
Archie, Vania dan Imut pergi ke mall terdekat dari butik A. Mereka pergi dengan asisten Rey yang menyetir karena Archie sudah berjanji kepada Vania mengantarkan ke mall. Sedangkan asisten Rey hanya mengiyakan saja.
Sampai di mall mereka langsung masuk ke toko buku. Vania dan Imut menuju rak novel-novel romantis dan komedian, sementara Archie dan asisten Rey hanya mengekor di belakangnya.
“Vania…” sapa Azam.
“Azam…” jawab Vania.
“Ya ampun, kamu kemana saja, Vania? Kemarin aku datang ke rumah mu. Tapi, aku begitu terkejut saat mendapati orang lain yang menempati rumah mu.” Jawab Azam.
“Hehe, maafkan sahabat mu ini pindah tidak memberitahu kamu sama Cahaya.” Ucap Vania cengengesan.
“Sekarang kamu pindah di mana?” tanya Azam tanpa menghiraukan keberadaan Archie.
Vania yang belum sempat menjawab pertanyaan dari Azam tiba-tiba ponsel Azam berdering. Azam pun mengangkat.
📱Azam
Ya ampun aku lupa, tungguin aku di situ, sepuluh menit aku tiba.
Azam pun mengakhiri panggilannya. Tak lama kemudian Azam pamit.
“Maaf Vania, aku harus pergi, kamu hutang penjelasan kepada ku.” Ucap Azam meninggalkan Vania begitu saja tanpa meminta kontaknya.
Setelah kepergian Azam Vania menoleh ke belakang dan memberikan senyuman manisnya. Vania menggandeng lengan Archie menuju kasir untuk membayar buku yang di belinya.
Vania dan Imut di larang menggunakan uangnya. Setelah dari toko buku Vania mengajak Archie untuk makan siang. Kini mereka berada di dalam restoran.
“Mas Archie mau makan apa?” tanya Vania begitu lembut sambil tersenyum saat melihat wajah Archie cemberut.
__ADS_1
“Aku terserah kamu saja, sayang.” Jawab Archie tanpa melihat wajah Vania.
“Kalau Mbak Imut sama Pak Rey mau makan apa?” tanya Vania.
“Saya mau nasi ayam saos Inggris saja Mbak, nona Vania.” Ucap Rey dan Imut bersamaan.
Vania mengernyitkan dahinya saat mendengar pesanan yang di pesan oleh asisten Rey dan Imut bersamaan.
“Wah jangan-jangan kalian berdua berjodoh.” Ucap Vania menggoda Rey dan Imut.
“Apaan sih Mbak. Kebetulan saja menu yang saya pesan sama dengan Pak Rey.” Ucap Imut dengan berdebar-debar.
“Benar itu nona Vania. Kebetulan saja menu kita samaan.” Ucap Rey dengan gugup.
Vania hanya tersenyum saat melihat wajah asisten Rey dan Imut merah merona. Dan setelah itu pesanan mereka tiba.
Setelah selesai makan dan belanja mereka kembali ke rumah. Sampai di rumah Imut langsung pamit masuk ke dalam. Sedangkan Vania masih berusaha membujuk Archie supaya tidak ngambek lagi.
“Udah dong mas marahnya, lagian aku sama Azam tidak ada hubungan apa-apa, mas juga sudah kenal Azam dari aku masih SMA.” Ucap Vania sambil menggoyangkan tangannya.
Sedangkan asisten Rey yang menunggu di dalam mobil pun mulai jenuh. Apalagi melihat atasannya yang sedang merajuk dengan nona mudanya.
Asisten Rey tiba-tiba teringat wajahnya Imut yang saat malu-malu.
“Kebayang gak kalau seandainya aku sama Imut benar-benar jadian. Aku akan mengatakan perasaan ku kepada Imut kalau Pak Archie dan nona Vania sudah merasakan kebahagiaannya.” Batin Archie.
“Hem, ya sudah kalau mas masih marah sama aku dan tidak percaya sama aku lebih baik pernikahan kita batalkan saja buat apa di lanjutkan kalau mas tidak menaruh kepercayaan padaku.” Ucap Vania sambil menitikkan air mata.
Archie terkejut saat Vania mengatakan akan membatalkan acara pernikahannya sedangkan acaranya besok. Archie membawa Vania kedalam pelukannya kemudian meminta maaf karena sudah cemburu.
__ADS_1
“Maafkan aku sayang. Aku benar-benar cemburu buta ketika aku melihat kamu dekat dengan laki-laki. Aku tidak ingin kejadian yang pernah terjadi padaku terulang kembali.” Ucap Archie sambil memeluk tubuh Vania yang begitu erat.
“Aku juga tidak ingin membuat hati mas sakit. Aku benar-benar sayang sama mas. Bahkan aku juga tidak rela kalau mas berpaling dari aku.” Ucap Vania sambil mengeratkan pelukannya.
Archie pun mencium kening Vania lama dan turun ke pipinya.
“I love you so much my little girl.” Ucap Archie sambil menangkup wajah Vania yang terlihat tirus.
“I love you too my uncle” jawab sambil sambil mencium pipinya Archie dengan malu-malu.
“Sayang, kamu tidak akan membatalkan pernikahan kita besok kan?” tanya Archie lagi.
Vania menggelengkan kepalanya.
“Terima kasih sayang, terima kasih sudah bersedia menikah dengan laki-laki tua ini.” Ucap Archie sambil mengelus pipinya.
“Sama-sama mas.” Jawab Vania sambil menyembunyikan kepalanya di dada Archie.
“Permisi, Pak!” panggil asisten Rey. Vania dan Archie langsung melepaskan pelukannya.
“Maaf Pak mengganggu! Barusan Tuan Pras menghubungi saya meminta bapak datang ke hotelnya.” Ucap asisten Rey.
“Oke, tunggulah sebentar.” Jawab Archie.
“Aku pergi dulu sayang. Nanti aku telepon kamu setelah urusanku sama Ayah selesai.” Pamit Archie sambil mencium kening Vania.
Vania pun mengangguk. “Hati-hati di jalan mas, salam buat kakek.”
Archie mengangguk sambil mengelus pipinya Vania dan setelah itu beranjak pergi meninggalkan rumahnya Vania.
__ADS_1