
Saat ini Archie dan Vania sudah berada di rumah makan yang menyediakan aneka masakan khas Indonesia. Mereka berdua langsung memesan makanan. Vania duduk sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat besar.
Beberapa menit kemudian makanan datang, Vania pun pamit untuk ke kamar mandi karena ingin membuang air kecil.
“Mas makan duluan saja, aku mau ke toilet sebentar.” Ucap Vania kemudian beranjak dari tempat duduknya.
“Apa perlu mas antar?” Tanya Archie. Vania langsung menggelengkan kepala.
“Tidak perlu mas, aku bisa sendiri kok.” Balas Vania dengan senyuman.
Kemudian Vania berjalan menuju kamar mandi. Dalam hati Vania berbicara, “tak terasa usia kandunganku ini sudah masuk lima bulan” sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat lebih besar dari umumnya.
Setelahnya keluar dari kamar mandi Vania kembali ke tempatnya. Saat duduk kedua mata Vania membulat saat melihat kedua sahabatnya yang sedang ngobrol dan terlihat begitu serius.
“Sepertinya apa yang mereka bicarakan begitu serius.” Gumam Vania.
“Apa jangan-jangan Azam sudah jujur dengan Cahaya mengenai perasaannya selama ini.” Batin Vania.
Setelah makan siang, Archie dan Vania pulang, setelah sampai rumah Vania langsung membersihkan tubuhnya dan tak lupa melakukan kewajibannya.
Setelah itu Vania naik ke tempat tidur untuk merebahkan tubuhnya. Archie yang melihat Vania kesusahan pun membantunya.
__ADS_1
Vania tersenyum saat suaminya begitu perhatian. Bahkan saat ini pun suaminya sedang mengusap punggungnya.
---------------
Vania terbangun saat jam menunjukkan pukul 15.20, dia pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi.
Beberapa menit kemudian Vania keluar kamar untuk mencari keberadaan suaminya. Karena perutnya sudah kerasa lapar Vania berjalan ke dapur untuk mencari makanan untuk mengisi perutnya.
“Makan apa ya? Lapar banget. Tunggu ya sayang, bunda akan cari makanan biar kalian berdua tidak kelaparan di dalam perut bunda.” Batin Vania sambil mengelus perutnya.
Vania tersenyum saat mendapati roti di lemari, tak lupa Vania juga membuat susu agar perutnya terasa kenyang.
Selesai membuat susu Vania langsung duduk di meja makan, ketika Vania ingin memasukan roti kedalam mulut, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekatinya ke tempatnya.
“Nona Vania lapar?” tanya mbak Lastri. Vania hanya mengangguk.
“Ibu sama mas Archie dari swalayan?” Vania balik tanya.
“Tidak sayang, mas barusan dari butik bantuin Novi katanya banyak barang yang harus di packing dan di kirim, pas mau masuk ke dalam mas lihat mbak Lastri turun dari taksi dan mas lihat belanjaannya banyak, makanya mas bantuin.” Ucap Archie.
“Kalau nona Vania belum kenyang biar ibu siapkan makan sekarang ya?” tanya mbak Lastri.
__ADS_1
“Iya Bu, semenjak hamil bawaannya saya pengen makan terus.” Balas Vania.
Mbak Lastri langsung beranjak ke dapur, beberapa menit kemudian mbak Lastri membawa masakannya ke meja makan.
Vania tersenyum senang saat melihat cah kangkung, udang crispy, ayam goreng, tahu tempe dan sambel terasi.
Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti di depan halaman rumahnya. Vania dan Archie kompak keluar dari rumahnya dan melihat siapa yang datang.
“Astaga boss, aku kira bos tidak balik ke kota lagi?” ucap asisten Rey kesal.
“Kamu pikir aku senang ninggalin semua pekerjaan ke kamu.” Balas Archie lebih kesal lagi.
Sebenarnya Archie ingin memberikan Rey cuti, karena keterbatasan Vania bergerak kesana-kemari akhirnya Archie mempercayakan semuanya ke asisten Rey.
“Aku janji sama kamu, setelah istriku melahirkan aku akan memberikan kamu cuti agar kamu bisa mengajak Imut jalan jalan ke mana yang kamu mau.” Ucap Archie.
“Aku akan menagih janjimu setelah nona Vania melahirkan.” Balas Rey.
Rey dan Imut pun memutuskan pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Disisi lain, Azam uring-uringan sendiri di dalam kamarnya karena hari ini Cahaya benar benar tidak ingin mendengarkan apa yang akan ia katakan, bahkan Cahaya kembali ke kampungnya tanpa pamit.
__ADS_1
Azam menatap langit-langit sembari mengingat apa yang pernah ia katakan kepada Cahaya “sampai kapanpun kita bertiga akan tetap menjadi sahabat.”