Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 62 : Saling Ada Hati


__ADS_3

Cukup lama Rey menunggu jawaban dari Imut. Dalam benak Rey menyimpulkan kalau selama ini Imut tidak memiliki perasaan terhadapnya.


Rey tersenyum kecut karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Imut.


Rey beranjak pergi meninggalkan Imut yang diam seperti patung.


“Apa mas Rey mencintaiku?”


Imut menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Imut tak percaya tiba-tiba pertanyaan itu muncul dari bibirnya.


Rey berhenti kemudian menoleh dan menatap wajah Imut yang memerah seperti tomat.


“Kenapa bertanya seperti itu?” tanya Rey balik.


“Karena aku ingin mendengar dari mulut mas Rey kalau mas Rey mencintaiku.” Jawab Imut sambil menundukkan wajahnya.


“Ya, aku sangat mencintaimu.” Ucap Rey tegas.


Imut menatap wajah Rey begitu dalam. Imut begitu senang saat mendengar pengakuan kalau Rey mencintainya.


“Aku bersedia menikah dengan mu mas Rey Hardian.” Jawab Imut.


Ia bahkan memberanikan menyentuh wajah Rey.


Rey yang mendapatkan jawaban dari mulut Imut pun langsung memeluknya.


“Terima kasih, terima kasih karena kamu sudah menerima lamaran ku ini. Aku akan melamar mu secara resmi di depan ibu mu setelah tuan dan nyonya pulang dari honeymoon.” Ucap Rey.


Imut membalas pelukannya, tersenyum karena terlalu bahagia.

__ADS_1


Novi yang mendengar pengakuan dua sejoli pun merasakan sakit hati karena selama ini diam-diam Novi menyukai Rey.


----------


Siang hari, ketika terik matahari sudah hampir tenggelam. Vania menggeliatkan tubuhnya karena merasakan perutnya yang lapar. Vania memandangi wajah suaminya yang masih terlelap dalam tidurnya.


Vania melirik jam pada ponselnya. Matanya terbelalak saat mendapati jam menunjuk ke angka 3 lebih 15 menit.


“Ya ampun, makanya perutku bunyi terus, ternyata aku sudah melewati makan pagi dan makan siang ku.” Gumam Vania.


Dengan pelan-pelan Vania mencoba turun dari ranjang, tidak ingin membuat suaminya terbangun, karena ia sudah tidak sanggup kalau suaminya mengajak bergulat lagi.


Tiba-tiba Archie menarik tangan Vania hingga terjatuh di atas tubuh Archie.


“Mas, aku mau mandi dulu, badanku lengket semua, aku juga sudah lapar, kita sudah melewatkan jam makan pagi, siang, apa mas akan membiarkan istrimu ini kelaparan.” Ucap Vania merajuk.


“Kita mandi bareng ya?” pangkas Rey. Vania langsung menggeleng, menolak.


“Aku janji kita hanya mandi bareng. Aku tidak akan melakukan apa-apa.” Ucap Archie sambil memeluk tubuh Vania.


“Janji ya kalau mas tidak akan melakukan apapun?” tanya Vania. Archie pun langsung mengangkat tubuh Vania ala bridal style menuju kamar mandi.


----------


Archie merasa panik karena Vania mendiaminya. Ia merutukki dirinya yang tidak menepati janjinya. Tangan Archie perlahan mengusap punggung Vania. Bahkan, ia meminta maaf.


“Maaf...” ucap Archie memelas tanpa di hiraukan Vania.


Vania mendadak menangis. Padahal, Vania waktu itu benar-benar lapar.

__ADS_1


Dengan pasrah, Archie meninggalkan Vania di dalam kamar sendirian.


Setelah Archie meninggalkan dirinya sendirian di dalam kamar. Tidak ingin ribut dengan suaminya, Vania menahan lapar dan memilih tidur.


Esok harinya...


Sepasang suami istri beda usia saat ini sedang sarapan di dalam kamar karena permintaan istrinya. Keduanya sama-sama diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.


“Sayang, tolong ambilkan udang saos mentega itu.” Ucap Archie.


Meskipun sedang mood marah dengan suaminya, Vania masih melayani dan mengambilkan.


“Terima kasih.” Ucap Archie.


Vania hanya menjawab dengan hem saja. Ia masih marah karena suaminya sudah membuatnya lapar semalaman.


“Oh, ya aku denger semalam Imut sudah menerima lamarannya Rey. Dan setelahnya kita balik Rey akan melamarnya secara resmi.”


Archie melirik Vania, ia memperhatikan wajah istrinya yang masih marah dengan dirinya, padahal sudah berusaha mengajak komunikasi lagi.


“Sayang... Jangan marah dong. Mas benar-benar minta maaf karena sudah ingkar janji dan bahkan sudah membuatmu kelaparan.”


Archie berdiri lalu berjalan mendekati Vania dan seketika itu Archie berlutut di hadapannya meminta maaf karena sudah ingkar janji. Vania langsung berdiri saat suaminya berlutut di hadapannya.


“Mas...” pekik Vania berdiri.


“Aku akan tetap berlutut sampai kamu mau memaafkan mas.” Ucap Archie berderai air mata.


“Berdirilah mas, aku sudah memaafkan mu.” Jawab Vania sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


Archie langsung memeluk tubuh Vania dan mengucapkan kata maaf, maaf dan maaf.


__ADS_2