
Esok harinya, jam dinding kamar sudah menunjukkan pukul enam pagi. Vania terbangun karena merasakan perutnya mual. Vania turun dari tempat tidur lalu masuk kedalam kamar mandi.
Hoeeeekkkk…. Hoeeeekkkk
Archie yang mendengar suara muntahan dari kamar mandi pun beranjak dari tempat tidur lalu masuk kedalam kamar mandi yang kebetulan pintunya tidak di tutup.
“Sayang, kamu kenapa?” tanya Archie dengan begitu khawatir. Dengan cepat Archie langsung memijat tengkuk Vania.
“Sudah mas.” Ucap Vania begitu sudah merasakan perutnya enakan.
“Kita pergi ke dokter ya buat periksa? Apalagi kelahirannya juga sebentar lagi?” Ucap Archie sambil mengusap wajah Vania yang terlihat pucat. Vania langsung menggelengkan kepalanya.
“Aku sudah enggak apa-apa mas. Mas Archie berangkat kerja saja. Kalau nanti sore masih seperti ini baru kita pergi ke dokter.” Balas Vania dengan senyum manisnya.
“Ya sudah, nanti langsung telepon mas kalau ada apa-apa.” Pinta Archie.
Setelah itu, Archie langsung membawa Vania keluar dari kamar mandi dan membantu Vania berbaring di tempat tidur.
“Mas mandi dulu, kamu istirahat saja. Nanti sarapannya biar mbak Lastri yang bawa ke kamar.” Ucap Archie. Vania pun membalas dengan anggukan. Archie pun masuk ke dalam kamar mandi.
Dengan perasaan yang tidak seperti biasanya Vania pun merasakan perutnya melilit lagi dan rasanya pengen muntah lagi.
“Sayang, kamu yang sehat sehat di dalam perut bunda ya? Ayah sama bunda sudah tak sabar pengen bertemu dengan kalian berdua.” Batin Vania sambil mengelus-elus perutnya dan seketika itu melilitnya hilang.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian Archie keluar dari kamar mandi. Pandangan nya langsung tertuju ke arah istrinya yang tertidur pulas. Archie langsung duduk di pinggir ranjang. Tangannya pun terulur untuk membelai wajah istrinya yang terlihat pucat. Archie merasa bersalah karena sudah membiarkan istrinya yang masih mudah untuk hamil. Vania yang merasakan belaian lembut di wajahnya pun langsung membuka kedua matanya.
“Mas Archie kok belum ganti baju? Biar aku siapkan.” Ucap Vania yang ingin bangkit dari tempat tidurnya. Archie pun langsung menahan Vania agar tidak bangun dari tidurnya.
“Kamu tidur dan istirahat saja sayang! Mas bisa nyiapin sendiri.” Ucap Archie lalu mencium kening istrinya sebelum beranjak untuk mengambil baju kerja.
Setelah rapih dan siap untuk pergi ke tempat kerja Archie pun kembali ke tempat di mana Vania merebahkan tubuhnya.
“Sayang, mas berangkat dulu. Ingat, langsung telepon mas kalau ada tanda-tanda perutnya sakit.” Ucap Archie sebelum pergi.
“Iya mas.” Jawab Vania dengan suara lemas.
“Jujur hari ini mas tidak tega lihat kamu seperti ini, mas gak akan bisa tenang saat kerja nanti.” Ucap Archie.
“Mas kan hari ini ada meeting. Enggak mungkin kan kalau mas tiba-tiba membatalkan meeting nya.” Ucap Vania mengingatkan kembali.
“Sudah, mas berangkat kerja saja kalau kondisiku sudah enakan kok.” Ucap Vania lagi.
“Nanti selesai meeting mas akan jemput kamu dan setelah itu kita akan pergi ke dokter buat cek kandungan mu itu.” Ucap Archie.
Vania pun mengangguk dan memasang wajah baik-baik agar suaminya tidak terlalu mengkhawatirkan.
“Iya mas. Maafkan aku ya mas bisanya cuma merepotkan mas sama mbak Lastri saja.” Ucap Vania.
__ADS_1
“Mas tidak pernah direpotkan. Justru mas berterima kasih karena kamu yang masih mudah sudah mau hamil anak kita.” Ucap Archie lalu membawa Vania ke dalam pelukannya dan setelah itu Archie keluar dari kamar.
-------
“Mbak, minta tolong sarapan untuk Vania di bawa ke kamar, sekalian minta tolong dibuatkan jahe hangat.” Ucap Archie saat tiba di meja makan.
“Apa nona Vania mual-mual lagi mas?” tanya Lastri.
Archie pun mengangguk
“Hari ini aku ada meeting bulanan dan tidak bisa di undur. Kalau ada apa-apa sama Vania segera hubungi aku.” Ucap Archie. Mbak Lastri pun mengangguk.
Sementara itu, Archie yang dalam perjalanan ke tempat kerja pun merasa tak tenang. Archie langsung merogoh benda persegi dalam sakunya untuk mengirimkan pesan kepada sekertaris Indah agar meetingnya di majukan.
“Sekertaris Indah, minta tolong meetingnya di majukan.”
Sedangkan di gedung AV Company, banyak karyawan yang berlalu lalang karena waktu jam kerja belum di mulai. Indah yang baru tiba di meja kerjanya mendengar ada pesan masuk pun segera di buka. Indah sangat terkejut karena tiba-tiba meeting hari ini di majukan. Tak butuh waktu lama Indah segera memberitahu kepada semua divisi agar segera merapat ke ruang meeting karena sebentar lagi meeting nya akan di mulai.
Sepuluh menit kemudian Archie tiba di gedung AV Company. Archie pun berpesan kepada supirnya untuk menunggunya. Archie turun dari mobil lalu berjalan ke arah lift. Di dalam lift Archie menekan tombol tujuh.
"Mbak Indah, kenapa tiba-tiba meeting nya di majukan?" tanya bagian pemasaran 3.
"Saya juga tidak tau bu Hera." jawab Indah sekenanya. Lalu masuk ke dalam ruangan meeting.
__ADS_1
Dan beberapa menit kemudian Archie masuk ke dalam ruangan meeting dan suasana tiba-tiba berubah menjadi panas.