Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
Extra Part 10 : Welcome New York


__ADS_3

Waktu makan malam pun tiba. Archie meminta semua orang tanpa terkecuali untuk duduk di meja makan.


Anum dan Ajeng sibuk menata masakan di atas meja. Aine sibuk mengisi air ke dalam gelas. Archie yang melihat Kayla langsung di mintai untuk memanggil Aswin dan Arjuna.


“Kay, minta tolong kamu panggil kak Aswin sama kak Arjuna ya. Mereka ada di taman belakang.” Pinta Archie. Kay mengangguk.


Dengan santainya Kay menuju ke taman belakang dengan lesu. Aswin yang melihat Kay berjalan dengan lesu hanya menggelengkan kepala.


“Kak Aswin kak Arjuna. Kalian berdua di panggil om Archi untuk makan malam.” Ucap Kay.


“Hemmm, iya ini kita mau ke sana.” Balas Aswin.


“Cepetan ya kak. Aku gak mau kalau di suruh panggil lagi.” Ucap Kay dengan cemberut.


“Ayo kak Jun kita makan dulu.” Ajak Aswin.


Mereka bertiga pun keluar dari taman belakang lalu melangkah menuju ruang makan. Di sana semuanya sudah pada kumpul.


Aine tiba-tiba wajahnya berubah malu saat melihat wajah Arjuna yang nampak segar. Apalagi ia mengenakan kaos putih dengan celana pendeknya.


Flashback on…


“Apa yang nona Aine lakukan malam-malam di dapur?” tanya Arjuna penasaran.


Dan Aine langsung membuat gerakan menutup mulut dengan satu jarinya.


“Kamu jangan keras-keras nanti ada yang mendengarnya.” Ucap Aine.


“Sebenarnya nona Aine sedang apa di dapur?” tanya Arjuna dengan memelankan suaranya.


“Aku lapar, tapi aku bingung mau makan apa? Bahan di kulkas masih mentah semuanya.” Ucap Aine dengan lirih.


“Ha,!! Arjuna terkejut saat Aine mengatakannya. Karena pada umumnya semua wanita tidak mau makan tengah malam.


“Sini, biar saya saja yang masakin. Nona Aine mau makan kalau saya buatkan mie?” tanya Arjuna.

__ADS_1


Aine yang merasa perutnya benar-benar lapar pun mengangguk. Dan tak butuh waktu lama mie yang di buat Arjuna untuk Aine habis di makan tanpa tersisa.


“Terima kasih. Akhirnya kenyang juga.” Ucap Aine. Arjuna pun hanya mengangguk.


Flashback of…


 


Keesokan harinya…


Archie beserta yang lainnya sudah kembali ke kota G. Kay yang sudah terbiasa dengan kejahilan Aswin pun merasakan kesepian begitu juga Anum.


Namun itu tidak akan berlangsung lama bagi Anum dan Kay untuk beradaptasi. Karena selama ini sudah terbiasa hidup berdua.


Kay berjalan ke kamar yang selama di villa menjadi kamar Aswin.


“Semoga kak Aswin sehat-sehat dan lulus dengan nilai bagus. Kay akan selalu merindukan kan Aswin.” Batin Kayla.


Setelah selesai membersihkan kamar yang di tempati Aswin. Kay kembali ke kamar untuk bersiap-siap pergi ke sekolah.


Welcome to New York


Selamat malam para penumpang sekalian, kita akan melakukan penerbangan menuju New York. Mohon pasang sabuk pengaman Anda. Bagi penumpang yang membawa telepon genggam, mohon segera di matikan demi kenyamanan penerbangan. “Suara arahan mulai terdengar, dan para pramugari mulai memposisikan diri di antara para penumpang pesawat.


“Satu jam lagi pesawat akan lepas landas tuan muda Aswin siap-siap.” Ucap Arjuna. Aswin melirik jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan jam 1 siang hari waktu Indonesia.


“Para penumpang yang kami hormati, harap bersiap-siap karena kita akan segera mendarat. “Suara lembut seorang perempuan yang terdengar dari pengeras suara menandakan sudah tiba.


Aswin langsung menyalahkan ponsel saat turun dari pesawat. Ia langsung mengirimkan pesan kepada orang tuanya.


Begitu ponsel Arjuna menyala, ada panggilan masuk dari Darwin.


“Halo,” jawab Arjuna.


“Mas Arjuna, saya sudah berada di pintu penjemputan.” Kata Darwin.

__ADS_1


"Baiklah, kamu tunggu. Saya segera keluar." jawab Arjuna lalu mematikan panggilannya.


Arjuna langsung mengajak Aswin ke pintu keluar.


“Mari tuan muda Aswin, kita sudah di jemput.” Ajak Arjuna.


Mereka berdua melangkah ke pintu keluar, keduanya sama-sama mendorong koper dan tas ranselnya.


“Mas Arjuna.” Tangan Arjuna melambaikan sambil bersuara. Arjuna mencari keberadaan Darwin. Arjuna yang melihat Darwin pun mengajak Aswin untuk mendekat.


“Gimana liburannya di negara sendiri?” tanya Darwin sambil berpelukan.


“Aman, asyik juga. Next kita bisa pulang bersama.” Ucap Arjuna membalas pelukannya.


“Oh iya, kenalkan ini tuan muda Aswin yang sering aku ceritakan ke kamu.” Ucap Arjuna mengenalkan kepada Darwin.


“Darwin, temannya mas Arjuna. Senang bisa bertemu dan berkenalan dengan kamu.” Ucap Darwin berjabat tangan.


“Aswin…” balas Aswin dengan berjabat tangan.


Mereka bertiga jalan keluar menuju parkiran. Darwin hari ini bawa mobil sedan warna hitam kuno. Ternyata mobil sedan hitam itu adalah fasilitas dari orang tuanya. Dan, akan menjadi alat transportasi selama berada di Amerika.


Tiba di pent house Arjuna dan Darwin langsung membawa Aswin ke lantai paling atas.


"Kalian berdua pasti lelah. masih ada waktu untuk istirahat." ucap Darwin.


"Terima kasih banyak karena sudah mau direpotkan." ucap Aswin pada Darwin.


"Tidak perlu berterima kasih tuan muda Aswin. Justru saya yang harus berterima kasih pada papinya tuan muda Aswin yang sudah membantu biaya kuliah saya selama di negar ini." ucap Darwin.


'Its oke. Kalau begitu ada satu permintaan dari saya." ucap Aswin.


"Apa itu tuan muda Aswin." balas Darwin dan Arjuna berbarengan.


"Selama saya di negara ini. Jangan pernah memanggil saya tuan muda. panggil saya Aswin saja. Dan, jangan sampai ada yang tahu tentang identitas saya juga." ucap Aswin dan di setuju Darwin begitu juga Arjuna.

__ADS_1


__ADS_2