Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
BAB 58 : Resepsi


__ADS_3

Satu Minggu kemudian….


Semua keluarga baik dari pihak Archie maupun Vania sudah berkumpul di hotel. Archie dan Vania pun berangkat ke hotel tempat di mana mereka akan mengadakan resepsi pernikahannya.


Saat ini Vania merasa sedih karena di hari resepsi pernikahannya Vania tanpa didampingi oleh kedua orang tuanya. Namun di balik itu, Pak Haris dan Mbak Lastri akan menggantikan posisi kedua orang tua Vania yang akan membawa dan mengantarkan ke pelaminan.


Para tamu undangan sudah hadir satu persatu baik dari kalangan keluarga, relasi kerja baik dari Archie maupun dari ayah Pras, bahkan sahabat terdekatnya.


Pukul 18.00 semuanya telah siap. Vania yang nampak sangat anggun dan cantik dengan balutan gaun dengan hijab yang berwarna putih tulang. Vania menatap cermin dan seketika itu Vania semakin terisak tangisnya.


“Ayah Ibu aku sangat merindukanmu, di hari ini aku meminta doa restu Ayah dan Ibu. Semoga pernikahanku ini sampai kematian yang akan memisahkan kita berdua.” Batin Vania.


“Masya Allah malam ini nona Vania terlihat sangat cantik. Bapak sama Ibu pasti bahagia melihat putrinya sudah menikah dengan laki-laki yang begitu baik dan menyayanginya.” Ucap mbak Lastri ikut sedih saat melihat Vania menangis, bahkan kedua matanya pun ikut berkaca-kaca.


“Iya ya Bu cantik banget mbak Vania malam ini.” Imut pun ikut menimpali.


Sedangkan Archie yang sudah siap tidak sabar menunggu kedatangan istrinya dan ia ingin segera melihat istrinya yang katanya begitu cantik dan anggun. Karena acara akan segera di mulai Archie pun menghirup nafas dengan perlahan.


Suasana ballroom hotel yang penuh cahaya dari lampu dan ditambah dengan Alunan musik piano menyambut kedatangan mereka.


Archie menghela nafas panjang saat sang pembawa acara mempersilahkan mereka masuk ke dalam ballroom hotel. Archie berjalan berdampingan dengan Ayah Pras beserta keluarga besarnya nampak grogi namun terlihat tersenyum penuh bahagia.


Sedangkan dari arah berlawanan Vania yang berjalan masuk ke dalam ballroom hotel didampingi oleh Pak Haris, Mbak Lastri, Asisten Rey dan Imut nampak terlihat cantik dan anggun. Vania pun nampak grogi dan tersenyum penuh bahagia saat kedua matanya menatap Archie yang santai dan tersenyum.

__ADS_1


Tangan Archie terulur menyambut sang bidadari hati yang sudah siap dia bawa ke atas pelaminan. Dan saat itu tepuk tangan terdengar riuh menggema di ballroom yang menandakan bahwa para tamu ikut merasakan kebahagiaan. Dan kedua pengantin tersebut sudah siap merajut tali asmara dalam biduk rumah tangga.


Serangkaian acara demi acara sudah mereka lalui, para tamu yang hadir silih berganti untuk memberikan ucapan dan doa restu atas pernikahan yang bahagia ini.


Tak lupa juga Archie memperkenalkan Vania ke semua relasi baik dalam kota maupun luar kota tak lupa ketinggalan Archie juga mengenalkan ke semua karyawan West Group.


Imut dan Asisten Rey berjalan ke arah kedua mempelai pengantin untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua pasangan pengantin.


“Selamat ya mbak Vania, mas Archie… semoga pernikahan kalian berdua selalu bahagia dan semoga secepatnya dapat momongan.” Doa Imut yang tulus dari hatinya dan setelah itu keduanya saling berpelukan.


“Selamat ya bro atas pernikahan kalian berdua, semoga kalian berdua selalu bahagia.” Ucap Rey.


“Aamiin, makasih ya Mba.” Jawab Vania.


Dan beberapa menit kemudian semua keluarga besar Archie memberikan ucapan kepada Archie dan Vania.


“Selamat ya atas pernikahan kalian berdua, semoga pernikahan kalian berdua selalu bahagia, segera mendapatkan momongan. Sampai saat ini kakak masih gak percaya kalau jodoh adikku ini ternyata gadis kecil yang selalu memanggilku bunda.” Ucap Veli disertai senyuman.


“Aamiin, makasih ya bunda.” Jawab Vania.


“Jangan panggil bunda lagi dong, panggil kakak saja kan sekarang kamu sudah jadi istrinya adikku Archie.” Ucap Veli pura-pura merajuk.


“Tapi bunda…”

__ADS_1


“Tidak ada tapi tapian, pokoknya mulai hari ini panggil bunda kakak, aku tidak mau terima terima apapun.” Ucap Veli dengan pintanya.


Archie pun menggenggam tangan Vania sambil mengusap lalu membisikkan sesuatu ke telinganya.


“Uda sayang ikutin aja maunya kak Veli.”


“Iya bund…eh kak maksudnya.” Jawab Vania lalu berhamburan memeluk tubuh bunda Veli dan tiba-tiba air mata Vania yang tadinya di tahan kini tumpah di pelukan bunda Veli.


Cahaya dan Azam yang sejak tadi berdiri di antara keluarga besar Archie pun ikut menangis karena kini sahabatnya Vania sudah bahagia.


“Vania…” panggil Cahaya.


Vania yang melihat kedua sahabatnya pun melonggarkan pelukannya dan pindah ke kedua sahabatnya yang dari dulu selalu ada untuknya.


“Terima kasih karena kalian berdua sudah mau datang di acara resepsi pernikahan ku sama Om Archie.” Ucap Vania dengan tulus.


“Selamat ya, semoga pernikahan kalian berdua sakinah mawadah warahmah dan secepatnya di kasih momongan.” Doa Cahaya begitu tulus untuk Vania dan Archie.


Azam pun ikutan memberi nasehat kepada Vania.


“Jadilah istri yang baik dan nurut sama suami kamu, jika ada masalah jangan pernah kau ceritakan kepada orang lain lebih baik langsung kamu selesaikan saat itu juga.” Ucap Azam.


Vania mengangguk dan setelah itu Archie membawa Vania untuk menyapa tamu undangan dan akan mengenalkan Vania kepada seluruh karyawannya.

__ADS_1


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 01.00 malam. Archie langsung membawa Vania ke dalam kamar yang sudah di persiapkan untuk mereka


__ADS_2