
Mereka kini sudah tiba di parkiran swalayan. Archie menggelengkan kepala saat melihat tingkah istrinya saat masuk swalayan dan yang pertama kali di tuju adalah tempat es krim.
“Mas, boleh ya aku makan es krim?” Tanya Vania sembari memasang wajah memelas.
“Iya boleh, asal setelahnya minum air putih, sini biar mas saja yang bawa trolinya.” Pinta Archie dan di angguki Vania. Vania juga langsung memberikan troli sambil tersenyum senang karena dapat ijin untuk makan es krim.
Setelah memakan es krim satu cup kecil, Vania mengajak Archie masuk ke swalayan dan tempat yang di tuju adalah tempat sembako, Archie pun mengekor di belakang Vania sambil mendorong troli.
Vania menoleh ke belakang. Ia merasa ada seseorang yang mengikutinya.
“Mas, sepertinya ada yang mengikuti kita.” Ucap Vania.
Archie langsung menoleh ke belakang dan mencari sosok orang yang kata istrinya mengikuti.
“Gak ada sayang, perasaan kamu saja.” Ucap Archie.
“Bener mas, aku gak bohong. Dia wanita pakaiannya sedikit seksi.” Ucap Vania meyakinkan suaminya.
“Ya sudah biarkan saja, ayo jalan lagi. Ingat janjinya jangan lelah, kalau semua kebutuhan dapur, kamar mandi dan yang lainnya sudah di beli jangan lupa beli susu hamil kesukaanmu.” Ucap Archie lalu melanjutkan mendorong troli.
“Sial, sepertinya istrinya Archie peka kalau ada yang mengikutinya.” Umpat Nita lalu memilih keluar swalayan sebelum ketahuan Archie.
Kini mereka berjalan dari lorong pindah ke lorong lainnya hingga tanpa sadar satu troli penuh.
“Trolinya sudah full. Lebih baik kita minta tolong Danu buat bawa belanjaan ini ke apartemen.” Ucap Archie dan di angguki oleh Vania.
Sementara Vania antri di kasir, Archie langsung menghubungi Danu agar datang ke swalayan untuk membantu membawakan belanjanya. Danu adalah orang kepercayaannya untuk menjaga dan membersihkan apartemennya.
Beberapa menit kemudian Danu tiba.
__ADS_1
“Danu, tolong kamu bawa belanja ini ke apartemen, dan tolong kamu tata sekalian sesuai tempatnya ya.” Ucap Archie sambil jarinya menunjuk ke troli belanjaannya.
“Baik, Pak.” Jawab Danu dengan sopan. Lalu membawa semua belanjaan Vania ke apartemen.
Mereka kini sudah berganti lokasi ke rumah makan. Terlihat sedikit lelah dari wajah istrinya.
Archie langsung mengedarkan kedua matanya untuk mencari tempat duduk agar Vania bisa duduk dan istirahat.
Archie langsung menggandeng tangan Vania saat melihat tempat duduk yang kosong.
“Duduk dulu sayang, istirahat dan sudah waktunya makan malam juga.” Ucap Archie sembari menggeser kursi agar Vania duduk.
“Terima kasih, Mas.” Jawab Vania sambil tersenyum kemudian duduk.
Setelah menyuruh istrinya duduk Archie langsung memanggil salah satu pelayan.
“Sayang, kamu pilih makan apa?” tanya Archie saat menerima buku menu dari pelayan tersebut.
Dan setelah itu Archie menyebutkan semua pesanan kepada pelayan restoran tersebut.
“Saya ulangi pesanannya ya, Pak. Cap jay kuah satu, gurami bakar satu, steak daging satu dan minumnya satu susu coklat hangat, es jeruk manis satu.” Ucap pelayan wanita dan di angguki oleh Archie.
Setelah kepergian pelayan tersebut Archie melotot kan matanya saat melihat sosok Nita sedang berjalan ke arah mejanya.
“Berani sekali dia menampakkan wajahnya di hadapanku lagi.” Umpat Archie kesal.
Vania mendengar umpatan suaminya pun mengangkat wajah.
“Loh, bukankah itu wanita yang tadi ngikutin kita Mas?”ucap Vania.
__ADS_1
“APA! Berarti yang kamu maksud tadi dia?” tanya Archie kaget.
“Iya, Mas. Dari kita berhenti di tempat es krim sampai kita masuk swalayan dia ngikutin kita? Memangnya mas Ar kenal sama dia?” ucap Vania penuh selidik.
“Hai Ar. Apa kabar? Lama lho kita tidak bertemu?” sapa Nita dengan berpura-pura.
“Ternyata kamu masih punya nyali juga. Masih berani menampakkan wajah di hadapan ku.” Sindir Archie.
“Ar… apa salahnya aku menampakkan wajah ku di hadapan mu? Lagian juga aku tidak sengaja lho bertemu kamu di sini. Lagian juga ini tempat umum.” Ucap Nita.
“Ch, aku tidak sudi bertemu dengan mu.” Balas Archie.
“Hahaha, apa kamu takut kalau istri kecil mu ini tahu siapa kamu sebenarnya.” Ucap Nita mengancam.
“Hahaha, meskipun istriku usianya jauh lebih mudah dari aku, dia tidak seperti kamu.” Balas Archie.
“Ar, sampai kapanpun aku akan tetap menagih janji Papa mu.” Ucap Nita nada tinggi.
“Jangan mimpi. Sampai kapanpun aku tidak akan menuruti kemauan mu.” Balas Archie emosi.
Vania melihat suaminya mulai emosi reflek mengusap tangannya untuk menenangkan.
“Sayang, ini di tempat umum. Lagian ngapain mas meladeni wanita ini. Coba mas liat semua orang pada lihat ke arah kita semua.” Bisik Vania dengan lembut. Dan seketika itu Vania melotot menatap wanita yang sudah membuat suaminya emosi.
“Maaf nona, sepertinya anda sangat salah besar jika ingin menagih suami saya untuk menikahi anda. Sampai kapanpun saya tidak akan mengijinkan suami saya menikah lagi. Dan, Saya mohon silahkan nona meninggalkan tempat ini atau perlu saya panggilkan bagian keamanan untuk mengusir anda.” Ucap Vania dengan tegas.
Beberapa menit kemudian kedua keamanan datang dan membawa Nita keluar dari restoran.
Archie dan Vania menatap Nita yang di bawa keluar paksa oleh dua keamanan
__ADS_1
“Silahkan anda pergi dari sini nona, sebelum kita menyeret dan membuat nona malu.” Ucap salah satu keamanan.
“Sial, ternyata istrinya Archie tidak mudah di hasut. Dia benar-benar mirip Jia.” Umpat Nita dalam hati.