
Archie melangkahkan kakinya keluar dari kamar Vania menuju ruang tamu untuk menemui Ayah dan kakaknya.
“Gimana dengan Vania?” Tanya Ayahnya yang mengkhawatirkan Vania.
“Dia sudah tidur, Yah. Lebih baik Ayah pulang ke apartemen Archie saja.” Ucap Archie meminta Ayahnya.
“Tidak, Ayah akan istirahat di sini sampai menunggu calon menantu Ayah sembuh.” Ucap Ayahnya sambil menatap Mbak Lastri yang sejak tadi hanya diam saja.
Mbak Lastri yang mengerti arti tatapan mata dari orang tuanya Archie pun bersuara.
“Lebih baik Ayahnya mas Archie istirahat di kamar sebelah.” Ucap mbak Lastri sambil menunjuk kamarnya yang tidak jauh dari ruang tamu.
“Tapi Mbak, bukankah itu kamar almarhum mas Dhani dan Mbak Jiya?” tanya Archie kepada Mbak Lastri.
“Tidak apa-apa Mas, lagian juga kamar almarhum bapak sama ibu tiap hari Mbak Lastri bersihkan kok.” Ucap Mbak Lastri sesuai permintaan Ayahnya Archie.
Semenjak kedatangan Archie bersama dokter Arif Mbak Lastri memilih keluar dari kamar Vania. Mbak Lastri terkejut saat melihat wajah Pak Pras yang saat ini ada di hadapannya.
“Pak Pras apa kabar?” sapa Mbak Lastri dengan sopan dan membungkuk.
__ADS_1
“Alhamdulilah baik Mbak. Aku kira kamu akan lupa denganku?” Jawab Pras sambil bertanya balik.
“Gimana saya lupa dengan Pak Pras yang sudah banyak membantu dan menolong keluarga saya di desa.” Jawab Mbak Lastri.
“Selama ini saya sudah menyadari kesalahan saya yang sudah mengusir Dhani dari rumah, dan saya juga sudah menyesali semua perbuatan saya kepada Dhani dan Jiya. Saya tidak ingin kejadian itu terulang kembali.” Ucap Pras pada Vania.
“Alhamdulilah kalau Pak Pras sudah menyadari kesalahan meskipun sudah terlambat. Tapi, selama ini bapak dan ibu sedikitpun tidak pernah membenci Pak Pras, bahkan beliau selalu menyelipkan doa di setiap beliau sholat.” Ucap Mbak Lastri.
Archie dan Veli terdiam saat mendengar ucapan Mbak Lastri yang memberikan ijin kepada Ayahnya untuk beristirahat di kamar almarhum kakaknya.
“Mari Pak saya antarkan Untu beristirahat.” Ajak Mbak Lastri.
“Terima kasih Mbak sudah mengijinkan aku masuk dan menempati kamar ini. Setidaknya aku bisa meluapkan rasa rinduku kepadanya.” Ucap Pak Pras.
“Sama-sama Pak. Kalau begitu saya permisi.” Ucap mbak Lastri kemudian meninggalkan Pak Pras di dalam kamar almarhum majikannya.
Setelah itu Veli juga pamit untuk balik ke tempat pelucuran produknya yang baru di luncurkan hari ini.
----------
__ADS_1
Di ruang kerja milik almarhum kakaknya Dhani, Archie melakukan Vidio call dengan semua pegawai cafe miliknya.
Bagaimanapun juga Archie tetap harus mengetahui kinerja semua karyawan meskipun meeting ini di lakukan melalui Vidio call.
Mbak Lastri berjalan menuju ruang kerja sambil membawakan secangkir kopi susu permintaan Archie.
“Silahkan mas!” Mbak Lastri meletakkan secangkir kopi susu di atas mejanya.
“Terima kasih Mbak.” Ucap Archie.
“Sama-sama mas.” Jawab Mbak Lastri kemudian meninggalkan Archie di ruang kerja.
Sementara Vania diam-diam menguping di balik pintu. Mbak Lastri terkejut saat melihat Vania. Archie yang mendengar suara Mbak Lastri yang terkejut pun menghampiri.
“Kamu sudah enakan kok bangun dari tempat tidur?” tanya Archie sambil menarik tangan Vania agar mendekat.
“Om Archie masih ada di sini? Kenapa tidak membangunkan aku?” tanya Vania sambil malu-malu.
Mbak Lastri pun meninggalkan Vania bersama Archie dan membiarkan keduanya saling melepaskan rindunya.
__ADS_1