
4 hari kemudian...
Archie begitu senang saat dokter menyatakan kalau istrinya sudah boleh pulang.
Saat Archie dan Vania keluar dari kamar rawat, saat itu juga Archie dan Vania bertemu dengan Azam.
“Azam…”
“Vania…”
Vania dan Azam sama-sama terkejut. Waktu itu Vania mendapatkan kabar dari Cahaya kalau Azam tiba-tiba pergi meninggalkan Cahaya di restoran.
“Kamu sakit?” Tanya Azam.
Vania mengangguk dan mengiyakan.
“Kamu masih di sini? Siapa yang sakit?” Tanya Vania.
“Oh itu, temenku Jasmine yang sakit.” Balas Archie dengan gugup.
Jam makan siang, Archie dan Vania tiba di rumah. Kini sepasang suami istri sudah duduk di sofa. Archie meminta Imut agar memanggilkan Novi dan Candra.
“Mbak bisa minta tolong panggilkan Novi dan Candra.”
“Bisa mas, kalau begitu biar saya saja yang jaga butiknya.” Ucap Imut.
“Ditutup saja mbak butiknya, biar mbak Imut juga ikut briefing sekalian.” Ucap Archie.
“Baik mas kalau begitu.” Balas Imut lalu bergegas ke butik untuk memanggil Novi dan Candra.
Novi dan Candra langsung menoleh saat mendengar namanya di panggil.
“Kalian berdua di panggil sama mas Archie dan mbak Vania sekarang. Tapi sebelum itu butiknya kamu tutup.”
“Ada apa ya mbak tiba-tiba kita berdua di panggil sama Ibu dan Bapak? Apa kita berdua telah melakukan kesalahan yang fatal?” tanya Novi dengan ketakutannya begitu juga Candra.
“Sudah nggak usa mikir yang enggak-enggak, lagian juga kita belum tahu kenapa kita bertiga di panggil.” Ucap Imut menenangkan Novi dan Candra.
__ADS_1
Kini semuanya sudah berkumpul dan duduk di ruang tengah. Archie langsung mengutarakan maksud dari memanggil Novi dan Candra.
Novi dan Candra bernafas lega. Mereka berdua berpikiran kalau dia akan di pecat gara-gara kejadian 3 hari yang lalu.
Kini semua tanggung jawab butik di serahkan sepenuhnya kepada Imut. Sedangkan Novi dan Candra sementara serabutan sambil menunggu tempat dan penambahan karyawan baru.
Saat Vania dan Archie bersenda gurau sambil mengajak bicara bayi dalam perut Vania tiba-tiba terdengar suara bel. Mbak Lastri mempersilahkan Pak We dan pak Haris masuk lali keduanya berjalan menuju ruang tengah. Pak We dan pak Haris datang ke kota karena mendengar Vania masuk rumah sakit.
“Kakek eh-Ayah.” Sapa Vania sambil menyalami dengan hormat.
“Gimana dengan kandungan mu? Ayah denger katanya kamu habis di rawat di rumah sakit?” tanya Ayah We cemas.
“Iya Yah, maaf karena Vania kurang hati-hati.” Balas Vania tanpa berani menatap wajah kakek sekaligus Ayah mertuanya.
“Ar, kamu harus benar-benar menjaga istrimu 1x24 jam full. Jangan sampai terulang lagi, dan ingat kandungan istrimu masih 3 bulan lagi. Kamu tidak boleh lalai dalam menjaganya.” Ucap Pak We memperingati Archie dan Vania.
“Iya Yah, sementara kerjaan kantor aku serahkan ke Rey sedangkan butik Vania Vania serahkan ke Imut dan saat ini aku akan fokus sama istri dan anak-anakku.” Balas Rey.
Setelah mendengarkan keputusan yang Archie ambil ayah We pamit pulang ke apartemen.
“Lain kali ayah pastikan akan menginap di rumah ini.” Balas ayah mertuanya.
“Maaf nona, untuk makan malamnya sudah siap.”
Ohh
“Iya Bu.” Jawab Vania.
Setelah makan malam Ayah We dan asisten Haris kembali ke apartemen.
Vania dan Archie langsung masuk ke kamar. Vania langsung membersihkan wajahnya dan tak lupa untuk menggosok gigi.
Archie langsung mematikan laptopnya saat melihat Vania berjalan ke tempat tidur. Archie langsung membantu Vania membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
“Sayang, apa mas boleh nengok anak-anak kita?” bisik Archie.
Vania mengangguk karena selama hamil Archie jarang memintanya.
__ADS_1
Archie langsung melepaskan semua pakaian Vania. Setelah itu Archie melepas semua pakaiannya. Saat ini mereka berdua sama-sama polos di dalam selimut.
Archie mulai mengecup seluruh bagian wajah turun ke leher dan perut. Semakin perut Vania besar semakin terlihat seksi.
Setelah pemanasan Archie langsung ke tempat di mana ia ingin menuntaskan hasratnya. Dengan pelan-pelan Archie mulai memasukkan ke intinya.
Archie tersenyum mendengar suara kenikmatan yang keluar dari istrinya. Archie senang karena istrinya juga menginginkan.
---------------
Pagi harinya…
Archie kaget saat merasakan suhu tubuh Vania yang panas. Archie seketika duduk dan memegang dahi Vania.
“Sayang, kamu demam? Jangan-jangan ini gara-gara semalam.”
Vania tidak menjawab, matanya susah di buka. Archie segera menghubungi salah satu rumah sakit agar mengirimkan salah satu dokter untuk mengecek kondisi Vania.
Setelah selesai menghubungi rumah sakit, Archie membuka selimut dan langsung membersihkan tubuh Vania dan tak lupa ia memakaikan pakaiannya.
Setelah 30 menit menunggu, akhirnya dokter yang di minta datang. Mbak Lastri terkejut saat dokter datang ke rumah.
“Bagaimana keadaan istriku, Febby?” tanya Archie setelah di periksa.
Febby pun menghirup nafas sebanyak banyaknya, “apa semalam kamu melakukan hubungan dengan istrimu.” Akhirnya pertanyaan yang sensitif keluar dari mulut dokter Febby.
Archie yang mendengar pertanyaan itu pun terkejut. Lalu ia menjawab.
“Iya, apa hubungannya dengan demam istriku?” Archie bertanya balik dengan pikiran yang tidak tenang.
“Bukankah istrimu barusan keluar dari rumah sakit, setidaknya kamu jangan melakukan itu dulu sebelum istrimu benar-benar sehat.” Ucap dokter Febby sambil geleng-geleng kepala.
Archie mengangguk dan bersalah sudah membuat istrinya sakit lagi.
“Ini obat penurun panas, sementara itu kamu puasa dulu jangan ajak istrimu bercinta sebelum benar-benar sehat.” Ucap dokter Febby sambil senyum mengejek.
Setelah mengatakan itu dokter Febby pergi meninggalkan Archie bersama istrinya di dalam kamar. Dok Febby kembali ke rumah sakit setelah ada yang menjemputnya.
__ADS_1