
Archie, asisten Rey dan salah satu pegawainya duduk tenang di kursi pesawat yang akan membawanya jauh dari kota S. Perjalanan yang membutuhkan beberapa jam di udara. Birunya langit yang nampak cerah. Namun, tak secerah hatinya Archie saat ini.
Archie hanya duduk sambil melihat keluar jendela. Tak sedikitpun ia berniat mengajak berbicara dengan asisten Rey maupun pegawainya.
Ahh…suara Archie berteriak dalam hati. Ia pun mengingat tiap kali Vania meminta ijin kepadanya.
“Om, Vania sekarang ada di mall bersama Cahaya dan Azam, bolehkan aku makan es krim.”
Lama memandang keluar jendela dan sibuk dengan pikirannya membuat Archie memejamkan matanya.
“Pak…“ suara asisten Rey membuat Archie terbangun dari tidurnya.
“Sebentar lagi pesawat akan landing.” Balas asisten Rey kepada Archie.
“Hem, “ jawab Archie singkat.
Tak lama kemudian pegawai yang di ajak mendorong kursi roda Archie untuk keluar dari pesawat. Sedangkan asisten Rey menghubungi seseorang.
“Kamu jaga bapak di sini. Saya akan urus bagasi. “ ucap asisten Rey pada Ali.
Sambil menunggu asisten Rey mengurus bagasi. Archie langsung menyalahkan ponsel yang sejak tadi ia matikan. Setelah ponsel menyalah Archie langsung melihat kontak Vania yang nampak gelap semua.
“Maafkan aku yang pergi tanpa memberitahu mu, aku tidak ada niatan pergi meninggalkan mu, aku hanya tidak bisa melihat kamu sedih dengan keadaan ku saat ini, aku berjanji secepatnya aku akan kembali dan akan menikahi mu.”
Selesai dengan urusan bagasi asisten Rey kembali ke tempat atasannya.
“Apakah utusan dari kantor cabang sudah ada yang menjemput?” tanya Archie saat asisten Rey tiba.
“Sudah, Pak. Sebentar lagi mereka sampai.” Jawab asisten Rey.
Kemudian, asisten Rey mendorong Archie untuk keluar dari bandara, sedangkan Ali mengikuti dibelakang sambil mendorong koper.
Asisten Rey fokus mencari mobil utusan kantor.
“Permisi. Apa benar anda Tuan Archie beserta asisten Rey?” tanya salah satu utusan dari kantor.
__ADS_1
“Iya. Apa anda utusan dari kantor?” asisten Rey tanya balik kepada salah satu utusan dari kantor.
“Iya tuan.” Jawabnya dengan sopan.
Archie dan asisten Rey pun masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan Archie hanya diam.
-----------
“Kita sudah sampai tuan, “ ucap petugas yang menjemput.
Asisten Rey membantu menurunkan Archie dari mobil. Sedangkan Ali sibuk mengeluarkan koper dari bagasi mobil.
“Rey sementara ini kamu yang urus semua masalah yang ada di kantor cabang.” Ucap Archie memberi perintah.
“Baik, Pak! Ngomong-ngomong apa nona Vania sudah diberi tahu kalau hari ini bapak tidak bisa menghadiri kelulusannya?” tanya asisten Rey dengan hati-hati.
Archie menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak mungkin memberitahu kalau kemarin aku kecelakaan dan hari ini aku juga tidak memberitahu kalau aku tidak bisa hadir, bahkan kepergianku ini tanpa sepengetahuan dia. Makanya dari itu aku ingin kamu secepatnya menyelesaikan masalah yang ada di cabang ini. Dan, selama penyembuhan kakiku ini biar aku ditemani Ali.” Ucap Archie.
“Apa ada yang mengganggu pikiran bapak?” asisten Rey memberanikan bertanya.
Archie mengangguk, “Iya. Sejak turun dari pesawat aku tidak bisa menghubungi Vania.” Balas Archie kepada asisten Rey.
“Apa perlu saya yang menghubungi nona Vania?” tanya asisten Rey menawarkan diri.
Archie pun mengangguk, kemudian asisten Rey langsung menghubungi nomor Vania berkali-kali selalu tidak aktif.
“Maaf Pak. Nomor nona Vania tidak bisa di hubungi, “ ucap asisten Rey.
Archie pun langsung diam. Archie benar-benar bersalah kepada Vania.
Tiba-tiba Ali mengetuk pintu kamar dan memberitahu kalau ada dokter yang di utus oleh dokter Candra untuk ngecek kondisi Archie.
“Permisi, Pak. Di luar ada dokter Jose.” Ucap Ali memberitahu.
__ADS_1
“Suruh beliau menunggu.” Jawab Asisten Rey.
“Baik, Pak.” Jawab Ali kemudian meninggalkan kamar atasannya.
Beberapa menit kemudian, asisten Rey mendorong kursi roda Archie untuk bertemu dengan dokter Jose.
“Selamat siang dokter,” sapa Archie sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
“Selamat siang Tuan Archie,” balas dokter Jose sambil membalas uluran tangan.
Setelah itu dokter Jose memeriksa kaki Archie.
“Lebih baik Tuan Archie besok pagi datang ke rumah sakit agar saya bisa memeriksa secara detail, dan setelah itu kita bisa mengambil tindakan untuk kakinya Tuan Archie.” Ucap dokter Jose memberi saran
“Baik, dokter.” jawab Archie.
“Maaf Dokter! Seandainya dilakukan operasi kira-kira butuh waktu berapa lama untuk penyembuhannya?” tanya Archie pada dokter Jose.
“Kalau di lihat dari kakinya Tuan Archie sepertinya butuh waktu 4 atau 6 minggu. Bahkan bisa lebih dari perkiraan itu. “ jawab dokter Jose.
“Baiklah dokter. Besok pagi saya akan datang ke rumah sakit.?” Ucap Archie pada dokter Jose.
Setelah itu dokter Jose pamit pulang.
----------
Sedangkan di tempat lain, Vania sibuk mempersiapkan dirinya untuk acara kelulusan nanti malam.
“Mbak, pokoknya nanti malam Mbak Lastri harus ikut saya ke acara kelulusan saya.” Ucap Vania.
“Bukannya mas Archie sudah cukup menemani nona Vania?” balas Mbak Lastri dan seketika itu berucap.
“Aku tidak yakin Om Archie akan datang, dari kemarin sampai sekarang nomornya susah di hubungi.”
“Sekarang aku yakin kalau selama ini cinta, kasih sayang mu hanyalah sebatas paman dan keponakan,” batin Vania sambil melepaskan cincin pertunangannya.
__ADS_1