
Karena sudah malam, mau tidak mau Archie harus membawa Vania pulang.
“Kamu pakai jaket ini, udaranya gak baik buat kamu. Setelah itu Om akan antar kamu pulang.” Perintah Archie sambil memberikan jaketnya.
Vania menerima jaket dari pamannya dan langsung memakainya.
Setelah itu, Archie membawa Vania turun ke lantai basemen apartemen, mereka berdua sekarang ada di dalam mobil. Archie pun langsung menjalankan mobilnya dan membela jalanan yang sepi.
“Lain kali kamu jangan keluar sendirian, apalagi malam-malam begini, berbahaya juga buat kesehatan kamu.” Ucap Archie.
Vania hanya mengangguk, kemudian ia kembali memandangi wajah Archie yang tenang dan sabar.
Sedangkan, di mata Archie senyumannya Vania sudah menjadi candu baginya.
Sepanjang perjalanan Archie mengajak Vania berbicara dan membahas tentang pernikahannya yang sebentar lagi, dan membahas tentang kelanjutannya setelah lulus sekolah.
Setelah beberapa menit akhirnya sampai di depan rumah Vania. Sebelum Vania turun, Archie pun berpesan kepada Vania.
“Langsung istirahat, jangan tidur malam malam.” Ucap Archie menasehati Vania.
Vania mengangguk lalu mencium tangan Archie, dan setelah itu turun dari mobil Archie.
Di dalam rumah, Mbak Lastri yang melihat Vania turun dari mobil pun bernafas lega.
Setelah Archie pulang, Vania bergegas masuk kedalam rumah.
“Mbak Lastri belum tidur?” tanya Vania saat melihat Mbak Lastri sedang duduk di sofa.
“Gimana bisa tidur nona, Mbak gak bisa tenang sebelum lihat nona Vania ada di rumah.” Ucap Mbak Lastri.
“Hehehe, maaf sudah membuat Mbak Lastri khawatir, sekarang Mbak Lastri bisa tidur.” Ucap Vania sambil memeluk Mbak Lastri.
“Ya sudah, lain kali jangan di ulang lagi ya nona, kesehatan nona Vania lebih penting dan benar-benar harus di jaga jangan sampai sakit lagi.” Ucap Mbak Lastri mengingatkan.
“Iya, sekali lagi maafkan Vania ya Mbak, sudah membuat Mbak Lastri khawatir.” Ucap Vania sambil tersenyum senang.
“Iya gak apa-apa, kalau begitu Mbak tinggal tidur, nona Vania juga langsung tidur, katanya besok pagi ada acara gladi bersih disekolah.” Ucap Mbak Lastri kemudian pergi menuju kamar tidurnya.
__ADS_1
Setelah kepergian Mbak Lastri, Vania ke dapur untuk mengambil air minum, tak lupa ia meminum obatnya.
Setelah selesai minum obatnya, Vania langsung masuk ke kamar, tak lupa Vania membersihkan wajahnya dan menggosok gigi.
----------
Pagi harinya, Archie bersiap-siap untuk pergi ke kantor karena ada meeting. Tiba-tiba terdengar getaran pada ponselnya.
Archie tersenyum saat melihat siapa yang menghubunginya.
Archie segera menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.
“Halo, Assalamualaikum…” sapa Vania.
“Waalaikumsalam…” jawab Archie dengan nada lembut.
“Om Archie sudah bangun?” tanya Vania.
“Sudah sayang, ini mau berangkat ke kantor.” Jawab Archie.
“Ya sudah kalau Om Archie sudah siap mau berangkat ke kantor. Nanti saja kalau begitu.” Ucap Vania.
Setelah perbincangan lewat telepon itu selesai, Archie langsung berangkat ke kantornya.
Didalam perjalanan menuju kantornya, Archie terus mengembangkan senyum. Ternyata sebahagia ini jika pagi-pagi mendapatkan perhatian dari gadis yang dicintainya.
Sementara itu Vania sedang menikmati sarapan pagi dengan mbak Lastri.
“Sepertinya pagi ini nona Vania terlihat bahagia,” ucap Mbak Lastri.
“Hehehe, iya mbak, rasanya bahagia kalau sudah baikan sama Om Archie.” Jawab Vania malu-malu.
“Oh, berarti ceritanya semalam itu lagi baikan to.” Ucap Mbak Lastri manggut-manggut.
“ii, apaan sih mbak pakai manggut-manggut gitu. Lagian Mbak Lastri kan yang bilang sama aku katanya gak baik marahannya lama-lama.” Ucap Vania sambil tersenyum.
“Iya,” jawab Mbak Lastri tersenyum senang saat melihat wajah Vania yang begitu senang.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Vania pamit ke kamar untuk ganti seragam sekolah. Setelah rapih Vania menunggu Cahaya untuk menjemputnya.
Tak lama kemudian mobil Cahaya tiba di depan rumahnya, Vania langsung masuk ke dalam mobilnya.
“Sepertinya hari ini kamu bahagia sekali, Vania?” tanya Cahaya.
Vania hanya tersenyum.
“Jangan-jangan kamu sudah baikan ya sama calon Om suami?” tanya Cahaya sambil menerka.
Vania hanya menganggukkan kepala.
Mereka berdua segera masuk aula karena latihan gladi bersih untuk kelulusan akan segera di mulai.
----------
Sementara itu Archie sedang sibuk dengan pekerjaan. Tiba-tiba asisten Rey masuk kedalam ruangannya.
“Rey, tolong bacakan jadwalku hari ini,” perintahnya.
“Siang ini Bapak ada meeting dengan Okeke Group. Mereka akan meeting di kantor ini.” Ucap Rey.
“Baiklah,” jawab Archie singkat.
Dan tak terasa waktu terus berjalan, tak terasa jam makan siang sudah tiba.
Seorang wanita cantik berjalan menuju lift khusus yang langsung menggunakan ke ruangan Archie.
“Selamat siang, apa saya bisa bertemu dengan Tuan Archie.” ucap seorang wanita cantik di hadapan sekertaris Archie.
“Selamat siang Bu, mari Bu saya antar ke ruang meeting. Kebetulan sudah di tunggu.” Jawab sekertaris Archie kemudian membawa wanita cantik tersebut ke ruang meeting.
“Silahkan, Bu!” Ucap sekertaris mempersilahkan masuk.
“Terima kasih,” jawab wanita cantik tersebut.
“Selamat siang semuanya,” ucap wanita tersebut saat memasuki ruangan meeting tersebut.
__ADS_1
“Selamat siang nyoya,” jawab Rey menyambut kedatangan wanita itu.
Dan tak lama kemudian wanita itu duduk di kursi yang sudah di siapkan.