
Saat masih menunggu kedatangan Vania, Cahaya banyak bercerita ke Novi tentang pertemanannya dengan Vania dan Azam. Sambil bercerita Cahaya tak lupa memakan dan menyesap minuman yang di suguhkan oleh Novi.
Saat keasyikannya bercerita, Cahaya dan Novi tidak menyadari kalau Vania sudah datang dan sedang memandangi kita berdua. Betapa senangnya Vania saat melihat sahabatnya yang saat ini berada di hadapannya.
“Vania…” ucap Cahaya seketika itu Cahaya berdiri kemudian memeluk Vania.
“Aduh…” rintihan keluar dari mulut Vania. Cahaya yang menyadari kalau Vania hamil pun langsung melepaskan pelukannya.
“Maaf. Aku lupa kalau diperut kamu sekarang ada si kembar.” Ucap Cahaya dengan memasang wajah bersedih.
“Gak apa-apa kok, mungkin terlalu kencang kamu memeluknya. Ngomong-ngomong kapan kamu datang? Jangan-jangan semalam kamu sudah ada di kota ini ya?” Ucap Vania.
“Hehe, namanya juga surprise. Tapi yang di kasih surprise malah gak ada di rumah.” Balas Cahaya pura-pura marah.
“Hehehe, maaf. Salah kamu tidak jujur kalau kamu sudah berada di kota ini.” Balas Vania sembari mengusap perut yang kerasa kram.
“Mbak Novi hari ini jaga toko sendirian ya? Aku mau melepas kangen-kangenan dengan sahabatku ini.” Ucap Vania sambil menggandeng tangan Cahaya lalu beranjak berjalan masuk ke rumah.
Sampai di dalam rumah, Vania langsung mengajak Cahaya ke ruang tengah. Dan saat berjalan Cahaya menatap foto persahabatan mereka bertiga, Cahaya pun tersenyum kala mengingatnya.
Vania yang melihat sahabatnya Cahaya tersenyum kala menatap foto mereka bertiga yang terpasang di dinding pun menggodanya.
“Apa masih belum bisa move on dari Azam?” tanya Vania tiba-tiba dan seketika itu Cahaya membulatkan matanya.
__ADS_1
“Ih, apaan sih kok pakai ngomongin Azam.” Balas Cahaya.
“Ngomong-ngomong mbak Lastri balik dari kampung kapan, Van?” Cahaya mengalihkan pembicaraannya.
“Hari ini merek perjalanan dari kampung.” Jawab Vania.
“Btw kamu mau minum apa, Ay?” tanya Vania.
“Sudah Van gak usa repot-repot, kamu duduk saja, aku kangen banget lho sama kamu.” Ucap Cahaya. Dan akhirnya mereka bertiga saling bercerita.
----------
Setibanya di depan meja sekertarisnya, Archie bertanya.
Kaget dan gugup karena kedatangannya yang tiba-tiba membuat sang sekretaris membuka notebook dengan gemetaran.
“Ada Pak, jam 11 ada meeting dengan klien baru NII GROUP.” Jawabnya.
Archie langsung mengerutkan dahinya kala mendengar nama perusahaan yang disebutkan oleh sekertarisnya.
“NII GROUP? Apa benar pemiliknya atas nama Nita Indriani?” tanyanya lagi.
“Iya Pak.” Jawabannya tegas.
__ADS_1
“Batalkan saja kerjasamanya dengan mereka.” Ucap Archie lalu meninggalkan meja sekertarisnya. Belum sempat masuk ruangan Archie berbicara dengan tegas kepada sekertarisnya sebelum dia membuka pintunya.
“Jangan pernah menerima kerjasama apalagi berhubungan dengan Nita Indriani.” Ucap Archie tegas.
“Baik, Pak.” Jawabnya dengan menatap heran dan dalam hati bertanya kenapa si bos tidak mau bekerjasama. Padahal setahunya perusahaan itu sangat besar.
Setelah berbicara dengan sekertarisnya, Archie masuk kedalam ruang kerjanya.
----------
“Aku berharap selamanya Azam tidak akan tahu akan perasaanku ini.” Ucap Cahaya sambil mengingat kenangan bertiga sebelum Azam mengenal Widia.
Vania terus saja mengusap tangan Cahaya yang masih bercerita. Kemudian Vania memeluk Cahaya dengan erat. Vania ingin Cahaya membagi rasa kesedihan dengannya saat ini, meskipun sudah berapa lama merek tidak bertemu. Ternyata sahabatnya ini belum bisa move on.
“Bersabarlah Ay, aku yakin akan ada kebahagiaan untuk mu.” Ucap Vania sambil melonggarkan pelukannya.
“Terima kasih, Van. Terima kasih karena sudah mau mendengarkan keluhanku selama ini. Kamu satu-satunya sahabat yang paling ngerti.” Ucap Cahaya lalu memeluk Vania dengan begitu erat. Vania pun membalasnya.
“Kamu lihat aku. Di saat kedua sahabatku pergi meninggalkan aku di kota ini seorang diri, ada seorang laki-laki datang mencariku lalu menikahiku, hehehehehe.” Ucap Vania menggoda.
“Iya, aku minta maaf.” Balas Cahaya merayu.
Vania sempat kecewa dengan kedua sahabatnya. Apalagi saat itu Azam tidak peka dengan Cahaya. Malah sibuk mengejar saudara sepupunya. Sampai saat ini Vania tidak tahu hubungan saudara sepupunya dengan sahabatnya Azam.
__ADS_1