
Tepat jam 9 malam Archie dan Vania tiba. Archie meminta agar Vania segera membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian karena seharian berada di jalan.
Beberapa menit kemudian Vania keluar dari kamar mandi sedangkan Archie masuk ke kamar dalam keadaan rapih.
“Mas sudah mandi?” Tanya Vania melihat suaminya sudah bersih dan ganti baju rumahan.
“Sudah sayang, mas mandi di kamar mandi belakang.” Jawab Archie lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan setelah itu di susul Vania.
Keesokan harinya, seperti biasa pagi pagi Vania sedang memasak di dapur untuk menyiapkan sarapan.
“Pagi sayang...” sapa Archie sambil memeluk Vania dari belakang. Vania yang mencium aroma parfum suaminya pun memutar tubuhnya.
“Pagi mas, sudah rapih dan wangi saja.” Balas Vania sambil tersenyum.
Archie pun mencium kening Vania lali pindah ke perutnya.
“I love you.”
“I love you too.”
Mbak Lastri yang melihat keromantisan majikannya pun di urungkan masuk ke dapur.
Mbak Lastri memilih masuk ke kamar Vania untuk mengambil baju kotor untuk di cuci.
Setelah sarapan Archie pamit pergi ke kantor. Vania pun mengambil tangan suaminya untuk salim.
“Sayang kalau masih capek kamu buat istirahat saja, minta tolong sama mbak Lastri buat bersihin dapur.” Kata Archie sebelum berangkat.
Vania mengangguk, “Iya mas nanti aku minta tolong ke Ibu Lastri buat bersihin dapur.”
“Sini mas peluk sebelum berangkat kerja.” Archie pun merentangkan kedua tangannya.
__ADS_1
Dengan senang hati Vania masuk ke dalam dekapan suaminya.
“Jangan malam ya mas pulangnya.” Ucap Vania.
Archie pun melepaskan pelukannya dan tertawa mendengar ucapan istrinya.
“Iya sayang, nanti mas usahakan pulang lebih awal. Apa ada yang mau kamu beli sebelum mas sampai rumah?” tanya Archie.
“Iya mas, nanti kita perginya habis magrib saja ya? Aku pengen makan bubur kacang hijau hangat dekat kampus.” Ucap Vania.
----------
Mobil yang dikendarai Archie memasuki kawasan gedung WG. Archie langsung memarkirkan mobilnya dengan rapih.
“Archie...”
Mendengar namanya di panggil dan suaranya tidak asing di telinganya, Archie langsung membalikkan badannya.
“Ayah...”
“Baiklah, kalau begitu kita bicara di ruangan ku saja?” balas Archie. Ayah We pun mengangguk
Archie dan Ayah We berjalan menuju ruang kerjanya.
---------------
Archie memijat kepalanya yang pening saat mendengar cerita dari ayahnya. Dimana perusahaan yang selama ini ia rintis hancur begitu saja.
“Apa yang akan ayah lakukan untuk mengatasi semua ini?” tanya Archie pada Ayahnya.
Sedetik kemudian, Ayah We pun teringat dengan semua karyawan yang selama ini ikut membesarkan nama perusahaannya.
__ADS_1
“Terpaksa ayah menjual semua aset perusahaan agar Ayah memberikan pesangon kepada semua karyawan ayah.” Ucap Ayah We dengan lirih.
Selang beberapa saat terdengar ketukan pintu. Archie pun menghela nafas panjang.
“Permisi...” asisten Haris pun masuk.
Asisten Haris yang masuk melihat Archie duduk di kursinya sambil menunduk pun berkata.
“Jangan di ambil pusing untuk masalah ini mas. WG sudah saya pindahkan atas nama AV Group dari sebulan yang lalu.” Ucap asisten Haris.
“Astaga! Gimana ceritanya pak Haris bisa memindahkan dari WG menjadi AVG?” tanya Archie masih dengan tidak percaya.
“Gampang mas kalau tuan We yang turun tangan. Setidaknya perusahaan mas Archie tidak ada hubungan dengan perusahaan tuan We mas.” Balas asisten Haris sambil melirik tuan We.
Dalam hati kecilnya, Archie bersyukur karena perusahaan yang didirikan dari masa kuliah akhirnya terselamatkan. Karena perusahaan yang di pimpin ini menjadi mata pencaharian untuk mencukupi keluarganya nanti.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Suasana jam makan siang di WG cukup ramai. Sebagian karyawan bergegas menuju kantin, ada sebagian yang makan di pantry.
Archie pun membawa Ayahnya dan asisten Haris ke restoran yang tidak begitu jauh dari kantornya.
Setibanya di restoran Archie langsung mencari tempat yang sepi dan jauh dari lalu lalang orang.
Archie kembali mendengarkan apa yang asisten Haris dan Ayahnya sampaikan.
“Sempurna.” Ucap Archie tersenyum puas dengan apa yang asisten Haris ucapkan.
Ayah We beralih kepada Archie. “gimana dengan cucu Ayah dan menantu Ayah?”
“Mereka baik baik saja Yah. Ngomong-ngomong Ayah pulang ke kota T atau ke G?” tanya Archie.
“Sementara Ayah sama asisten Haris akan nginap di apartemen.” Balas Ayah We.
__ADS_1
“Ingat Ar, secepatnya kamu harus pindah ke kota G.”
Ayah We mengingatkan Archie agar selalu berhati-hati dalam persaingan bisnis.