Akhir Sebuah Cinta

Akhir Sebuah Cinta
Kebucinan Bara


__ADS_3

"Nih..minum dulu"


Riya menyodorkan sebotol air mineral sembari mengelap keringat yang bercucuran di wajah Bara.


"Gimana penampilan aku tadi,keren ngak?"


"Biasa aja."


"Biasa dari mana sayang.Tengok tuh dari semua peserta yang ikut, dari motornya, ketampanan nya dan aktraksi nya di lapangan tadi yang paling keren aku."


"Hmm..."


"Jawab iya atau aku cium."


"Banyak orang disini"


"Ya mangkanya"


"Iya.Yang paling tampan dan keren tuh cuman kamu."


Mendengar jawaban itu bara langsung mencium kening Riya dan tak peduli sama orang-orang disekitar nya.Riya merasa malu dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya.Sementara bara hanya tersenyum melihat tingkah laku Riya dengan wajah nya yang memerah itu.


***


Tingnong..tingnong...


Mendengar bunyi bel apartemen nya. Bara langsung membuka pintu.


"Pak ini berkas-berkas yang harus bapak tanda tangani."


"Bagaimana keputusan rapat semalam?"


"Lancar pak, klien kita mau bergabung dengan perusahaan kita."


"Bagus kalau begitu.Saya percayakan perusahaan Samamu selama saya ngak di kantor."


"Baik pak,saya akan menjalankan tugas yang bapak percayakan dengan baik."


"Bagus."


"Dua hari lagi kita akan menghadiri sebuah acara dan kita menjadi sponsor nya pak."


"Acara yang diselenggarakan mahasiswa pak"


"Baikla,atur saja semuanya"

__ADS_1


"Baik pak,kalo begitu saya permisi pak."


Jam menunjukkan pukul 21.15 WIB dan Bara melakukan panggilan video ke Riya karna iya merasa kangen dan tidak bisa jauh-jauh darinya.


dring..dring..


"Halo"


"Halo yang"


"Besok kamu kemana?"


"Ke kampus yang"


"Bisa ngak bosek temenin aku latihan?"


"Bisa,jam berapa? aku besok di kampus ngak lama kok."


"Sore kok"


"Emang kamu ngak ke kantor?"


"Aku ke kantor pagi sampe siang,sorenya aku latihan jadi kalo soal kantor aku serahin ke asisten aku"


"Yaudah,besok ku jemput ya?"


"Iya."


"Yang.."


"He'eh"


"Kenapa pacar aku itu cantik?"


"Apasihh..."


"Hahaha...,Jangan pernah ninggalin aku ya."


"Iya sayang."


Mereka pun tertidur dengan posisi ponsel yang masih menyala.Itu memang kebiasaan mereka dengan posisi ponsel menyala.Bara selalu melarang nya mematikan telpon ketika iya masih kangen.Bara memang tinggal sendirian di apartemen nya,itu dikarenakan orang tuanya tinggal di Surabaya sedangkan iya harus bekerja di Jakarta.Bara mempunyai seorang adik perempuan dan adik perempuan nya itu masih SMP.


Sudah hampir delapan bulan Bara tidak pulang kerumah karna padatnya pekerjaan.Ibunya sudah berencana ingin memperkenalkan Bara dengan anak dari saudara jauhnya.Saudara jauhnya itu sangat ingin Bara yang menjadi pasangan dari putrinya.Sedangkan Ibunya Bara yang tidak enak hati menolak keinginan dari saudaranya mengiyakannya tanpa menanyakan hal itu ke Bara.Bara yang tidak mengetahui hal itu ingin memperkenalkan Riya ke kedua orang tuanya.


***

__ADS_1


"Cewek, sendiri an aja nih.Mau kita temenin ngak?"


Bruk...


Bara terjatuh dari atas motornya ketika latihan. Itu karna Bara tidak konsentrasi dan melihat ada banyak laki-laki yang menggoda Riya di tempat latihan.Seketika Riya yang melihatnya langsung berlari dan menghampirinya.Untung saja Bara tidak cedera dan ia menghampiri sekumpulan laki-laki yang tadi menggoda pacarnya,ia tidak menghiraukan Riya yang berada disampingnya.


Brok..bruk..


Iya memukuli orang-orang itu,emosinya tidak stabil.


"Kurang ajar, berani-beraninya Lo gangguin pacar gue"


"A..ampun bang.Saya ngak tau kalo itu pacar abang."


"Sekali lagi Lo gangguin pacar gue apalagi nyentuh dia habis Lo"


"I...iya bang,saya ngak bakal ngangguin dia lagi."


Lalu laki-laki itu pergi setelah Bara melepaskan cengkraman nya.Sedangkan teman-temannya yang ikut ngegoda Riya kabur karna takut di hajar sama Bara.


Ahrggggg....


"Brengsek memang. Anj**g anj**g anj**g"


Riya yang ketakutan melihat Bara yang emosi,tetapi iya memberanikan diri menyentuh pundak Bara sambil bertanya


"Kamu ngak papa kan?"


Bara langsung menyadari keberadaan Riya.Emosinya langsung padam ketika melihat Riya disampingnya.Entah mengapa jika melihat Riya,itu akan membuat hatinya tenang dan damai.


"Ngak papa sayang.Kamu ngak apa apa kan?mereka nyentuh kamu ngak?"


"Ngak kok,mereka tadi mencoba nyentuh tangan aku doang."


Mmh...huh...


Bara tarik nafas mencoba menenangkan diri agar tidak emosi.


"Maaf yaa...aku tadi emosi"


"Ngakpapa,kan kamu emosinya bukan sama aku"


"Iya,kalo sama kamu aku ngak bakal bisa emosi apalagi marah-marah,kamu itu yang selalu bikin aku tenang dan damai."


Bara langsung memeluk Riya dan menciumnya.

__ADS_1


__ADS_2