
Keesokan paginya Archie tiba di kantor bersama ayahnya dan asisten Haris.
“Selamat pagi, Pak We! Selamat pagi Tuan! Selamat pagi Pak Haris!” sapa asisten Rey saat melihat atasannya yang akan masuk ke ruangan kerja.
“Selamat pagi Rey!” jawab serempak Archie, Tuan We dan asisten Haris.
Setelahnya di dalam ruangannya, mereka berempat langsung membahas tentang pergantian nama dan pindah lokasi yang baru.
“Apa kamu sudah cerita dengan istrimu?” Tanya ayah We kepada Archie. Archie pun menggelengkan kepala.
“Belum, Yah. Aku yakin Vania setuju kalau kita pindah ke kota S.
Tiba-tiba Hp Archie berdering, segera dia ambil dari saku celananya. Archie pun tersenyum senang saat membaca pesan dari istrinya.
“Apa mas Archie jadi pulang untuk makan siang?”
Setelah membaca pesan dari istrinya, Archie pun segera membalas.
“Maaf sayang sepertinya mas tidak jadi makan siang di rumah.”
Vania yang membaca balasan dari suaminya pun bergegas masuk ke kamar karena kecewa.
Setelah tidak ada balasan pesan dari istrinya, Archie kembali duduk untuk mendengarkan semua keputusan dari ayahnya.
__ADS_1
“Ayah minta dalam waktu sebulan ini semuanya harus selesai. Apa kamu ada keberatan dengan keputusan ayah?” Ucap ayah We memandang Archie.
Archie menggelengkan kepala, “Tidak, Yah. Malam ini akan aku bicarakan dengan istriku. Aku yakin istriku akan setuju.” Jawab Archie sambil tersenyum senang.
Setelah mendengarkan apa yang di ucapkan Archie. Ayah We pun menatap ke arah Rey.
“Kalaupun saya masih di butuhkan oleh pak Archie kemanapun beliau pergi saya akan ikut. Dan, saya akan meyakinkan istri saya agar bersedia ikut pindah ke kota di mana saya akan tinggal.” Jawab Rey dengan meyakinkan kalau semua akan baik-baik saja.
“Baiklah, aku harap kedepannya AV company lebih bagus.” Ucap ayah We penuh semangat.
“Aamiin...” serempak mereka berempat mengaminkan.
---------------
“Sayang...” panggil Archie sambil buka pintu kamar. Saat ini Vania sedih karena suaminya tiba-tiba tidak mau makan siang di rumah. Dan, pikirannya dipenuhi dengan berbagai kecurigaan.
Saat ini Archie sedang mengusap punggung Vania dengan begitu lembut.
“Sayang...” ucap Archie pelan sambil mengusap rambutnya yang tergerai indah. Merasa ada yang mengusap rambutnya dengan lembut Vania menoleh dan membuka matanya. Tiba-tiba matanya berembun dan seketika itu air matanya jatuh membasahi pipinya.
Archie sudah menduga kalau istrinya sedang merajuk dengannya. Ia lupa kalau dia sudah berjanji akan makan siang di rumah.
“Sayang, maafkan mas ya? Tadi siang mas tidak bisa pulang untuk makan siang.” Ucap Archie sambil mengusap air mata yang membasahi pipi Vania tembem.
__ADS_1
“Sekarang kita makan ya? Mas sudah lapar? Dari tadi mas juga belum makan.” Ucap Archie.
“Mas sekarang mandi dulu biar adek panaskan makanannya.” Ucap Vania.
Archie menganggukkan kepalanya lalu mengecup seluruh wajah istrinya dan perutnya.
“Sehat-sehat terus di dalam perut bunda ya sayang. Ayah sudah tidak sabar untuk menunggu dua bulan lagi. Kalian berdua pasti sama dengan ayah kan?” ucap Archie sambil mengusap perutnya istrinya.
Vania tersenyum karena suaminya selalu tahu kalau dirinya sedang merajuk dengannya. Setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya selalu membuat Vania kembali tenang. Dan, setelah itu Archie segera masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Vania beranjak menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya.
---------------
Archie memilih untuk duduk di atas tempat tidur, bersandaran menunggu istrinya masuk ke dalam kamar.
Beberapa menit kemudian Vania masuk ke kamar. Archie yang mendengar suara pintu terbuka pun langsung menatap ke arah istrinya.
“Sini sayang, ada yang ingin mas bicarakan dengan mu.” Ucap Archie sambil menepuk kasur disebelahnya. Vania dengan segera naik ke atas ranjang dan duduk di sebelah suaminya.
Archie menggenggam tangan Vania lalu ia mulai berbicara mengenai seputaran tentang permasalahan yang saat ini sedang dialami oleh ayahnya. Vania begitu terkejut saat mendengarnya.
“Sayang, jadi akhir bulan ini kita harus meninggalkan kota ini? Apa kamu tidak keberatan kembali ke kota G?” tanya Archie.
Vania mengangguk setuju. Dia merasa bersalah karena sudah merajuk dengan suaminya hanya gara-gara suaminya hari ini tidak pulang untuk makan siang bersamanya.
__ADS_1