
Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan kurang sepuluh menit. Eni pun mengajak Vania masuk ke kelas. Sedikit sembab matanya Vania masuk ke dalam kelas.
Kini Vania dan Eni ada di dalam kelas, keduanya mengikuti pelajaran ekonomi.
Ririn merasa heran karena Vania masuk kelas dalam keadaan sedih dan matanya sembab. Ririn pun berbisik-bisik kepada Eni.
“Kenapa dengan Vania?” Tanya Ririn.
Eni pun menggelengkan kepala karena ia benar-benar tidak tahu kenapa Vania tiba-tiba menangis.
Tepat jam 8, Pak Heru sudah duduk di mejanya. Pak Heru pun mengabsen satu per satu. Setelah selesai mengabsen Pak Heru menjelaskan tentang manajemen perbankan.
Jam kelas telah usai. Pak Heru pun meninggalkan kelas. Sedangkan Vania dan kedua sahabatnya masih berada di dalam kelas.
Ririn merasa kasihan karena tiba-tiba Vania menangis. Ririn pun memandangi wajah Vania.
“Kamu sakit? Atau kamu ada masalah? Kamu bisa cerita sama kita berdua?” Tanya Ririn dengan lembut.
“Aku barusan bertemu dengan calon suamiku yang sudah lama meninggalkan aku.” Jawab Vania.
Ririn dan Eni pun saling berpandangan saat mendengar ucapan Vania.
“Berarti kamu sudah tunangan?” tanya Ririn.
Vania pun menjawab hanya dengan mengangguk.
“Alasannya apa sampai calon tunangan mu meninggalkan mu?” tanya Eni.
“Aku juga tidak tau kenapa dia meninggalkan aku di saat aku benar-benar mengharapkan dia menjadi suamiku.” Jawab Vania.
__ADS_1
“Apa kamu tadi pagi sempat berbicara dengannya?” tanya Ririn.
“Tidak…” jawab Vania.
“Sepertinya kamu perlu bicara dengan calon mu itu, kenapa dia meninggalkan mu?” ucap Eni memberi nasehat.
Vania hanya diam.
“Jangan keras kepala, Vania. Setidaknya kamu perlu mengetahui kenapa dia meninggalkan mu.” Ririn pun ikutan memberi nasehat.
Vania menyadari apa yang di katakan Eni dan Ririn semua itu memang benar. Mereka bertiga berpelukan seperti teletubbies.
Setelah berbincang-bincang dan melihat Vania sudah tenang mereka bertiga keluar kelas.
----------
Selama pelajaran berlangsung, Archie masih setia menunggu Vania di dalam cafe miliknya dengan pandangan tertuju ke jalan.
“Vania, bolehkah aku bicara dengan mu. Ada yang perlu aku jelaskan.” Ucap Archie dengan memohon.
Ririn dan Eni pun mengelus lengan Vania supaya dia mau bicara dengan laki-laki yang ada di hadapannya. Kedua teman Vania yakin kalau laki-laki yang ada di hadapannya ini adalah calon suami Vania.
“Kalian berdua boleh pulang? Aku yang akan mengantarkan Vania pulang.” Ucap Archie kepada kedua temannya.
“Aku gak apa-apa, kalian berdua boleh pulang duluan.” Pinta Vania.
Setelah kepergian kedua temannya, Vania di ajak masuk ke dalam Van cafe.
“Duduklah.” Ucap Archie sambil menggeser kursinya. Vania pun langsung duduk.
__ADS_1
Kini Vania duduk dan memilih kursi berhadapan dengan Archie. Sedangkan kedua teman Vani pergi meninggalkan Vania didalam cafe sesuai permintaan Archie.
Archie pun memandangi wajah Vania yang semakin tirus meskipun dari tadi ia hanya menunduk.
Setelah kedua teman Vania pergi. Archie terdiam dan bingung memulainya. Cukup lama mereka berdua terdiam membuat Vania memulai berbicara.
“Sebenarnya apa yang ingin Om Archie bicarakan dengan ku? Aku tidak banyak waktu karena setelah ini aku harus bekerja.” Ucap Vania dengan ketus.
Sebelum mengatakan sesuatu, Archie berusaha menenangkan dirinya agar Vania mau menerima apa yang akan di katakan.
“Sebelumnya aku minta maaf karena sudah tidak jujur dengan kamu, Vania.”
“Tidak jujur? Maksudnya apa Om?”
Flashback on
Ting tong…Ting tong…
“Om Archie…om Archie ini aku Vania? Apa Om Archie di dalam?”
Vania menekan tombol apartemen milik Archie sambil menggedor pintunya. Sedangkan Archie yang merasakan sakit di bagian lutut hanya diam dan tidak bersuara.
Karena tidak ada jawaban dari sang pemilik apartemen, Vania memilih pulang.
Flashback of
Vania sangat terkejut saat mendengar cerita dari pamannya.
“Lalu kenapa selama 8 bulan Om Archie tidak memberi kabar?”
__ADS_1
“Aku berkali-kali menghubungi nomor kamu, tapi berkali-kali nomor kamu selalu tidak aktif.”
Vania pun terdiam dan tidak menjawab, karena terakhir kali dia datang ke apartemen milik Archie Vania mendengar kabar kalau Archie pergi ke negara L, dan setelah itu Vania memblokir semua kontaknya.