ya sudah kamu kirim pesan saja kalau kamu sekarang sudah bersama saya. Bilang sama Mbak Lastri sebentar lagi pulang.” Ucap Archie sambil mengelus pipi Vania.
Vania pun mengangguk dan mengetik pesan ke Mbak Lastri. Sedangkan Archie masuk ke dalam kamar untuk mengambil jaket untuk Vania.
----------
Sedangkan di tempat lain, Mbak Lastri memandangi ponselnya karena sampai saat ini belum ada kabar dari Vania.
“Kenapa nona Vania belum kasih kabar, kira-kira nona Vania sudah ketemu sama mas Archie belum ya,” Gumam Mbak Lastri dengan hati yang tak tenang.
Mbak Lastri hanya terdiam duduk di kursi sambil berpikir akan menghubungi Archie dan menanyakan apakah Vania sudah sampai di apartemennya.
Sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Mbak Lastri pun mondar-mandir keluar masuk rumah.
Tiba-tiba terdengar suara getaran pada ponselnya yang memberitahu kalau Vania sudah bersama Archie.
Mbak Lastri hanya menghela nafas setelah mendapatkan pesan dari Vania, lalu menghembuskan nafasnya dengan pelan karena sudah bisa tenang.
__ADS_1